Panas Dingin Hubungan Luke Shaw dan Jose Mourinho

PanditSharing

by Pandit Sharing 32268

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Panas Dingin Hubungan Luke Shaw dan Jose Mourinho

Oleh: Pradhana Adimukti

Relasi Luke Shaw dengan Jose Mourinho menjadi obyek pembicaraan paling hangat di Liga Inggris akhir-akhir ini. Sempat digadang-gadang sebagai bek kiri berbakat, Shaw sudah beberapa kali dikritik keras Mourinho.

Melihat Jose Mourinho dan Luke Shaw belakangan ini, hubungan mereka lebih kompleks dari sekedar kritik keras yang berujung gosip penjualan. Jika dilihat lebih mendalam, ada harapan, dukungan dan kekecewaan di antara mereka berdua. Komunikasi Mou dengan Shaw kadang memanas tapi kadang juga mencair.

Kekecewaan dan Kritik

Setelah mengalami cedera parah saat melawan PSV Eindhoven pada September 2015, Luke Shaw tampak berjuang keras kembali ke penampilan terbaiknya. Proses yang tidak mudah, tentunya. Performa Shaw pada beberapa pertandingan mengecewakan Mourinho.

Maka dalam beberapa kesempatan, Mourinho langsung mengkritik Shaw, bahkan di depan umum. Pasca kekalahan MU dari Watford (18/9/16), ia menyalahkan Shaw di depan umum. Mou menuding Shaw gagal menekan pergerakan Amrabat. Amrabat lalu memberi umpan pada Zuniga yang mengubahnya menjadi gol yang menembus gawang MU.

Kritik terbuka Mourinho pada Shaw tersebut sempat menghebohkan. Tercatat Danny Mills, mantan bek timnas Inggris dan Simon Stone, wartawan BBC, merespon keras tindakan Mourinho. Kritik pada pemain secara terbuka hanya berisiko meruntuhkan kepercayaan dibanding memperbaiki penampilan. Konon, Shaw pun merasa kecewa dengan tindakan Mourinho tersebut.

Relasi Mou dan Shaw memanas lagi saat MU bermain seri 1-1 melawan Bournemouth pada 4 Maret 2017 silam. Konon, Mourinho marah pada Shaw setelah mantan asisten Louis van Gaal saat melatih Barcelona itu melihat Shaw mengobrol dengan pemain Bournemouth saat istirahat paruh waktu.

Setelah pertandingan itu, Shaw baru memperkuat MU sebulan kemudian, saat melawan Everton (4/4/17). Bahkan Shaw tak dimasukkan ke dalam daftar skuat MU saat melawan West Bromwich Albion (1/4/17). Mou malah memasukkan nama pemain muda Mathew Willock dalam pertandingan yang berakhir seri 1-1 tersebut.

Saat ditanya wartawan mengenai keputusan tersebut, Mou menyatakan Shaw tertinggal jauh dibanding dibanding rekan-rekan setim. Etos Shaw saat berlatih, komitmen, fokus, dan ambisinya, dinilai Mou, jauh di bawah teman-temannya seperti Ashley Young, Daley Blind, atau Matteo Darmian.

Setelah bermain selama 25 menit saat melawan Everton, Mourinho mengkritik Shaw lagi. Shaw memang tidak bermain buruk. Namun Mou mengkritik Shaw hanya bermain dengan tubuh tanpa kepala. Mourinho menuding Shaw hanya bermain persis mengikuti instruksinya. Mou membuat seluruh keputusan untuk Shaw di pertandingan itu. Pendeknya, Mou melihat Shaw bermain tanpa kreativitas sama sekali.

Dukungan dan Harapan

Secara umum, perlakuan Mourinho pada Shaw tidak bisa disebut murni bengis. Pada Januari 2017 lalu, dalam konteks pemulihan pasca cedera panjang pada September 2015, Jose Mourinho sempat mendukung Shaw. Ia menyatakan Shaw sedang mengalami masa-masa berat untuk membangkitkan penampilannya setelah cedera selama 11 bulan.

Sekalipun punya empat bek yang dapat dimainkan di sisi kiri, Mourinho tetap mempercayai Shaw. Shaw, dinilai Mourinho, memiliki seluruh potensi untuk menjadi pemain terbaik dunia. Keyakinan itu yang mendasari dukungan Mou pada Shaw. Walaupun ada Matteo Darmian, Marcos Rojo dan Daley Blind yang siap bermain di sisi kiri pertahanan.

Setelah bermain mengesankan saat MU menang 3-0 melawan Sunderland (9/4/17), Mourinho puas dengan permainan Shaw. Mantan pelatih Real Madrid tersebut memuji performa kokoh tanpa kelalaian Luke Shaw.

Mourinho menilai etos Luke Shaw semakin baik. Performa Shaw saat latihan pun meningkat. Oleh karena itu, Mourinho akan memberi kesempatan lebih pada Shaw. Segala kritik dan penempatan di bangku cadangan selama ini adalah proses Mou mendidik Shaw.

Memang pada pertandingan tersebut, Mourinho menarik keluar Shaw. Itu semua dilakukan mantan pelatih Inter Milan tersebut untuk melindungi Shaw. Mou menarik Shaw karena ia sudah mendapat kartu kuning dan untuk melindunginya dari tekanan penonton.

Dukungan Dari Timnas Inggris

Sekalipun jarang bermain untuk MU, Gareth Southgate tetap memanggil Luke Shaw ke Tim Nasional Inggris saat uji tanding menghadapi Jerman (23/3/17). Mantan manajer timnas Inggris U-21 itu mengakui pemanggilan tersebut untuk mendorong kepercayaan diri Shaw.

Tentu saja pemanggilan Shaw mengundang kritik keras. Southgate dituding pilih kasih. Pemain-pemain lain seperti Andy Carroll dan Theo Walcott juga jarang bermain reguler di tim masing-masing. Namun mereka tidak dipanggil Southgate seperti Shaw.

Southgate mengungkapkan, pada dasarnya, ia memilih pemain yang rutin bermain untuk klub. Namun mantan bek Aston Villa itu membela keputusannya karena ia sangat memercayai Shaw. Shaw adalah pengecualian karena dia bek kiri yang sangat potensial untuk Tim Nasional Inggris di masa depan.

Ambisi Bangkit

Luke Shaw mengakui kritik terbuka Mourinho sangat sulit diterima. Alih-alih ingin pindah dari Old Trafford atau mengkritik balik Mourinho, Shaw menganngap kritik itu sebagai tantangan dan menjawab tantangan mantan manajer FC Porto tersebut.
Shaw menegaskan jika Mourinho ingin melihatnya bertarung maka ia akan bertarung hingga menit-menit akhir.

Mantan bek Southampton itu menegaskan hasratnya bermain untuk Jose Mourinho. Shaw juga menyatakan keinginan besarnya membawa Manchester United kembali ke papan atas klasemen Liga Inggris.

Berlanjut ke halaman berikutnya..

Komentar