Bukan Juventus yang Butuh Pogba tapi Pogba yang Butuh Juventus

PanditSharing

by Pandit Sharing 38019

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Bukan Juventus yang Butuh Pogba tapi Pogba yang Butuh Juventus

Catatan Redaksi: Tulisan ini dikirim seminggu lalu. Kabar terakhir saat ini Pogba hampir resmi berseragam Manchester United.

Oleh: Pradhana Adimukti*

Tak terbantahkan sejak dua musim terakhir, Paul Pogba selalu menjadi salah satu pemain terpanas dalam bursa transfer. Real Madrid, Barcelona, Chelsea, Manchester United, sampai Paris Saint Germain, adalah klub-klub besar yang dikabarkan meminati Pogba.

Dari sekian banyak kesebelasan tersebut, hanya Manchester United dan Real Madrid yang akhir-akhir ini santer kabarnya menawar pemain yang dapat bermain sebagai gelandang kelahiran 15 Maret 1993 tersebut. Setelah mendapatkan Eric Bailly, Heinrikh Mkhitaryan, dan Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba adalah target utama Mourinho di Manchester United. Manajer yang mempersembahkan gelar Liga Champions 2003/2004 buat FC Porto itu menawarkan Juventus dana 120 juta euro agar mau melepas Pogba.

Harga tersebut masih ditambah 14 juta euro per tahun bagi Pogba dalam jangka waktu lima tahun. Total investasi Mourinho pada Pogba senilai 250 juta euro. Nilai investasi yang sangat fantastis.

Pogba memang mantan pemain junior Manchester United. Pemain berjuluk "Octopus" itu pindah dari tim junior Le Havre pada 2009 ke Manchester. Namun Pogba besar bersama Juventus. Gelandang bertinggi 191 cm itu pindah pada 2012 setelah merasa tak kunjung dipercaya MU bermain di tm utama. Dia berevolusi dari gelandang bertahan menjadi gelandang serba bisa di Juventus Stadium.

Sejak kepindahan Andrea Pirlo awal musim lalu, peran sentral Pogba di lini tengah makin tak terelakkan. Bahkan Pogba diberi tanggung jawab dan kehormatan menggunakan nomor 10. Nomor 10 adalah nomor yang dikenakan legenda Juventus lain seperti Plattini, Baggio, Del Piero, dan terakhir Carlos Tevez.

Dengan demikian, Pogba berpeluang mengikuti jejak Michel Plattini. Sama seperti mantan presiden UEFA tersebut, Pogba dapat menjadi legenda Juventus dari Prancis. Kebetulan posisi mereka pun sama yakni sebagai gelandang.

Juventus Sebagai Keluarga

Kenyamanan yang didapat saat bermain di Juventus adalah suasana kekeluargaan. Pogba sendiri mengakui tim Nyonya Besar seperti keluarganya. Ia mengungkapkan kebahagiaannya bermain bersama Juve. Bersama Juventus ia dapat melakukan hal-hal yang diimpikannya sejak kecil.

Kesan Pogba pada suasana kekeluargaan Juventus bukan ekspresi berlebihan. Setidaknya Juan Cuadrado, Simone Padoin, dan Alvaro Morata, merasakan hal serupa.

Cuadrado menyatakan para pemain Juventus menyatu di dalam dan di luar lapangan. Pada awal kedatangannya di musim 2014/2015, Alvaro Morata dinasihati oleh Buffon. Fernando Llorente mengajari Morata belajar bahasa Italia. Hampir seluruh pemain pernah mengantar Morata pulang dari latihan.

Menurut pengakuan Morata, salah satu pemain bahkan pernah mengantarnya ke dokter gigi. Fernando Llorente dijual Juventus ke Sevilla musim 2015/2016 lalu. Alvaro Morata kembali ke Real Madrid baru-baru ini. Namun keduanya tetap punya kesan baik sekalipun telah meninggalkan Juve.

Simone Padoin, pemain serba guna Juventus yang pindah ke Cagliari pada bursa transfer musim ini mengungkapkan kesan baiknya pada surat perpisahan. Ia merasa beruntung pernah bermain bersama tim yang solid. Juventus mewariskan memori spesial bagi Padoin.

Pogba berpeluang menambah gelar domestik dan meraih Liga Champions bersama Juve. Setelah hampir juara dengan masuk final namun kalah dari Barcelona di musim 2014/2015, ambisi memenangi gelar Liga Champions bukanlah target muluk bagi Juventus dan Pogba.

Memengaruhi Taktik

Kedatangan Miralem Pjanic memperkuat lini tengah Juventus. Kemampuan Pjanic mengatur tempo permainan dan menciptakan peluang dapat membuat lawan harus mempelajari lagi permainan Juventus.

Jika Pjanic bisa beradaptasi dan bermain gemilang di lini tengah Juve, tentu Pogba dapat berkonsentrasi menekan lawan dari lini tengah-depan dan menciptakan peluang bagi sriker-striker Juve. Pogba dapat mengandalkan Pjanic yang memberinya pasokan umpan matang dari lini tengah-belakang.

Selama lima musim terakhir, Juventus selalu juara Serie A. Dua musim terakhir, mereka memenangi pula Coppa Italia. Juventus sedang jadi raja Italia yang memburu gelar Liga Champions. Sedangkan MU masih berada di titik terendah selama kurang lebih 26 tahun terakhir sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson.

Terakhir kali MU menjuarai Liga Utama Inggris pada musim 2012/2013, tiga musim lalu. Kedatangan Mourinho memberi harapan. Namun, Mou dan MU belum terbukti menampilkan permainan meyakinkan secara konstan dan memenangkan gelar.

Dari Spayol sejak Februari lalu, telah berhembus rumor pelatih Real Madrid Zinedine Zidane tertarik merekrut Paul Pogba untuk meringankan beban Kross dan Modric di lini tengah. Pada wawancara bulan Juni lalu, setelah meraih gelar Liga Champions, Zidane memuji bakat Pogba. Pogba pun balik memuji Madrid sebagai klub besar juara Eropa. Namun agen Pogba, Mino Raiola, menyatakan Pogba tak terlalu terburu-buru pindah ke Real Madrid yang memang menjanjikan gelar Liga Champions, La Liga dan Copa Del Rey. Plus prestise main di Santiago Barnebeu.

Tapi di Madrid, Pogba hanya akan jadi pemain bintang biasa. Dia harus berbagi peran penting di lini tengah dengan Kross dan Modric. Dari status, kebintangan Ronaldo masih lebih kuat dibanding Pogba. Semua piala yang telah dimenangkan Pogba sudah dimenangi Ronaldo. Mulai dari gelar liga sampai piala domestik seperti Copa Del Rey dan Piala FA yang dapat dibandingkan dengan Copa Italia sudah dimenangkan Ronaldo. Tapi Pogba belum pernah menjuarai Liga Champions dan Piala Eropa. Dua piala yang sudah lengkap dikoleksi Ronaldo. Madrid sendiri akhirnya dikabarkan batal memburu Pogba. Namun Madrid bisa saja kembali memburu Pogba.

Jika Pogba pindah, Juve bisa menjualnya dengan harga sangat mahal kemudian membeli 2-3 pemain pengganti. Mateo Kovacic dan Nemanja Matic kabarnya akan dibeli bila Pogba jadi pindah. Materi pemain Juventus yang sekarang sebenarnya sudah cukup bagus. Fungsi kreasi serangan Pogba bisa diganti Pjanic. Fungsi bertahannya bisa dimainkan Khedira, Marchisio, Sturaro, atau Lemina.

Walaupun direksi Juventus menyatakan telah siap jika harus kehilangan Pogba dan Bonucci, lebih berisiko jika Juve kehilangan Bonucci musim ini dibanding Pogba. Lini belakang Juventus sudah terkenal solid dan kompak. Keutuhan dan kekompakan lini belakang Juve tidak otomatis dapat dibangun dalam semusim.

Juventus memang punya bek muda berbakat dalam diri Daniele Rugani. Namun Rugani lebih diperlukan menjadi pengganti Barzagli dan Chiellini lebih dulu. Kedua pemain tersebut telah berusia dan rentan cedera. Rugani pun masih membutuhkan waktu menyatu untuk solid jadi bagian lini belakang Juve.

Agar menjadi bagian solid di lini belakang Juventus, Rugani perlu menjadi pengganti Barzagli dan Chiellini setahap demi setahap. Mehdi Benatia memang didatangkan dari Munchen. Namun Benatia belum terbukti mampu menyatu dengan lini belakang Juventus. Lagipula, di luar penampilan baik Benatia beberapa musim lalu di Serie A, bek Tunisia itu rentan cedera. Fisik Benatia belum terbukti bisa diandalkan. Kalau Juve mau fokus mempertahankan pemain, fungsi Bonucci masih belum tergantikan dibanding Pogba

Jika Juve mendatangkan 2-3 pemain tepat pengganti Pogba, bisa jadi Juve semakin kuat bukan melemah. Selama ini strategi transfer Juventus secara umum sangat jitu. Pirlo, Pogba, Tevez, Vidal, Khedira, dan Lemina, adalah contoh akurasi taktik transfer Juventus.

Musim 2015/2016 lalu Juve ditinggal Pirlo, Vidal, dan Tevez, namun tetap bertahan sukses. Memang Juve sempat limbung di awal musim, namun setelahnya mereka membuktikan punya mental ulet lalu bangkit memenangkan gelar ganda menyalip lawan-lawannya. Masalah akibat kehilangan pemain vital terbukti dapat diatasi Juventus.

Menjadi Juara Bersama Juventus

Usia Pogba masih muda, 23 tahun. Jika pada akhrinya ia ingin pindah karena jenuh, Pogba bisa pindah dari Juve setelah memenangi Liga Champions atau meraih Piala Dunia atau Piala Eropa bersama Prancis. Saat itu, status Pogba sebagai pemain bintang telah semakin tegas.

Pogba takkan dipandang hanya sebagai jago domestik Serie A. Sehingga dia berada dalam level setara dengan pemain-pemain seperti Kross dan Ronaldo saat ini atau malah jadi “raja” bila pindah ke klub besar yang belum punya pemain pemenang Liga Champions, Piala Eropa, atau Piala Dunia.

Apakah Juventus akan mempertahankan Pogba mati-matian jika ia meminta pindah? Tampaknya tidak. Berkali-kali Giuseppe Marotta, Direktur Eksekutif Juventus menyatakan keinginan pemain adalah faktor terbesar dalam urusan transfer Juve.

Faktor keinginan pemain itulah yang menyebabkan Juventus tak menghalangi kepergian Andrea Pirlo, Carlos Tevez, dan Arturo Vidal, pada musim 2015/2016 lalu. Keinginan pemain pula yang menghadirkan Pjanic dan Dani Alves serta penyebab bertahannya Pogba musim lalu sekalipun mendapat tawaran banyak klub baru-baru ini.

Dengan kondisi seperti itu, saat ini Pogba yang perlu bertahan di Juventus setidaknya sampai memenangkan Liga Champions. Sinyal bertahan pun diisyaratkan Pogba. Saat ini bukan Juventus yang butuh Pogba tapi Pogba yang masih memerlukan Juventus.

Sumber: http://www.calciomercato.com/en, http://www.gazzettaworld.com/, http://www.football-espana.net/, http://www.football-italia.net/

*Penulis adalah penonton sepakbola yang menulis, berakun twitter @Pradhana_Adi

Komentar