Spartak dan Dynamo, Kesebelasan Moscow yang Lahir di Tanggal yang Sama

On This Day

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Spartak dan Dynamo, Kesebelasan Moscow yang Lahir di Tanggal yang Sama

Pertandingan antara CSKA Moscow dengan Spartak Moscow yang bertajuk Main Moscow Derby, bisa dibilang pertemuan paling panas di Liga Primer Rusia saat ini. Tapi pertandingan itu baru memanas sejak 1990-an. Sebelumnya ada pertandingan antara kesebelasan Moscow yang lebih bersejarah, yaitu antara Spartak menghadapi Dynamo Moscow bernama Oldest Russian Derby.

Pertandingan itu disebut-sebut sebagai derby tertua di Moscow mengingat persaingan antara Dynamo dengan Spartak sudah lahir sejak 1920-an. Walau pada saat itu klub olahraga CSKA sudah ada sejak 1911, namun saat itu sepakbola masih belum terlalu berkembang. Sementara Spartak yang berdiri 18 April 1922, sudah mulai memfokuskan sepakbolanya selain cabang olahraga lain seperti atletik, hoki, senam, sepeda, tenis, tinju dan lainnya.

Berdirinya Spartak dianggap sebagai tim yang merakyat karena tidak seperti klub olahraga Soviet lainnya yang diadopsi instansi negara seperti polisi, tentara, perusahaan kereta api, pabrik dan lainnya. Spartak merupakan klub olahraga mandiri yang didukung serikat pekerja industri daging. Nama Spartak sendiri berasal dari gladiator Romawi dan pemberontak yang menyatakan perang terhadap adidaya Kota Roma, Spartacus.

Baca juga: Representasi Kota Moscow yang Ditunjukan Ultras Spartak Bagian I dan Bagian II

Satu tahun kemudian, Dynamo Moscow meresmikan diri sebagai klub olahraga yang dibentuk intelejensi kepolisian yang didukung Kementrian Dalam Negeri pada 18 April 1923. Awalnya, Dynamo seperti Spartak, yaitu klub olahraga yang terbuka untuk semua orang karena didirikan kalangan pekerja dan perwakilan pabrik pada 1887. Namanya saat itu masih Morozovtsi Orekhovo-Zuegvo Moskow dan sempat berubah menjadi OKS Moskow pada 1910.

Tapi sejak berubah menjadi Dynamo, klub olahraga itu seperti dijadikan alat untuk memperkuat kepolisian. Apalagi jika mengingat para pemain terbaik Soviet saat itu diambil dari kesebelasan-kesebelasan instansi negara. Maka dari itu ketika Spartak dan Dynamo bersua selalu dikenal sebagai perjuangan orang kecil melawan penguasa dengan tanggal lahir yang sama. Bayangkan, hari ini digelar dua pesta ulang tahun berbeda di Moscow yang memiliki rivalitas tinggi.

Rivalitas antara dua kesebelasan itu dimulai dengan perebutan sponsor di Moscow. Maka dari itu kedua kesebelasan sering gonta-ganti sponsor pada kurun waktu tersebut. Persaingan semakin meruncing pada 1930-an karena berlomba untuk menjadi kesebelasan terbaik di Moskow. Apalagi pada kompetisi Liga Top Uni Soviet 1936, Dynamo yang lebih muda dan memiliki akses kepada instansi negara bisa lebih jemawa karena menjuarai liga musim panas dan runner-up musim gugur. Sementara Spartak cuma berhasil menjuarai liga musim gugur pada waktu itu.

Derby tertua di Moscow ini juga memiliki dimensi politik sejak ditangkapnya Nikolai Starostin, pendiri dan pemain sepakbola Spartak, bersama tiga saudaranya pada 1937. Mereka ditangkap karena diduga mengimpor metode borjuis ke dalam olahraga Soviet. Namun mereka masih bisa bebas walau seterusnya tetap dipantau hukum dan proses pengadilan.

Pantauan itu yang membuat Starostin dan saudara-saudarnya terbawa ke masalah yang lebih serius. Selanjutnya mereka diduga memiliki rencana pembunuhan kepada Josep Stalin, pemimpin di Soviet pada waktu itu, agar mengubah Soviet menjadi negara fasis. Starostin dan pihak Sparta menduga bahwa tuduhan itu didalangi Lavrenty Beria. Ia Ia adalah pimpinan Dynamo dan tangan kanan Stalin karena pejabat eksekutif di intelejensi kepolisian. Beria juga memiliki ambisi menjadi pengganti Stalin.

Menjelang kematian Stalin, Starostin dan tiga bersaudaranya itu dibebaskan dan diizinkan kembali ke Moskow setelah diasingkan dan `direhabilitasi ala Soviet`. Kemudian Starostin pun kembali menjadi ketua Spartak dan harus mengeluarkan banyak biaya untuk membangun kembali kesebelasannya yang terkena imbas perang dunia kedua. Yang dilakukan Starostin ini berbeda dengan CSKA dan Dynamo yang mendapatkan perlindungan dari instansi negara sehingga tidak terlalu banyak kehilangan pemainnya.

Dynamo kemudian merasakan penurunan sejak meninggalnya Beria. Apalagi pada waktu itu muncul dan semakin meningkatnya permainan beberapa kesebelasan lain seperti Dynamo Kyiv, Zorya Voroshilovgrad, Ararat Yerevan, Torpedo, Dinamo Tbilisi, dan lainnya di sepakbola Soviet. Persaingan antara Spartak dan Dynamo sendiri baru kembali meningkat ketika Soviet runtuh dan Liga Primer Rusia dimulai pada 1992 (masih diorganisir warisan Soviet), yang kemudian resmi independen pada 2001.

Walaupun begitu, Dynamo sudah tidak sementereng sebelum 1970-an. Gelar liga domestik yang terakhir pun diraih pada 1979. Sejak itu mereka hanya menambah gelar dari kompetisi berbentuk turnamen saja seperti Piala Rusia dan lainnya di lemari prestasi mereka. Gelar yang diraih Dynamo untuk terakhir kalinya adalah Piala Rusia 1994/1995. Dynamo menurun menjadi kesebelasan papan tengah dan kalah bersaing dengan Zenit dan CSKA yang mulai mendapat perhatian lebih.

Bahkan pada musim 2015/2016, Dynamo dipastikan degradasi untuk pertama kalinya setelah dikalahkan Zenit St. Petersburg dengan skor 3-0. Alhasil musim ini tidak ada pertandingan Oldest Russian Derby karena sekarang Dynamo mendekam di Liga Nasional Rusia (Russian Football National League, divisi dua Liga Rusia). Situasi Dynamo yang tak kunjung membaik, bahkan sampai hari ini, membuat para pendukung Dynamo mempercayai bahwa kutukan Beria masih berlaku.

Mereka percaya bahwa Dynamo masih dihukum karena telah banyak kejahatan dan kekejaman yang dilakukan oleh Beria terhadap rakyat Soviet pada zamannya. Kendati demikian, Dynamo berpotensi kembali lagi ke Liga Primer Rusia karena tengah memimpin klasemen Liga Nasional Rusia 2016/2017. Dengan Spartak yang juga mulai tak terlalu superior, terakhir kali juara pada 2003, Oldest Russian Derby pada musim depan masih akan menjadi derby paling menarik di Rusia.

Sumber: Russian Football News, Wikipedia.

Komentar