12 Juli, Hari Bersejarah untuk Film "Shaolin Soccer" | Pandit Football Indonesia

12 Juli, Hari Bersejarah untuk Film "Shaolin Soccer"

On This Day

by Sandy Firdaus 21435

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

12 Juli, Hari Bersejarah untuk Film "Shaolin Soccer"

Anda tahu film Shaolin Soccer? Film yang sempat menggemparkan dunia karena memadukan unsur sepakbola dengan kungfu ini berulang tahun. Tanggal 12 Juli adalah tanggal ulang tahun film ini, karena film ini sendiri rilis pertama kali pada 12 Juli 2001. Tempat rilis film ini adalah di Hong Kong, sesuai dengan tempat kelahiran sang penulis naskah sekaligus merangkap sebagai sutradara dan aktor, Stephen Chow.

Film ini bercerita tentang enam bersaudara yang memiliki kekuatan super juga seorang ahli kungfu yang membentuk sebuah tim sepakbola bernama Tim Shaolin. Tim Shaolin ini diceritakan mengikuti kompetisi sepakbola di Tiongkok sampai akhirnya mereka berhasil masuk ke babak final China Super Cup.

Tantangan berat harus mereka hadapi pada babak final ini, karena mereka melawan Tim Evil, tim yang bermaterikan pemain-pemain yang juga memiliki kekuatan super seperti halnya Tim Shaolin, namun bersifat lebih jahat. Pada akhirnya, pertandingan seru pun tak terelakkan, sebuah pertandingan yang epik antara si baik dan si jahat. Meski sempat kesulitan, Tim Shaolin akhirnya mampu memenangkan pertandingan final ini dan menjadi juara.

Film ini sendiri laris di Hong Kong dengan mencatatkan pemasukan tertinggi, sebelum kelak dikalahkan juga oleh film Stephen Chow yang lain berjudul Kung Fu Hustle yang rilis pada 2004. Film ini banyak meraih penghargaan dalam Festival Film Hong Kong, utamanya bagi Stephen Chow yang berperan sebagai penulis naskah, sutradara, sekaligus aktor. Ia meraih berbagai penghargaan, yaitu sebagai Aktor Terbaik sekaligus Sutradara Terbaik.

Penghargaan itu melengkapi penghargaan lain yang juga diraih oleh film ini, yaitu kategori Visual Terbaik dan juga Pemeran Pembantu Terbaik.

Namun, terlepas dari begitu suksesnya film ini di Hong Kong, di Tiongkok film ini mendapatkan berbagai kecaman, utamanya karena pihak Tiongkok menilai film ini merendahkan orang-orang yang beragama Buddha karena menempatkan kata Shaolin sebelum kata soccer.

Ada juga versi lain yang mengatakan bahwa kesalahan dari Stephen Chow yang merilis film ini di Hong Kong sebelum mendapatkan izin resmi dari pihak pemerintah Tiongkok. Oleh karenanya, film ini mendapatkan larangan tayang di wilayah Tiongkok selama satu tahun penuh.

Terlepas dari segala prestasi dan juga kontroversi yang menaungi film ini, film ini tetap menjadi hiburan bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Film ini setidaknya menginspirasi bahwa sepakbola dapat dimainkan oleh semua kalangan tanpa melihat dari mana seseorang tersebut berasal, dan juga sepakbola bisa digunakan sebagai alat untuk menyebarkan budaya kungfu kepada seluruh penjuru dunia.



foto: wall.alphacoders.com

Komentar