Yang Membuat Harry Kane Menjadi Penyerang Spesial

On This Day

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Yang Membuat Harry Kane Menjadi Penyerang Spesial

Inggris punya banyak penyerang berkualitas di masa lalu. Bobby Charlton, Gary Lineker, Alan Shearer, Michael Owen, hingga Wayne Rooney adalah sedikit contoh. Atau Kevin Phillips yang merupakan raja gol di Liga Primer. Tapi sekarang ini, terbilang sulit bagi klub Inggris punya penyerang lokal bertalenta, terlihat dari banyaknya penggunaan penyerang asing. Bisa dibilang, hanya Tottenham Hotspur yang paling beruntung karena mereka punya Harry Kane.

Kane memang merupakan pengecualian di antara talenta-talenta Inggris saat ini. Di lini depan timnas, ketika kemampuan Rooney menurun karena sudah dimakan usia, timnas Inggris masih bergantung pada sosok Jermaine Defoe yang sudah berusia 34 tahun. Sementara itu Marcus Rashford yang masih berusia 19 tahun pun belum matang. Tapi Kane membuat timnas Inggris tak terlalu khawatir akan ketajaman lini depan mereka setidaknya hingga delapan sampai 10 tahun ke depan.

Sejak usia 20 tahun, Kane telah membuktikan diri bahwa ia merupakan calon penyerang terbaik Inggris. Saat itu, berkat kepercayaan manajer asal Argentina, Mauricio Pochettino, Kane menjadi ujung tombak kesebelasan asal London tersebut. Di musim perdananya bersama Pochettino, 31 gol dicetak dari 51 penampilan. Padahal ia bersaing dengan penyerang seperti Roberto Soldado dan Emanuele Adebayor.

Tidak sedikit yang kaget melihat pencapaian Kane. Saat menjalani masa peminjaman di Leyton Orient, Milwall, Norwich City, dan Leicester City, ia bukan lah penyerang subur dalam mencetak gol. Di Leicester City, klub terakhir yang menggunakan jasanya sebelum ia menjadi andalan Spurs, pemain kelahiran 28 Juli 1993 ini hanya mencetak dua gol dari 15 kali penampilan. Padahal saat itu Leicester masih berkompetisi di divisi Championship.

Tapi meski tak punya statistik mentereng sebelum usia 20 tahun, para pelatihnya di akademinya menyadari bahwa Kane punya bakat spesial dibanding pemain lain. Bahkan manajer Arsenal, Arsene Wenger, marah besar ketika Arsenal melepas Kane begitu saja pada usia delapan tahun.

"Saya tidak tahu [Kane dilepas], saya membacanya di koran," kata Wenger pada Guardian. "Saya rasa lucu [tidak mengetahui pelepasan Kane]. Anda tahu, saya agak marah saat itu karena saya bertanya pada klub, `Kenapa dia [Kane] pergi?`. Tapi di usianya, anak-anak bisa pindah ke mana pun."

Sementara itu, mantan pelatih Kane di timnas U21 yang juga mantan penyerang timnas Inggris, Les Ferdinand, yang membuat Kane berbeda dengan pemain lain adalah kepercayaan dirinya. Selain itu, menurut pemain yang juga pernah membela Tottenham itu Kane juga punya kemampuan dalam membaca permainan.

"Buat saya, kualitas yang membuatnya muncul sebagai pemuda menjanjikan adalah kepercayaan dirinya yang luar biasa," kata Ferdinand dikutip dari Telegraph. "Dia adalah pemain yang sangat individual. Ia selalu tahu harus ke mana ia bergerak."

Perkembangan Kane pun terbilang pesat. Jadi idola baru sejak usia 20 tahun pada 2014, dan sempat dianggap hanya akan menjadi one-hit wonder, Kane tetap memamerkan keterampilannya dalam mencetak gol hingga saat ini. Musim keduanya bersama Pochettino, 28 gol ia ciptakan dari 50 laga. Musim lalu, yang menjadi ketiganya diandalkan manajer asal Argentina itu, Kane semakin tajam lewat torehan 35 gol dari 38 penampilan.

Apa yang ditunjukkan Kane saat ini membuat banyak orang seakan tak percaya. Hal ini dikarenakan pemain muda Inggris seringkali gagal bersinar di usia matang karena di masa muda mereka terlalu cepat terlena dengan popularitas sebagai pemain Liga Primer. Tapi Kane tak seperti pemuda Liga Primer kebanyakan, ia jauh dari klub malam dan alkohol serta lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bersantai bersama teman-temannya.

"Jika saya butuh bersantai, saya membawa dua anjing saya berjalan-jalan. Atau saya bermain golf," kata Kane dinukil dari Esquire. "Saya lupa kapan terakhir kali saya pergi ke klub. Tapi, semua orang berbeda. Saya hanya lebih senang menenangkan diri dengan membuat barbeque bersama teman-teman saya."

Hal ini diakui oleh David Bentley, mantan pemain Spurs yang juga rekan dekat Kane. "Sudah bertahun-tahun kami berteman," kata Bentley seperti yang dilansir Daily Mail. "Ia pria luar biasa dan sangat profesional. Ia tidak minum [alkohol], tapi ia tahu caranya punya waktu berkualitas bersama teman."

Sebagai penyerang, Kane cukup bisa beradaptasi dengan sepakbola modern. Ia bukan tipe penyerang yang hanya bergerak di sekitaran kotak penalti. Bahkan ia merupakan penyerang yang rajin menjemput bola, bergerak ke sayap, rajin bergerak untuk menciptakan ruang atau mendapatkan ruang kosong baginya untuk menembus lini pertahanan lawan.

"Di Tottenham, ia turun lebih ke dalam, ikut terlibat membangun serangan," kata David Pleat, pelatih tim muda Tottenham. "Ia juga terbukti memiliki kaki yang bagus, saya berbicara tentang kemampuan mengopernya, tidak hanya kemampuan mencetak golnya. Jadi ketika ia ikut turun, ia bisa berkombinasi dengan pemain lain."

"Karena ia berlari dari area lebih dalam, ia akan terlihat lebih cepat. Inilah yang membuat bek-bek lawan selalu terlambat mengambil bola ketika Harry [Kane] melewatinya. Ini sesuatu yang ia terus pelajari dari pelatih, dan ia melakukannya dengan sangat baik," lanjut Pleat.

Pleat menambahkan hal yang paling membuat Kane menjadi penyerang spesial; kedua kakinya sangat kuat. Dengan begitu, ia tak hanya bergantung pada satu kakinya ketika hendak mencetak gol. "Ada satu hal lain tentang Harry Kane, ia merupakan pemain yang mahir menggunakan dua kakinya. Sekarang, berapa banyak pemain yang bisa menggunakan kedua kakinya? Ia bisa mencetak gol dari kaki kanan atau pun kiri. Ia merupakan yang terbaik dalam melakukannya," tambah Pleat.

Itulah Kane. Semua klub Inggris kini mendambakannya. Hal yang wajar karena ia merupakan penyerang spesial. Ia masih muda, profesional, jauh dari alkohol, tidak malas bergerak, serta mahir menggunakan kedua kakinya baik dalam mengoper maupun dalam menyelesaikan peluang. Tak banyak penyerang Inggris yang seperti ini.

foto: metro.co.uk

Komentar