Tips Latihan dan Bermain Futsal Secara Tim dari Atlet Nasional

Sains

by Dex Glenniza 28940

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Tips Latihan dan Bermain Futsal Secara Tim dari Atlet Nasional

Tulisan ini adalah tulisan ke dua dari wawancara Pandit Football Indonesia bersama atlet futsal nasional, Agung Dwi Juniarsyah. Tulisan dari wawancara pertama mengenai tips meningkatkan kemampuan individu dalam bermain futsal dapat Anda baca di sini.

Seperti juga sepakbola, futsal adalah olahraga tim. Kerjasama tim sangat berperan penting dalam permainan futsal.

“Organisasi permainan sangat penting, baik saat menyerang maupun bertahan, serta transisi dari menyerang ke bertahan, ataupun sebaliknya,” kata Agung Dwi Juniarsyah, atlet futsal nasional yang kini bermain di Futsal Kota Bandung (FKB).

Agung menambahkan: “Komunikasi antar pemain mutlak diperlukan, secara verbal dan juga non-verbal.”

Dari pengalamannya melihat pemain-pemain tim nasional futsal internasional seperti Thailand, Vietnam, dan negara-negara lainnya, mereka di atas lapangan sudah seperti di “pasar”.

“Berisik, teriak-teriak, tidak pernah sepi dari awal pertandingan sampai akhir. Dengan bahasa mereka masing-masing, kami juga sulit mengerti apa yang mereka instruksikan,” ujar Agung.

Komunikasi antar pemain lewat ucapan lisan (verbal) adalah mutlak. Ini adalah bagian dari cara bermain futsal secara tim.

Sedangkan secara non-verbal  antar pemain lebih kepada kita yang harus memahami maksud setiap rekan. Hal ini dapat kita lihat dari bahasa tubuh rekan kita, apa yang akan mereka lakukan, dan sebagainya.

Kita harus peka terhadap gerakan-gerakan tubuh yang juga bisa berupa kode-kode.

Berpikir cepat

Selain komunikasi, atlet berusia 23 tahun ini juga menyarankan agar kita jangan terlalu lama menguasai bola karena futsal bertempo cepat.

“Tempo cepat futsal menyebabkan perubahan situasi yang cepat pula. Cepat mengalirkan bola, operan, movement, dan dengan sesekali melakukan dribling.”

“Kita harus cepat berpikir dan cepat mengambil keputusan, akan ditujukan kemana bola tersebut. Sebelum bola datang ke arah kita, kita harus sudah tahu apa yang akan kita lakukan dengan bola tersebut, mau diapakan dan mau dikemanakan bola tersebut,” lanjutnya.

Hal ini bisa dipahami karena tempo cepat membuat kita harus cepat tanggap pula apakah akan melakukan giringan bola ke arah kanan atau kiri, atau kita oper kembali, atau langsung kita tembak ke gawang.

Banyak pilihan bisa dilakukan dengan waktu yang sangat singkat. Ini lah yang membuat pemain futsal dan sepakbola harus cerdas.

Bermain dari belakang

Sama seperti kata Arsène Wenger, membangun tim futsal yang kuat diawali dari belakang. Agung berkata bahwa seringkali penjaga gawang adalah “posisi sisa” setiap kali kita bermain futsal.

Sebenarnya itu tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya bisa terus-menerus kita maklumi.

“Kita butuh kiper yang baik, orang yang bisa memberikan rasa percaya diri untuk tim,” katanya. “Selain kiper, pemain harus nyaman memegang bola, terutama pemain yang ada di belakang.”

Hal ini dimaksudkan untuk membangun serangan dari belakang. Maka dari itu selain percaya diri dan nyaman memegang bola, pemain belakang juga harus handal dalam meluncurkan operan-operan.

Menekan lawan

Pada pertandingan futsal, banyak gol tercipta lewat serangan yang cepat. Satu-dua-tiga operan, tak lama setelah itu tembakan ke gawang langsung diluncurkan.

“Organisasi penting, tapi jangan terlalu lama juga mengoper-oper. Kecuali jika lawan tidak menekan. Ingat, tujuan utama futsal adalah mencetak gol.”

Begitupun ketika lawan menguasai bola, sebisa mungkin dan secepat mungkin, kita tekan lawan kita agar mereka panik dan cepat mengambil keputusan untuk memainkan bola di kaki mereka.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan pressing di futsal. Jika lelah, kita bisa bergantian dengan pemain cadangan,” kata Agung.

Setelah tekanan sudah dilakukan, tinggal menunggu saja lawan lengah dan kita bisa manfaatkan melalui serangan balik yang cepat.

Latihan itu penting

Selain bermain sebagai tim, peningkatan kemampuan permainan futsal juga membutuhkan latihan.

“Jadikan latihan bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan. Kerja keras, kerja cerdas dalam setiap latihan.”

Menurut Agung, efek latihan ini akan dirasakan di kemudian hari. Seberat apapun latihan, akan dijalani dengan sepenuh hati jika seorang pemain telah merasakan rasanya menjadi pemenang, dalam level apapun.

“Kita harus punya motivasi untuk menambah latihan, tetap menjaga kelebihan kita, dan melatih untuk meningkatkan kekurangan kita.”

Hal ini lah yang senantiasa akan meningkatkan permainan futsal kita sebagai individu maupun sebagai tim.

Setelah menyampaikan tips dasar bermain futsal secara tim, dalam wawancara selanjutnya Agung akan menyampaikan tips menyiapkan mental bertanding.

Sebelumnya: Tips Bermain Futsal Secara Individu dari Atlet Nasional

Berikutnya: Tips Mental dan Persiapan Bertanding Futsal dari Atlet Nasional


Narasumber adalah Agung Dwi Juniarsyah, atlet futsal berusia 23 tahun yang pernah merasakan bermain di tim nasional futsal Indonesia tahun 2014. Sejak 2011, ia bermain futsal di Futsal Kota Bandung (FKB). Bisa dicolek di akun Twitter http://twitter.com/agngdwi/" target="_blank">@agngdwi.

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Komentar