Mengenang Alan Shearer dan Kejayaan Blackburn Rovers

On This Day

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mengenang Alan Shearer dan Kejayaan Blackburn Rovers

Jika si boncel ajaib Maradona sampai dituhankan oleh para penggemar Napoli dan dibuatkan gereja untuknya, maka Alan Shearer pun begitu. Oleh para sebagian pendukung Newcastle United, ia dijuluki "The Geordie God".

Wajar saja demikian, karena Alan Shearer adalah penyerang paling subur di kesebelasan yang berjuluk The Magpies tersebut. Total 206 gol digelontorkan oleh pria kelahiran 13 Agustus 1970 ini.

Namun, bila puncak karir mesti ditandai dengan gelar prestisius, (mungkin) Alan Shearer sesungguhnya mengalami titik puncaknya ketika membela Blackburn Rovers. Bahkan pada tiga musim terakhirnya di Ewood Park, ia rutin mencetak 30 gol lebih di kancah liga Primer Inggris.

***

Kepindahannya ke Ewoord Park pada Juli 1992 silam ternyata memiliki kisah tersendiri bagi Shearer. Selain nilai fantastis 3,6 juta pounds (saat itu, angka 3,6 juta pounds cukup besar) atas kepindahannya dari Southampton menuju Blackburn, ternyata ia juga sempat digoda oleh Manchester United.

"Saat itu, aku bersama istriku yang hamil tujuh bulan bertemu dengan Kenny Dalglish yang menjabat sebagai manajer di Blackburn dan Ray Harford selaku pelatih kepala mereka di Thistle Hotel, Haydock" kenang Shearer.

Setelah pembicaraan antara sang penyerang beserta pihak kesebelasan yang meminatinya tentang rencana-rencana di masa depan, Alan Shearer berjanji pada Dalglish akan memberikan jawaban tiga hari setelah pertemuan di hari tersebut.

Namun, pada hari yang sama ia mendapatkan telepon langsung dari pihak Manchester United. Mereka bilang akan sangat senang jika mereka berbicara langsung dengan Shearer apalagi bisa mengontraknya untuk The Red Devils.

Ia yang cukup bimbang akhirnya menjawab dengan sangat bijak bahwa ia sendiri baru saja terlibat dalam pembicaraan langsung dengan pihak Blackburn dan akan memberikan jawabannya dalam waktu tiga hari ke depan. Namun ia tak menutup rapat bagi kesebelasan lain jika ingin langsung berbicara dengannya perihal masalah transfer musim panas.

Namun, United tampaknya tak merespon secara serius. Tiga hari sudah dilewati oleh Alan tanpa ada penawaran dan pembicaraan langsung dari Man United dan ia akhirnya menepati janjinya kepada Kenny Dalglish untuk menandatangani kontrak dengan Blackburn dan ia sangat senang dengan hal itu.

Pertimbangan lainnya untuk bergabung Blackburn Rovers adalah kedekatannya dengan Ray Harford, sang pelatih kepala Blackburn. Ia sendiri sebelumnya pernah diasuh oleh Harford saat membela tim nasional Inggris U-21 saat mengikuti Turnamen Toulon, Prancis. Saat itu ia menjadi bintang dalam turnamen tersebut dengan mengepak tujuh gol dari empat pertandingan.

Bahkan Alan Shearer menyebut Harford sebagai pelatih yang fantastis. Ia juga percaya dengan kepindahannya ke Blackburn Rovers yang dilatih oleh Harford, dimanajeri dengan Dalglish yang berpengalaman di liga dan mempunyai pemilik seperti Jack Walker dengan kekuatan finansialnya, maka ia yakin bahwa Blackburn mampu berbicara banyak di liga primer Inggris.

Bagi Shearer, kepindahan ke Blackburn adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah ia buat sepanjang kariernya.

***

Alumni Blackburn Rovers 1994-1995 (sumber: twitter Alan Shearer) Alumni Blackburn Rovers 1994-1995 (sumber: BBC/twitter Alan Shearer)


Akhirnya, setelah dua puluh tahun berselang pasca kesuksesan Blackburn Rovers bersama Shearer merengkuh gelar liga primer Inggris pada musim 1994-1995 lalu, para penggawa Blackburn alumni 1994-1995 berkumpul kembali dalam acara perayaan 20 tahun kemenangan mereka di liga Inggris pada 16 Mei 2015 lalu.

Sang manajer Kenny Dalglish yang turut hadir malam itu mengungkapkan kepada BBC bahwa "Musim 1994-1995 seperti cerita Cinderella, sangat romantis."

Wajar saja jika Kenny Dalglish berbicara demikian karena kesebelasan yang bernaung di Lanchasire timur tersebut tak memiliki lebih dari 100.000 populasi. Kawasan kecil tersebut hanya memiliki kesebelasan yang berlaga di divisi kedua sebelum Jack Walker mengambil alih kesebelasan Blackbur Rovers tersebut. Akhir musim 1992 memenangi play-off menuju liga Primer, dan tiga tahun kemudian menjuarai liga Primer. Bagi Dalglish, menurutnya tak ada yang mampu mengulangi prestasi secepat itu lagi.

Senada dengan Dalglish, bagi Alan Shearer pencapaian unik Blackburn tersebut akan terus dikenang sepanjang masa dan tak akan mudah untuk mengulanginya kembali, seperti dikutip dari Lancashire telegraph.

Tak mengherankan jika seorang Dalgish dan Shearer berkata demikian, toh sejak digulirkannya liga Primer pada musim 1992-1993, Blackburn Rovers adalah satu-satunya pengganggu kedigdayaan Manchester United dan Arsenal di era 90-an dan berlanjut menuju era Chelsea dan Manchester City di era 2000-an hingga saat ini.

Dan bagi Alan Shearer yang hari ini berulang tahun, penampilan apiknya bersama Blackburn Rovers adalah pembuka jalan cita-citanya untuk menjadi kapten tim nasional Inggris dan sebagai awalan dari penahbisan dirinya sebagai "Tuhan" oleh sebagian besar para penggemar Newcastle United, kesebelasan asal kampung halamannya sendiri.

Sumber gambar: Talksport.com

Komentar