Ilusi antara Hector Bellerin dan Usain Bolt

Sains

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ilusi antara Hector Bellerin dan Usain Bolt

Sprinter asal Inggris, Richard Kilty, melalui akun Twitter-nya melayangkan tantangan kepada dua pemain Arsenal, Theo Walcott dan Hector Bellerin, untuk beradu cepat. Kilty mengatakan bahwa dia bertaruh £30.000 jika sampai dia kalah cepat dari kedua pemain Arsenal tersebut.

Tantangan ini muncul lantaran banyak beredar bahwa Walcott dan Bellerin mampu berlari lebih cepat dari peraih medali emas olimpiade sprint 100m, Usain Bolt. Menurut beberapa sumber, saat latihan, Hector Bellerin mampu berlari 40 meter hanya dalam 4,42 detik. Angka ini lebih cepat ketimbang catatan yang dibuat Usain Bolt, 4,64 detik. Dengan kondisi ini, Bellerin akan berada 2 meter di depan Bolt saat mencapai jarak 40 meter.

Karena hal tersebut, Kilty seperti tidak terima. Dia mengatakan tidak percaya dengan kabar tersebut dan ingin membuktikan sendiri bahwa Walcott dan Bellerin mampu berlari lebih cepat dari Bolt. Karena itulah kemudian dia mengajukan tantangan untuk beradu cepat dengan dirinya.

e
q
w

Melihat hal ini, publik pun langsung berspekulasi masing-masing. Ada yang berpendapat  bahwa Bellerin dan Walcott akan mampu berlari lebih cepat sesuai catatan, ada pula yang berpendapat bahwa Walcott dan Bellerin tidak akan mampu menang jika benar-benar diadu.

Namun sebelum melakukan perdebatan lebih jauh, mungkin ada baiknya jika kita mengoreksi terlebih dahulu pemikiran logika yang keliru di awal. Pada dasarnya, disini kita telah ditipu oleh sajian angka-angka, yang sekilas terlihat memberikan makna padahal tidak sama sekali.

Semua ini berawal akibat catatan waktu kedua pemain Arsenal yang mencapai 40 meter dalam 4,42 detik. Lebih cepat dari manusia tercepat di dunia, Usain Bolt, yang membutuhkan waktu 4,46 detik untuk mencapai jarak yang sama.

Pertama, kita harus tahu bahwa angka 4,46 detik yang dicatat Bolt adalah catatan saat dia memecahkan rekor sprint 100 meter di tahun 2009. Alat pengukur yang diletakan di setiap jarak 10 meter menunjukan catatan waktu tersebut saat Bolt mencapai jarak 40 meter. Angka inilah yang kemudian digunakan sebagai perbandingan dengan kecepatan Bellerin dan Walcott.

Membandingkan kedua hal ini tentu saja tidak tepat. Bolt yang akan berlari 100 meter dengan Walcott dan Bellerin yang memang ingin berlari 40 meter, keduanya tentu saja berbeda. Jika anda melihat sajian lengkap waktu yang dibutuhkan Bolt untuk mencapai 100 meter, jarak 0-40 adalah saat-saat dimana ia berada dalam keadaan paling lambat. Kecepatan maksimalnya baru keluar saat ia mencapai jarak 60-70 meter.

Bicara soal kecepatan, biasanya akan fokus pada tiga hal penting yaitu, akselerasi (percepatan), kecepatan maksimal, dan kemampuan mempertahan kecepatan maksimal (speed endurance). Ketiga hal ini akan menentukan sebarapa cepat seseorang mampu berlari.

Saat berlari di pertandingan, pemain sepakbola banyak melakukan sprint. Namun sprint yang mereka lakukan hanya sprint jarak pendek yang mungkin tidak mencapai lebih dari 20 meter. Mereka banyak melatih kemampuan otot mereka untuk bisa melakukan hal ini. Karena itu, mereka akan banyak berlari dan berhenti yang kemampuan membuat daya ledak mereka untuk menciptakan akselerasi di awal harus baik.

Sangat jarang pemain sepakbola melakukan sprint lebih dari 30 meter atau bahkan sampai 100 meter. Karena itulah seorang pemain sepakbola mungkin tidak akan memiliki kemampuan mempertahankan kecepatan (speed endurance) yang baik. Berbeda dengan seorang sprinter 100 meter yang memang memang menjadi kewajiban bagi mereka untuk bisa mempertahankan kecepatannya hingga garis finish.

Pertanyaan soal siapa yang lebih cepat antara sprinter dan pemain sepakbola, sebenarnya bukan satu hal yang bisa dijawab dengan singkat. Kita harus bisa mendefinisikan terlebih dahulu, apa maksud kecepatan yang ingin diukur.

Terdapat beberapa jenis kecepatan seperti kecepatan rata-rata, kecepatan sesaat, dan speed (dalam bahasa inggris ada dua kata kecepatan yaitu speed dan velocity. Yang kita bicarakan di awal adalah velocity). Ketiga hal ini adalah hal yang berbeda dan berbeda pula cara mengukurnya.

Dan jika melihat lebih dalam, kecepatan saat belari juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti gaya gesek udara, permukaan tanah, suhu, jenis sepatu yang digunakan, dan yang lainnya. Tentu saja kita tidak bisa membandingkan Bellerin yang berlari di lapangan sepakbola dengan Bolt yang berlari di track lari. Terdapat banyak faktor yang membedakan kondisi keduanya.

Maka membandingkan catatan lari Bolt dengan Bellerin dan Walcott bukanlah satu yang tepat. Sama tidak tepatnya ketika kita membandingkan kecepatan lari rusa kutub dengan kuda. Keduanya adalah hewan yang berlari di area yang berbeda dengan kondisi yang berbeda.

Keberadaan angka memang seringkali menipu mata kita untuk kemudian mengambil kesimpulan singkat tanpa melihat lebih jauh. Padahal, tidak semua angka-angka menjelaskan makna yang sesuai dengan yang kita duga.

Komentar