11 Pemain Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

PanditSharing

by Pandit Sharing

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

11 Pemain Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Artikel #AyoIndonesia karya Rizky Abdul Azis

Indonesia telah melewati laga pertama di Piala AFF 2016. Skuat Merah Putih dikalahkan Thailand 2-4 meski Alfred Riedl telah menyiapkan persiapan matang di tengah berbagai gangguan. Mulai dari menerapkan pressing, mencari alternatif pengganti Irfan Bachdim hingga aturan dua pemain per klub mewarnai persiapan Indonesia pada ajang AFF kali ini.

Tergabung di Grup A bersama Thailand, Filipina dan Singapura, secara realistis peluang timnas bahkan hanya untuk lolos dari fase grup pun sangat sulit. Perlu diingat, ini turnamen internasional pertama yang diikuti timnas pascalepas dari belenggu sanksi FIFA.

Berbagai keruwetan mewarnai. Bahkan Satlak Prima minimal menargetkan Timnas harus masuk final jika ingin tampil di SEA Games 2017. Terlepas dari begitu mumetnya persiapan Timnas jelang AFF, mari refreshing dengan mengenang 11 pemain Indonesia terbaik versi penulis, mulai dari penjaga gawang hingga striker.

  1. Ponirin Meka

Mantan kiper PSMS Medan ini merupakan penjaga gawang terbaik pada masanya. Karier Ponirin melejit saat ia mampu menggagalkan eksekusi penalti tiga pemain Persib sekaligus, yaitu Giantoro, Walter Sulu, dan Adjat Sudradjat. Nama kiper ini semakin melambung tatkala membela timnas Garuda pada ajang Asian Games 1986 dan Sea Games 1987. Saat itu, Indonesia sukses menjungkalkan Malaysia dengan skor 1-0 di Stadion Senayan dan merebut gelar pertama timnas dalam ajang Sea Games. Setahun sebelumnya, Ponirin juga tampil baik pada ajang Asian Games. Ia membawa timnas hingga babak semifinal sebelum dijungkalkan tuan rumah Korsel dengan skor 4-0.

Baca juga: Saat Ponirin Meka Soetjipto Soentoro Dipuji Para Petaruh Judi
  1. Anwar Ujang

Pemain yang dijuluki “Beckenbauer Indonesia” ini tampil trengginas di lini belakang timnas medio 1964-1974. Ia tampil baik saat menghadapi Uruguay, meski akhirnya Indonesia kalah 2-3 saat itu. Timnas era Anwar ini merupakan salah satu kekuatan ditakuti di Asia karena saat itu timnas cukup sering beruji coba dengan tim lain, khususnya daratan Eropa dan Amerika.

  1. Robby Darwis

Bermain pada medio 1987-1997, Robby Darwis merupakan bek top pada masanya. Ditunjang postur ideal, kemampuannya dalam berduel satu lawan satu tak diragukan. Pada ajang Sea Games 1987, bersama dangan Ponirin dan Muhammad Yunus, Robby mampu menggalang pertahanan dengan baik. Selain cemerlang bersama timnas, di level klub pun Robby dikenang sebagai salah satu legenda Persib Bandung bersanding dengan Djadjang Nurdjaman, Adjat Sudradjat, dan legenda lainnya.

  1. Hamka Hamzah

Pemain yang masih aktif bermain di Arema Cronus ini merupakan centre-back tangguh, bahkan hingga saat ini. Penampilan terbaiknya terjadi saat membela timnas pada ajang Piala AFF enam tahun lalu. Duet tangguhnya dengan Maman Abdurrahman sebagai centre-back membuat lini pertahanan Indonesia begitu disegani lawan. Tampil trengginas dengan hanya kemasukan dua gol pada lima pertandingan Piala AFF membuat ekspektasi publik untuk merengkuh gelar AFF begitu tinggi. Sayang, pada partai final Indonesia kalah agregat 4-2 dari musuh bebuyutan, Malaysia. Bahkan hingga sekarang Hamka merupakan pilar penting Arema dengan duetnya di lini pertahanan, Goran Gancev. Tidak hanya disiplin, Hamka pun mampu menorehkan enam gol di ajang TSC sejauh ini.

  1. Yohanes Auri

Di sektor wing-back kiri, nama Yohanes Auri patut masuk radar kendati begitu banyak legenda timnas yang tampil baik di posisi ini, di antaranya Djadjang Nurdjaman, Jaya Hartono hingga Aji Santoso. Berposisi bek kiri, Auri dikenal dengan julukan “Black Silent” karena tak pernah mengeluh selama di lapangan. Pelatih yang paling berkontribusi dalam kariernya adalah Wiel Coerver yang memberinya kesempatan berbaju timnas pasca tampil konsisten membela Persipura Jayapura.

  1. Zulkifli Syukur

Pemain yang kini membela Pusamania Borneo FC ini merupakan salah satu bek kanan terbaik Indonesia, bahkan hingga saat ini. Kualitasnya kerap kali dibandingkan dengan Supardi Nasir. Keduanya adalah bek senior yang sama-sama mentereng di Indonesia.

Memulai karier di PKT Bontang dan Pelita Jaya, nama Zulkifli justru melesat saat membela Persmin Minahasa. Catatan 31 penampilan dan satu gol membuat namanya diperhitungkan sebagai wonderkid Indonesia saat itu.

Bakat spesial Zulkifli akhirnya tercium Arema Indonesia yang kala itu dilatih Robert Rene Albert. Di Malang, Zulkifli bersama Ahmad Bustomi, Noh Alam Shah, M Ridhuan dan Kurnia Meiga menjadi key player Arema ketika merengkuh trofi ISL 2010. Pada ajang Piala Indonesia pun Zulkifli dan Arema tampil trengginas dengan melaju hingga semifinal. Pada level timnas, Zulkifli langsung mempersembahkan gelar runner up Piala AFF 2010. Tampil trengginas bersama timnas meskipun akhirnya dikalahkan Malaysia pada babak final.

  1. Bima Sakti

Kapten yang dihormati. Itulah panggilan pas untuk menggambarkan sosok Bima Sakti. Disiplin, kerja keras dan cerdas dalam bermain. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, Bima bahkan masih bermain di Persiba Balikpapan dan merangkap juga sebagai asisten Jaino Matos. Tendangan dari luar kotak penalti merupakan ciri khasnya. Total jumlah pertandingan Bima Sakti (55 caps) bersama timnas hanya kalah dari Kurniawan Dwi Yulianto (60 caps), Hendro Kartiko (57 caps), Ponaryo Astaman (61 caps), Soetjipto Soentoro (68 caps), dan Bambang Pamungkas (85 caps). Bima Sakti juga sukses mencetak 11 gol bersama timnas, dan berada di peringkat ke 11 pencetak gol terbanyak timnas Indonesia.

  1. Rony Pattinasarany

Pemain yang sebagian besar kariernya dihabiskan di PSM Makassar ini merupakan legenda sepakbola tanah air. Berbagai prestasi individu telah diraihnya, antara lain Pemain All Star Asia 1982, Olahragawan Terbaik Nasional 1976 dan 1981, Pemain Terbaik Galatama 1979 dan 1980 dan Medali Perak Sea Games 1979 dan 1981. Penampilan terbaiknya justru terjadi pada penghujung karier, saat membela Warna Agung. Di sana, ia mendapat kesempatan membela timnas sekaligus menjadi kapten Timnas dan sukses mempersembahkan dua medali perak Sea Games. Ia adalah playmaker jempolan. Bahkan Johan Cruyff pun pernah kagum padanya saat Washington Diplomats berkunjung ke Indonesia pada November 1980. Ronny membela PSSI Utama. Skill individu menawan yang membuatnya dicari Cruyff setelah laga berakhir.

  1. Iswadi Idris

Pemain dengan julukan “Boncel” ini merupakan pelari cepat di sektor sayap kanan timnas Indonesia. Hanya empat cm lebih pendek dari tinggi Lionel Messi saat ini, Iswadi merupakan winger handal pada masanya. Pemain yang mayoritas kariernya dihabiskan membela Macan Kemayoran ini memang bercita-cita jadi pelari sebelum akhirnya ikut-ikutan temannya saat seleksi Persija Junior. Ikut-ikutan yang membuahkan hasil karena akhirnya ia menjadi winger kanan handal. Ia juga beberapa kali ditunjuk menjadi kapten timnas. Prestasi terbaiknya adalah meraih medali perak Asian Games 1970.

  1. Widodo C. Putro

Legenda timnas yang saat ini melatih Sriwijaya FC merupakan striker jempolan. Momen terbaiknya tentu saja saat mencetak gol salto ke gawang Kuwait. Secara mengejutkan timnas berhasil menahan imbang tim Timur Tengah itu dengan skor 2-2 di fase grup Piala Asia 1996. Widodo yang memiliki kecepatan sebagai senjata, merupakan pemain langganan timnas pada era 90-an. Saat ini Widodo sedang berjuang membawa Sriwijaya tetap di jalur juara TSC 2016.

Baca juga: Widodo Cahyono Putro, Tarkam Dulu Sebelum Melegenda
  1. Bambang Pamungkas

Simbol Persija!!! Pemain kebanggaan The Jakmania khususnya dan timnas umumnya ini merupakan pengoleksi jumlah laga terbanyak timnas Indonesia dengan 85 caps. Total 37 gol telah disarangkan pemain yang juga pernah membela Pelita Bandung Raya ini. Prestasi terbaik Bambang adalah mengantarkan timnas menjadi runner up Piala AFF 2002 (saat itu masih bernama Piala Tiger) sebelum ditaklukkan Thailand. Di turnamen yang sama ia sukses menjadi penyerang tersubur dengan mengemas 8 gol dari 6 penampilan. Tahun 2002 memang tahun terbaik bagi Bambang. Ia mencetak quattrick saat membantai Filipina 13-1 dan hattrick saat menang 4-2 melawan Kamboja dan menjadi penentu kemenangan ke gawang Malaysia di babak Semifinal. Saat ini Bambang masih diandalkan Persija untuk berjuang keluar dari papan bawah klasemen TSC bersama dengan Pacho dan Greg di lini depan Persija

Baca juga: Melayang di Udara Bersama Bambang Pamungkas

Pelatih

Sinyo Aliandoe

Pelatih asal Flores ini merupakan salah satu pelatih tersukses yang pernah melatih timnas Indonesia. Timnas saat itu nyaris menembus putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko sebelum ditaklukkan Korsel 6-1 dalam dua leg. Saat itu Indonesia berada di puncak klasemen zona Asia grup 3B bahkan India, Thailand dan Bangladesh mampu dibungkam.

Selamat berjuang Indonesia!

Penulis masih bersekolah di SMAN 10 Bandung. Berakut Twitter: @Rizkyabdul1998. Tulisan ini merupakan bagian dari #AyoIndonesia, mendukung timnas lewat karya tulis. Isi tulisan merupakan tanggung jawab penulis. Selengkapnya baca di sini: Ayo Mendukung Timnas Lewat Karya Tulis.

Komentar