Menakar Potensi Smalling-Jones di MU dan Timnas Inggris

PanditSharing

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Menakar Potensi Smalling-Jones di MU dan Timnas Inggris

Tidak ada prestasi yang benar-benar bisa dibanggakan oleh kesebelasan negara Inggris. Namun, Inggris pernah menghadirkan generasi emas yang berisi pemain-pemain berkualitas. Kala itu, Inggris dihuni nama-nama tenar macam David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard hingga Gary Neville.

Pada generasi emas tersebut, Inggris memiliki pertahanan kuat yang dikawal David Seaman yang kala itu membela Arsenal. Kehebatan Seaman tentu tak seberapa jika tak ada Rio Ferdinand dan John Terry sebagai tembok di lini pertahanan Inggris.

Rio dan JT, begitu keduanya disapa, dianggap sebagai partner lini pertahanan yang fenomenal karena keduanya berasal dari kesebelasan yang superior di Inggris: Manchester United dan Chelsea. Keduanya pun sempat mengemban jabatan sebagai kapten kesebelasan, meski Rio harus menyerahkan jabatan tersebut pada Nemanja Vidic pada 2010. Sedangkan JT terus menjadi pemipin The Blues hingga saat ini.

Sebelum Rio dan JT, terdapat sejumlah nama hebat lain di lini pertahanan Inggris, mulai dari Bobby Moore, Terry Butcher, Steve Bruce, Gareth Southgate hingga Tony Adams. Lini pertahanan Inggris jelas tidak sehebat atau seistimewa lini pertahanan Italia, tapi lini pertahanan Inggris pun tidak bisa dianggap remeh.

Hingga saat ini, belum ada lagi duet di lini pertahanan yang mampu mengalahkan Rio dan JT dari sejumlah aspek seperti kemampuan bertahan, teknik, hingga aura kepemimpinan. Saat ini terdapat nama-nama seperti Phil Jagielka, Gary Cahill, dan Steve Caulker. Namun mereka dianggap belum bisa menyamai apa yang dimiliki Rio-JT.

Harapan kemudian muncul dari Manchester. Ada keyakinan bahwa Inggris akan kembali memiliki duet bek tengah tangguh. Dua orang itu bernama Christopher Llyod Smalling yang dibeli oleh Setan Merah pada 2010 di usianya yang baru 20 dan Philip Anthony Jones yang diangkut dari Blackburn Rovers dalam usia 18, atau setahun setelah Smalling didatangkan dari Fulham.

Smalling dan Jones debut dalam laga yang berbeda. Uniknya, pertandingan tersebut masing-masing berakhir 3-1 untuk kemenangan Setan Merah, julukan United. Smalling memulai karirnya di United saat berhadapan dengan Celtic pada laga pra-musim 2010/2011. Sementara Jones memulai karirnya dengan membantu pemilik 20 gelar Liga Inggris ini memenangi laga tur Amerika Serikat mereka ketika berhadapan dengan Chichago Fire.

Masing-masing Punya Keunggulan

Dengan postur tubuh 192 sentimeter, Smalling memiliki keunggulan duel udara. Kemampuan spesialnya yang jarang diketahui banyak orang adalah ia cukup baik dalam mengorganisasi pertahanan.

Lain dengan Smalling yang sebatas bek, Jones adalah bek dengan tipikal modern. Ia tak cuma bagus dalam bertahan, tapi juga mampu mengalirkan bola. Selain itu, Jones pun bisa bermain di sejumlah posisi.

Musim ini, Smalling-Jones berjibaku mengawal lini pertahanan United untuk membawa Setan Merah kembali berkiprah di Eropa.

Performa Smalling terlihat lebih mentereng. Ini bukan tanpa alasan. Karena selalu aktif saat tendangan sudut, Jones pun lebih banyak berkutat dengan cedera. Namun, jika keduanya bermain bersama dalam keadaan fit, bisa jadi David De Gea tidak perlu bekerjea keras seperti biasanya.

Smalling dan Jones masih muda dan masih mampu untuk mengembangkan potensinya. Keduanya masih memiliki sejumlah kelemahan. Smalling misalnya yang sering gugup dan kecolongan. Sementara Jones mesti lebih berhati-hati saat mengambil bola dari lawan. Kesalahan yang dibuat keduanya terjadi bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan minimnya pengalaman.

Di level tim nasional, Smalling dan Jones digadang-gadang sebagai calon duet bek tengah terbaik Inggris. Sejak Piala Eropa U21 di Denmark pada 2011, keduanya menunjukkan kemampuan bertahan yang luar biasa. Keduanya disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Bobby Moore dan Franz Beckenbauer. Namun, pendukung kesebelasan negara Inggris lebih suka melabeli Smalling dan Jones sebagai duet Rio-JT yang baru.

Ekspektasi dan harapan ada di pundak Smalling dan Jones. Pertanyaannya adalah mungkinkah keduanya mencapai potensi terbaik? Pasalnya, sudah terlalu sering kita mendengar bakat Inggris yang layu sebelum berkembang.

Rio-JT yang dianggap sebagai bek tangguh saja belum bisa memberikan hasil terbaik bagi The Three Lions, meskipun di level klub, keduanya telah memberikan gelar Eropa. Bahkan kini posisi Smalling-Jones sebagai bek tengah masa depan Inggris sudah mulai terancam dengan kehadiran John Stones (Everton) dan Eric Dier (Tottenham Hotspur).

Sumber gambar: thepeopleperson.com

Penulis aktif di twitter dengan  akun @aunrrahman

Komentar