Saat Puskas Mendarat di Real Madrid dan Meraih Sukses Kembali

On This Day

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Saat Puskas Mendarat di Real Madrid dan Meraih Sukses Kembali

Pada 11 Agustus 1958, seorang pemain masyhur bernama Ferenc Puskas resmi berseragam Real Madrid. Saat ia menandatangani kontraknya bersama Los Blancos, Puskas sudah dikenal berkat apa yang sudah ia lakukan bersama timnas Hungaria, maupun bersama klub asalnya Honved.

Pemain yang memiliki julukan The Galloping Major ini adalah pemain yang bergelimang trofi ketika itu. Pada 1948, ia mendapatkan gelar sebagai topskor Eropa, juga mendapatkan penghargaan sebagai Pemain Terbaik Dunia pada 1953. Itu baru gelar pribadi dari Puskas, belum torehan gelar yang ia dapat bersama timnas Hungaria.

Puskas adalah bagian dari “Magical Magyars” yang pernah membuat geger dunia sepakbola dalam Piala Dunia 1954 (sebelum dikalahkan Brasil). Ia juga adalah bagian dari timnas Hungaria yang meraih medali emas dalam perhelatan Olimpiade 1952 Helsinki, Finlandia. Bersama Honved, ia berhasil meraih gelar Liga Hungaria selama lima kali berturut-turut.

Namun, semua berubah pada 1956. Ketika itu, ia sedang bersama Honved sedang mengikuti babak pertama European Cup. Mereka bertandang ke Spanyol untuk menghadapi Athletic Bilbao. Mereka kalah 3-2, tapi, ketika akan kembali ke Hungaria, Revolusi Hungaria sedang pecah di Budapest. Hal ini membuat Puskas, juga rekan-rekannya yang lain seperti Sandor Kocsis dan Zoltan Czibor, menolak untuk kembali ke Hungaria.

Akibat keputusannya ini, UEFA menghukum Puskas dengan larangan bermain selama dua tahun. Usai larangannya tersebut berakhir, Puskas menemukan klub baru di tanah Spanyol, yaitu Real Madrid. Meski dua tahun tidak bermain, ia masih mampu menunjukkan kemampuannya bersama El Real dengan mempersembahkan trofi-trofi penting.

Dari 1961 sampai 1965, lima kali berturut-turut Puskas sukses mengantarkan Real Madrid menjadi juara La Liga. Dalam kurun waktu tersebut ia juga sukses mengantarkan Madrid lima kali masuk babak final European Cup, dan memenangkan tiga diantaranya. Terakhir kali ia membela Madrid pada European Cup 1966. Setelah itu, ia memutuskan untuk pensiun sebagai pesepakbola.

Seusai pensiun, Puskas menjadi pelatih dan menangani beberapa tim dalam kurun waktu 1967 sampai 1992. Salah satu tim yang sukses ia latih adalah Panathinaikos, yang ia antarkan masuk babak final European Cup pada 1971. Ia meninggal dunia pada November 2006 dan dikuburkan di ruang bawah tanah gereja St. Stephen’s Basilica di Budapest.

Mungkin, satu-satunya yang bisa kita ingat tentang Puskas, yang mencetak begitu banyak gol dalam kariernya, adalah Puskas Award.



Komentar