Kisah Seorang Profesor Membuat Analisis Performa dan Statistik Sepakbola

Sains

by Dex Glenniza Pilihan

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Kisah Seorang Profesor Membuat Analisis Performa dan Statistik Sepakbola

Sebagai anak muda yang tumbuh di Portugal, Luis Amaral senang bermain, menonton, dan membicarakan sepakbola. Amaral dan teman-temannya dengan penuh semangat berdebat tentang mana pemain yang "terbaik". Tapi, itu hanya masalah pendapat.

Tidak seperti bisbol dan basket, tidak ada banyak informasi statistik untuk merinci bagaimana setiap pemain sepakbola berkontribusi untuk pertandingan.

Amaral sekarang menjadi profesor di Northwestern University. Cintanya terhadap sepakbola tersebut kemudian ia kombinasikan dengan keterampilan komputasi tim risetnya untuk mengukur dan membuat peringkat pemain sepakbola berdasarkan ukuran yang obyektif dari kinerja, bukan opini.

Hasil penelitiannya sudah dipublikasikan pada Bulan Juni 2010 di Public Library of Science (PLoS ONE). Analisis Amaral dan timnya mampu secara obyektif merilis peringkat kinerja semua pemain di turnamen Piala Eropa 2008. Hasil penelitian mereka dipakai untuk meliput pertandingan serta menjadi dasar bagi tim ahli, pelatih, dan manajer yang sebelumnya biasanya secara subyektif memilih pemain "terbaik" dalam turnamen.

"Dalam sepakbola relatif ada sedikit hal yang dapat dihitung," kata Amaral yang juga merupakan profesor kimia dan rekayasa biologi McCormick School of Engineering and Applied Science.

"Anda dapat menghitung berapa banyak pemain mencetak gol, tapi jika seorang pemain mencetak dua gol dalam sebuah pertandingan, itu luar biasa. Anda benar-benar hanya dapat mencetak dua atau tiga gol serta dua atau tiga assist di antara potensi sebelas pemain."

Untuk menemukan cara kuantitatif untuk membuat peringkat pemain, ia dan mahasiswanya, Josh Waitzman, pertama kali membuat perangkat lunak untuk menarik informasi statistik langsung dari situs Euro 2008.

Jenis informasi statistik yang luas biasanya hanya berkumpul untuk pertandingan penting, kata Amaral. Amaral dan Jordi Duch, asisten profesor ilmu terapan matematika dan ilmu komputer di Universitat Rovira I Virgili di Spanyol, menggunakan data untuk mengukur kinerja pemain dengan generalisasi metode dari analisis jaringan sosial (social network).

"Anda dapat menentukan hubungan di mana unsur-unsur jaringan (network) tersebut adalah pemain sepakbola," kata Amaral. "Jadi Anda bisa memiliki hubungan antara pemain setiap mereka mengoper bola. Lagipula tujuan mereka sama-sama untuk mencetak gol, Anda dapat menyertakan elemen lain dalam jaringan ini, yang merupakan tujuan."

Tim Amaral memetakan aliran bola antara pemain dalam jaringan serta informasi menembak dan menganalisis hasilnya.

"Kami melihat cara di mana bola dapat melakukan perjalanan dan berakhir pada tembakan," kata Amaral. "Semakin banyak tim mengoper (menjalankan bola) dan mengakhirinya dengan tembakan, semakin baik tim itu. Lalu, setiap kali bola dioper untuk kemudian diselesaikan dalam sebuah tembakan, pemain tersebut akan mendapatkan nilai yang semakin baik."

"Itu tidak akan pernah terjadi secara kebetulan, bahwa kita akan mendapatkan hasil yang mencolok dengan data dari begitu banyak ahli jika ukuran kami tidak baik," kata Amaral.

Dia mengatakan jenis analisis dapat digunakan di luar dunia sepakbola juga. Perusahaan dapat menggunakan metode ini untuk menentukan peringkat dan mengevaluasi kinerja karyawan yang bekerja dalam sebuah proyek tim, misalnya.

Mengingat penelitian ini dilakukan empat tahun yang lalu, dan dengan sudah berkembangnya ilmu analisis data statistik dalam sepakbola, penelitian Amaral ini tentunya menjadi tonggak sejarah tumbuh dan berkembangnya analisis performa di sepakbola.

Sekarang kita mungkin hanya menikmati ini sebagai sebuah aplikasi atau layanan gratis di website. Namun, perjuangan Amaral dan kawan-kawan lah yang patut kita hargai di mana sains dan sepakbola mampu berjalan bersama dan saling mempengaruhi.

Sumber jurnal: Jordi Duch, Joshua S Waitzman, Luís A Nunes Amaral. Quantifying the Performance of Individual Players in a Team Activity. PLoS ONE, 2010; DOI: 10.1371/journal.pone.0010937

Komentar