Hubungan Tak Harmonis Joe Hart dan Tendangan Salto

PanditSharing

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Hubungan Tak Harmonis Joe Hart dan Tendangan Salto

Pada laga persahabatan antar Spanyol yang berhadapan Inggris yang berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Spanyol, Sabtu (14/11) lalu di Estadio Jose Rico Perez, nama Mario Gaspar menjadi buah bibir. Pemain yang beroperasi sebagai bek kanan tersebut membuka keunggulan Spanyol sekaligus menjadi gol keduanya selama dua kali tampil untuk La Furia Roja dengan sensasional, dirinya membobol gawang Inggris dengan sebuah overhead Kick setelah menerima sodoran dari Cesc Fabregas.

Gol melalui overhead kick, bicylce kick, kontra salto, balik bandung atau apapun namanya untuk mendefinisikan gol melalui sepakan akrobatik memang selalu sensasional. Hal ini disebabkan oleh teknik yang dibutuhkan untuk melakukan tendangan ini sangat sulit, yaitu gabungan antara keberanian dan ketepatan waktu untuk menendang, karena ketika gagal melakukan aksi ini balasannya adalah rasa sakit ketika badan jatuh ke tanah dan juga tentunya malu yang luar biasa karena gagal untuk terlihat keren.

Namun di balik sensasionalnya gol indah bek Villareal ini, ada yang menjadi antagonis, menjadi pesakitan. Ia adalah Joe Hart, penjaga gawang Inggris yang gawangnya kemasukan gol Indah Gaspar. Uniknya ini adalah kesekian kalinya gol dari overhead kick yang bersarang di gawang penjaga gawang Manchester City tersebut.

Vs Wayne Rooney ( English Premier League 2011/2012, 12 Febuari 2011)

Bisa jadi ini adalah gol tendangan overhead kick yang paling tersohor di antara gol overhead kick lain yang bersarang di gawang Joe Hart, atau bahkan lebih jauh ini adalah gol yang paling terkenal yang pernah menjebol gawang pemain yang pernah membela Birmingham City Tersebut.

Gol ini terjadi pada Derby Manchester Liga Inggris musim 2011/2012. Duo Manchester saling berpacu untuk gelar juara, dan pertemuan yang terjadi pada bulan Febuari tersebut memiliki makna penting, siapapun yang memenangkan pertandingan akan mendapatkan keuntungan. United yang saat itu berada di puncak ingin menjauh dari kejaran tetangganya, sementara City berpeluang untuk menyalip United di peringkat pertama.

Lantas ketika pertandingan berjalan, setelah menerima umpan dari Luis Nani, Wayne Rooney memutar badan dan menendang bola dari posisi yang menghasilkan aksi akrobatik. Bola menghujam keras ke sisi kiri gawang Joe Hart, yang terdiam dan tak berdaya seakan tidak percaya pemain bernomor punggung 10 itu melakukan tendangan tersebut.

Gol ini sangat berarti untuk kubu Manchester United karena pada akhir musim mereka berhasil melewati raihan 18 gelar juara Liga Inggris milik Liverpool. Bahkan makna mendalam mengenai gol ini bisa kita temui di banyak autobiografi legenda-legenda setan merah seperti Alex Ferguson, Paul Scholes, Ryan Giggs dan tentunya  sang pencetak gol Wayne Rooney.

Vs Zlatan Ibrahimmovic (International Friendly Match, 14 November 2012)

Bila yang dilakukan Rooney adalah yang paling tersohor, yang dilakukan Zlatan kepada Joe Hart adalah yang paling sensasional. Zlatan membobol gawang Hart melalui sebuah overhead kick dari jarak 30 yard atau 27 meter!

Pada pertandingan yang juga menjadi partai pembukaan untuk stadion baru tim nasional mereka Friends Arena atau Nationalarenan, Swedia terus menggempur pertahanan Inggris meski sudah unggul 3-2. Hingga akhirnya pada menit akhir pertandingan, terjadi situasi di mana Joe Hart memutuskan untuk keluar dari sarangnya untuk mengantisipasi umpan lambung dari lini tengah Swedia.

Karena bola berada di luar kotak penalti, dirinya memutuskan untuk menggunakan kepalanya untuk menghadang umpan tersebut. Namun karena antisipasinya tidak maksimal, bola justru jatuh di kaki Zlatan yang tanpa disangka melakukan sebuah gerakan akrobatik dan melakukan sebuah overhead kick dari jarak yang masih cukup jauh dari gawang. Bola melambung masuk ke gawang Hart. Swedia pun keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 4-2.

Dan jujur gol ini agak sulit diungkapkan dengan kata kata, anda harus melihatnya secara langsung. Hebatnya lagi gol ini merupakan gol keempat Zlatan di pertandingan tersebut, dan tidak salah ketika akhirnya gol ini masuk nominasi bahkan memenangkan penghargaan Puskas Awards setahun kemudian. Dan yah bukan Zlatan namanya apabila tidak melakukan sesuatu dengan luar biasa.

Vs Ricardo Vaz Te ( English Premier League 13/14, 19 Oktober 2013)

Mungkin momen ini jarang diketahui dan diingat oleh banyak orang. Bukan hanya karena yang mencetak gol tak terlalu dikenal namanya, tetapi juga hasil pertandingan yang mempertemukan antara West Ham United dan Manchester City ini juga berakhir bagi kemenangan City dengan skor  1-3.

Tapi pada laga ini, setelah tertinggal melalui dua gol Sergio Aguero, West Ham mencoba mengejar ketertinggalan. Sebuah umpan dari sisi kiri berhasil diteruskan oleh Stewart Downing kemudian disodorkan kepada Ravel Morrison yang melambungkan bola. Dan secara mengejutkan disambut oleh tendangan overhead kick dari jarak dekat oleh Vaz Te. Joe Hart yang terkejut atas aksi Vaz Te hanya bisa terdiam melihat gawangnya kemasukan.

***

Dari tiga gol di atas bisa didapatkan kesimpulan bahwa bisa jadi bukan sundulan ataupun tembakan keras dari jarak jauh yang bisa menaklukan Joe Hart, dirinya nampaknya selalu kesulitan untuk mengantisipasi tendangan overhead kick. Apalagi memang tendangan akrobatik juga mengandung element of surprise karena penjaga gawang tidak akan mengira bahwa pemain tersebut akan melakukan aksi demikian.

Dan kebobolan gol indah akan selalu menyakitkan karena penjaga gawang menjadi peran antagonis dalam hal ini. Ketika orang menyaksikan kekaguman atas gol tersebut, sang kiper mungkin merasakan hal yang sebaliknya di mana hal tersebut akan menjadi ingatan yang buruk sepanjang kariernya.

Penulis beredar di dunia maya dengan akun Twiter: @aunrrahman

Komentar