Semangka untuk Pemain Sepakbola

Sains

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Semangka untuk Pemain Sepakbola

Jika Anda suka bermain sepakbola namun belum menyertakan semangka dalam daftar buah wajib konsumsi, Anda mungkin harus melakukan sedikit penyesuaian sekarang juga. Benar memang, konsumsi semangka dalam jumlah besar akan memberi efek yang merepotkan, namun dengan semua manfaat yang terkandung di dalamnya, rasanya semangkan bukan buah yang dapat begitu saja dilewatkan.

Sebagian besar dari semangka – 92 persen, tepatnya – adalah air. Dengan persentase kandungan air sebesar itu, semangka mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Setidaknya, seorang pemain sepakbola normalnya harus mengonsumsi 2 hingga 2,5 liter cairan per hari. Dan untuk setiap satu liter keringat yang terbuang, 1,5 liter air harus masuk ke dalam tubuh. Tentu saja tidak semuanya berasal dari semangka. Namun sumber cairan harian sebaiknya memang tidak hanya berupa air atau berasal dari minuman saja.

Kandungan air yang banyak hanya awalan saja. Alasan lain untuk mengonsumsi semangka adalah hasil penelitian yang terpapar dalam Journal of Agricultural Food and Chemistry. Dalam jurnal ilmiah tersebut disebutkan bahwa konsumsi jus semangka sebelum latihan berat mampu menurunkan denyut jantung atlet dan mengurangi rasa sakit otot setelah berlatih. Alasannya: semangka mengandung asam amino bernama L-citrulline.

Di dalam tubuh,  L-citrulline berubah menjadi L-arginine, asam amino yang dikenal memiliki dampak besar terhadap kesehatan sistem kardiovaskular (sistem peredaran darah). L-arginine mampu membuat pembuluh darah menjadi lentur. Pembuluh darah yang lentur berarti aliran darah yang lancar. Dengan aliran darah yang lancar, transportasi oksigen ke seluruh tubuh tak menemui hambatan. Karenanya, otot mendapat banyak asupan oksigen. Jika otot mendapat cukup asupan oksigen, penumpukan asam laktat, yang menyebabkan kelelahan, melambat. Semakin lambat penumpukan asam laktat, semakin tidak mudah otot merasa lelah.

Otot yang tidak cepat lelah berarti peningkatan ketahahan. Peningkatan ketahanan juga berarti pengurangan beban jantung. Seperti itulah semangka bekerja menyehatkan jantung dan mengurangi rasa sakit otot pasca latihan. Untuk hasil maksimal, sebaiknya semangka dikonsumsi satu jam sebelum latihan atau pertandingan. Takaran ideal jus semangka (atau semangka potong) sebagai konsumsi olahraga adalah 500 ml.

Namun semangka, walau 10 ons-nya mampu memenuhi sepertiga kebutuhan vitamin A dan C harian, memiliki kandungan kalori yang rendah. Ini berarti semangka tidak dapat menjadi sumber energi utama dalam aktivitas olahraga. Mengonsumsi semangka dalam jumlah yang banyak demi kecukupan asupan kalori bukan pilihan bijak mengingat kadar air yang tinggi dalam semangka membuatnya menjadi diuretik – zat perangsang produksi urine – alami.

Karena itulah sangat tidak dianjurkan mengonsumsi semangka dalam jumlah terlalu banyak. Jika terlalu banyak mengonsumsi semangka, seseorang akan sering buang air kecil. Ini bukan hal yang buruk. Hanya saja ini jelas merepotkan. Tentunya akan sangat mengganggu jika kebutuhan akan buang air kecil terjadi saat berlatih atau, lebih parah lagi, di tengah pertandingan, bukan?

Komentar