Sekelumit Kisah Romagnoli dan Inter Milan | Pandit Football Indonesia

Sekelumit Kisah Romagnoli dan Inter Milan

On This Day

by Gunanda Hasdiansyah 35925

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Sekelumit Kisah Romagnoli dan Inter Milan

Alessio Romagnoli merupakan salah satu bek paling berbakat yang dimiliki oleh Italia saat ini. Di usianya yang masih 20 tahun, ia sudah menjadi andalan di lini pertahanan kesebelasan besar Italia, AC Milan, pada musim 2015/2016 lalu. Hal itu pun berlanjut pada musim 2016/2017, ia masih tetap menjadi andalan di lini belakang Milan.

Bukan hanya dipercaya mengawal lini pertahanan Milan, Romagnoli pun sudah dipercaya untuk mengawal lini pertahanan timnas Italia. Ia sudah bermain sebanyak empat kali sejak diberikan debut oleh pelatih Italia, Giampiero Ventura, pada 1 September 2016 ketika Italia melawan Perancis pada pertandingan persahabatan.

Sebelum bermain bagi Milan, Romagnoli memang sudah digadang-gadangkan sebagai penerus bek-bek tangguh Italia di masa depan. Mantan pelatihnya di Sampdoria dan Milan, Sinisa Mihajlovic, bahkan menyebut bahwa permainan Romagnoli mirip dengan bek legendaris Italia, Alessandro Nesta, namun Romagnoli dianggap oleh Mihajlovic lebih berteknik dibandingkan Nesta.

Wajar saja jika Mihajlovic menyebut Romagnoli lebih berteknik dibandingkan Nesta, karena pada saat awal kariernya sebagai pesepakbola saat di akademi AS Roma, ia bermain sebagai gelandang tengah. Hal inilah yang membuatnya mempunyai teknik yang cukup bagus sebagai pemain belakang terutama dalam penguasaan bola.

Dan pernyataan Mihajlovic yang menyebut permainan Romagnoli mirip dengan Nesta juga tidak salah, karena Romagnoli ternyata memang mengidolainya mantan bek Lazio dan Milan tersebut.

“Pemain belakang yang banyak menginspirasi saya dari masa lalu adalah Alessandro Nesta, sementara hari ini Thiago Silva memiliki pengaruh kuat terhadap saya,” ujar Romagnoli kepada Sky Sports Italia pada 2014 lalu.

Romagnoli sekarang sedang mengikuti jejak sang idolanya tersebut dengan bermain untuk AC Milan. Namun ia ternyata memiliki sedikit kisah di masa lalu yang berhubungan dengan rival sekaligus tetangga Milan yaitu Inter Milan.

Hampir bergabung dengan Inter Milan

Sebuah kejadian menarik hampir terjadi pada 2011. Ketika itu Romagnoli masih bermain untuk tim Primavera AS Roma. Romagnoli sempat diajak bergabung ke Inter Milan oleh mantan pelatihnya di tim Primavera Roma, Andrea Stramaccioni.

Stramaccioni merupakan pelatih di tim Primavera Roma dari 2005 sampai akhirnya ia pindah ke tim Primavera Inter Milan pada 2011. Dengan pengalaman melatih di tim Primavera Roma, Stramaccioni tentu paham betul akan potensi yang dimiliki oleh Romagnoli. Sehingga wajar-wajar saja ketika ia mengajak mantan anak asuhnya tersebut untuk bergabung dengannya di Inter Milan.

Namun sayangnya keinginan Stramaccioni tersebut ditolak oleh AS Roma. Roma tentu tidak ingin kehilangan salah satu pemain muda berbakatnya saat itu. Hal ini diungkapkan langsung oleh sang pemain pada sebuah wawancara dengan La Gazzetta dello Sport 2014 lalu.

“Stramaccioni mengatakan kepada saya tentang kesempatan untuk bergabung dengan Inter, tetapi Roma menolak untuk melepas saya,” ujar Romagnoli.

Jika saja waktu itu Inter berhasil merekrut Romagnoli, mungkin mereka akan merasakan kenyamanan yang luar biasa di lini pertahanan karena dikawal oleh Romagnoli. Dan juga mereka juga tidak akan terlalu memusingkan kondisi lini pertahanan mereka sampai beberapa tahun ke depan. Hal inilah yang saat ini sedang dirasakan oleh tetangga mereka, AC Milan. Inter tentu akan cukup menyesali kegagalan mereka dalam merekrut Romagnoli ketika mempunyai kesempatan pada 2011 lalu.

Mengidolai Valentino Rossi

Romagnoli masih mempunyai kisah lainnya yang berhubungan dengan Inter Milan selain tentang hampir bergabungnya ia dengan Inter pada 2011. Kisah tersebut berhubungan idolanya. Jika di sepakbola ia mengidolai Alessandro Nesta dan Thiago Silva, di ajang balap motor atau MotoGP ia juga mempunyai idola pada diri seorang Valentino Rossi.

Romagnoli diketahui memang menyukai sepeda motor. Jadi wajar-wajar saja ketika ia mengidolainya pembalap asal Italia tersebut, karena Rossi merupakan pembalap MotoGP tersukses sepanjang masa. Rossi tentu merupakan idola bagi sebagian besar orang penggemar ajang balap motor tersebut. Bahkan saking mengidolakan Rossi, Romagnoli pun mengenakan no. 46 yang selama ini identik dengan Rossi sebagai nomor punggungnya ketika memperkuat Roma.

“Saya menggunakan nomor punggung 46 karena saya merupakan penggemar Valentino Rossi,” ujar Romagnoli Sky Sports Italia pada 2014 lalu.

Romagnoli juga sempat dikabarkan akan mengenakan nomor punggung 46 ketika ia bermain di Milan. Namun hal itu tidak terjadi, ia akhirnya mengenakan nomor punggung 13 di Milan. Banyak kabar yang beredar bahwa tidak jadinya Romagnoli mengenakan no. 46 dikarenakan nomor tersebut identik dengan Valentino Rossi. Seperti diketahui, Rossi merupakan penggemar setia sang rival AC Milan yaitu Inter Milan.

Namun juga ada kabar yang beredar menyebutkan bahwa Romagnoli memang ingin mengenakan no. 13 karena merupakan nomor punggung yang dikenakan oleh idolanya Nesta saat di Milan. Dan no.13 juga identik dengan Nesta.

Tidak ada yang tahu kebenaran dari kedua kabar tersebut. Tapi yang jelas, pemain kelahiran 12 Januari 1995 ini memiliki sekelumit kisah yang menghubungkan dirinya dengan Inter Milan, tetangga dari kesebelasan yang dibelanya saat ini.

Sumber : espnfc.co.uk, calciomercato.it, forzaitalianfootball.com

foto : eurosport.com

Komentar