Berbatov, Si Pemalas yang Rajin Mencetak Gol

Backpass

by redaksi

Berbatov, Si Pemalas yang Rajin Mencetak Gol

Pemain yang pernah membela Fulham, Brede Hangeland, pernah mengungkapkan sesuatu tentang Dimitar Berbatov. Ia menyebut bahwa penyerang asal Bulgaria tersebut adalah penyerang yang malas.

Dimitar Berbatov adalah seorang penyerang. Di beberapa klub yang ia bela, posisi ini tidak pernah berubah. Dari sejak ia membela CSKA Sofia sampai ia membela PAOK Salonika pada musim 2015/2016, posisi penyerang adalah posisi yang kerap ia tempati. Tapi, dari gerak-geriknya selama menjadi penyerang, tak ada sebuah keagresifan yang kerap dipertunjukkan oleh penyerang-penyerang pada umumnya.

Hal inilah yang diutarakan oleh Hangeland. Dalam wawancaranya dengan ESPN FC, ia mengungkapkan bahwa Berbatov bahkan lebih sering mengikuti pemijatan ketimbang ikut berlatih bersama rekan-rekannya. Hangeland mengalami ini ketika berada di satu tim bersama Berbatov di Fulham.

"Aku tidak pernah melihat pemain yang banyak dipijat begitu sering seperti Berbatov. Aku yakin ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk dipijat daripada berlatih. Setiap kali pemain lain berlatih, Berbatov pasti akan sibuk dipijat, dan agar hal ini tetap bersifat rahasia, pada akhir musim nanti ia akan memberikan hadiah kepada fisioterapis klub," ujar Hangeland.

Melihat pergerakan Berbatov setiap kali bertanding, dan juga mendengarkan pengakuan dari temannya sendiri tentang apa yang ia lakukan saat rekan-rekan setimnya latihan, boleh-boleh saja mencap Berba sebagai penyerang yang malas, yang jika merujuk kepada ujaran Hangeland serupa dengan Emmanuel Adebayor.

Tapi, memerhatikan segala rekor yang pernah ia cetak bersama tim-tim yang ia bela, sifat pemalas ini tampaknya tidak terlalu memberikan pengaruh besar ketika ia bertanding di sebuah pertandingan kompetitif. Selama membela beberapa tim di liga-liga yang berbeda, mulai dari CSKA Sofia, Bayer Leverkusen, Tottenham Hotspur, Manchester United, Fulham, AS Monaco, sampai PAOK Salonika, cukup banyak gol-gol yang ia cetak.

Total selama berkarier sebagai pesepakbola, dari 596 pertandingan yang sudah ia jalani, Berba sudah mencetak 241 gol. Total golnya terdistribusi cukup rata, sesuai dengan penampilan yang ia torehkan bersama klub-klub yang sudah ia bela. Torehan gol yang paling banyak ia cetak ketika membela Bayer Leverkusen dalam ajang Bundesliga dan membela Manchester United dalam ajang Liga Primer. Di Leverkusen, ia sukses mencetak 69 gol, sedangkan ketika di United ia sukses menorehkan 48 gol.

Khusus untuk di United, namanya melegenda setelah menjadi satu dari sekian banyak pemain United yang mampu mencetak hattrick ke gawang Liverpool dalam pertandingan Liga Primer yang digelar pada 19 September 2010 di Old Trafford. Hattrick ini bahkan mengantarkan The Red Devils menang atas The Reds dengan skor 3-2 ketika itu, sekaligus menenggelamkan dua gol yang dicetak Steven Gerrard kala itu.

Berbatov memang malas. Gerakannya tidak seliat dan setangkas Diego Costa, Sergio Aguero, ataupun Luis Suarez. Ia juga mungkin tidak rajin mengikuti sesi latihan dan lebih senang dipijat. Tapi ia tetap mencetak gol. Ia tetap menunaikan tugasnya sebagai penyerang. Itu adalah nilai lebih dari seorang Berbatov yang membuatnya mampu berkontribusi di setiap klub yang ia bela.

Pada ulang tahunnya yang akan jatuh pada 30 Januari, harapan tentunya muncul supaya Berbatov dapat kembali membela sebuah klub sepakbola, karena sekarang ia masih menganggur dengan status free agent. Semoga saja kelak ia bisa mendapatkan klub lagi, dan dapat kembali menunjukkan kemalasan yang diiringi oleh kemampuannya yang baik dalam mencetak gol.

foto: Wikipedia

(sf)

Komentar