Tonggak Awal Kejuaraan Antar Klub Sepakbola Perempuan di Eropa

On This Day

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tonggak Awal Kejuaraan Antar Klub Sepakbola Perempuan di Eropa

Mengakrabkan diri dengan sepakbola perempuan memang membutuhkan proses, yang bisa saja tak singkat. Layaknya PDKT, sepakbola perempuan pun mesti dikenali agar tumbuh rasa senang dan suka kita terhadap 22 orang perempuan yang berlari mengejar satu bola di lapangan hijau ini.

Meski kompetisi antara negera seperti Piala Dunia dan Piala Eropa Perempuan sudah berjalan sejak tahun 1991, sayangnya, kompetisi antar klub perempuan baru ada sepuluh tahun kemudian di tahun 2001. Itupun setelah pengajuan proposal pada tahun 2000, yang baru disahkan pada pertemuan UEFA di Perancis tanggal 23 Mei 2000.

Pasca pengesahan proposal tersebut, UEFA menetapkan kompetisi yang diberi nama UEFA Women’s Cup akan digelar musim 2001-02. Dan akhirnya, tepat hari ini, 14 Agustus, laga pertama kali kejuaraan antar kesebelasan perempuan di Eropa dihelat.

Meskipun masih bertajuk laga kualifikasi, pertandingan saat itu menentukan satu tim yang mendapatkan jatah menuju fase grup. Laga ini mempertemukan kesebelasan FC Codru Chi?in?u dari Moldova dan NK Ilirija dari Slovenia.

Pertandingan yang dilangsungkan dengan sistem dua leg tersebut nyata-nyatanya menjadi mimpi buruk bagi kesebelasan NK Ilirija. Hal tersebut dikarenakan mereka dilumat habis dengan skor 9-0 lewat gol-gol dari Gabriela Enache (menit ke 2’, 23', 36' (pen), 72') dan lima gol lainnya dicetak oleh Svetlana Frisko (14', 90'), kemudian Angela Toma (26'), Marianna Berinczan (66'), serta oleh Jozefina Deliu (77').

Secara matematis, FC Codru Chi?in?u sudah pasti lolos menuju fase grup UEFA Women’s Cup untuk pertama kalinya saat itu. Namun pada pertandingan leg kedua, mereka enggan mengendurkan gempuran. Lagi-lagi mereka berhasil menggilas NK Ilirija dengan skor 9-0. Gol-gol mereka dicetak dari  bunuh diri Subotic (menit ke 19’), kemudian Gabriela Enache pada menit (32’, 40’, 56’ (pen), 69’, 80’, 90’) serta dari Titova (44’) dan Jozefina Deliu (58’).

Penampilan gemilang Gabriela Enache dengan memborong total 10 gol dari 18 gol yang tercipta membuat FC Codru Chi?in?u berhasil melenggang menuju fase grup UEFA Women’s Cup dan tergabung bersama FFC Frankfurt (Jerman), Levante (Spanyol) dan CSC Yerevan (Rumania).

Pada perhelatan pertamanya, UEFA Women’s Cup melahirkan FFC Frankfurt sebagi juara pada edisi pertama turnamen ini. Kesebelasan asal Jerman tersebut menyudahi perlawanan kesebelasan asal Swedia, Umea IK dengan skor 2-0. Kedua gol tersebut dicetak oleh Steffi Jones di menit ke 68 dan Birgit Prinz di menit 89. Sebagai catatan, Birgitz Prinz merupakan salah satu legenda hidup sepakbola perempuan di Jerman dan dunia.

Adidaya kesebelasan Jerman di kancah persepakbolaan perempuan Eropa terus berlanjut sampai hari ini. Selain memiliki liga sepakbola perempuan terbaik di dunia, mereka juga menjuarai turnamen ini sebanyak sembilan kali dengan empat kesebelasan yang berbeda yaitu FFC Frankfurt, Turbine Potsdam, VfL Wolfsburg dan FC Duisburg.

Sedangkan lima gelar sisanya diraih oleh kesebelasan asal Swedia (Umea IK) dua kali, Perancis (Lyon) dua kali dan Inggris (Arsenal) sekali. Untuk diketahui, UEFA Women’s Cup bertahan dari musim 2001-02 hingga musim 2008-09 dan berubah nama menjadi UEFA Women’s Champions League dari musim 2009-10 hingga saat ini. Musim lalu, gelar jaura diraih oleh FFC Frankfut setelah menumbangkan PSG dengan skor 2-1 lewat gol-gol Celia Sasic dan Mandy Isalcker untuk Frankfurt dan satu gol balasan dari Marie-Laure Delia untuk PSG.

UWCL - seteng

Sumber foto: Wikipedia & Tulisan diolah dari berbagai sumber.

 Tulisan lainnya tentang kisah-kisah sepakbola perempuan:

Komentar