Riwayat Kekuasaan Florentino Perez Dimulai dengan Membajak Figo | Pandit Football Indonesia

Riwayat Kekuasaan Florentino Perez Dimulai dengan Membajak Figo

On This Day

by Zakky BM 7767

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Riwayat Kekuasaan Florentino Perez Dimulai dengan Membajak Figo

Sebagai salah satu kesebelasan yang memiliki kekhasan berdemokrasi bagi para anggota (socios) resminya, Real Madrid Club de Futbol mengadakan pemilihan umum presiden sebagai bentuk demokrasi tersebut. Real Madrid bukanlah satu-satunya kesebelasan yang menerapkan sistem pemilihan presiden klub; Barcelona, Athletic Bilbao dan Osasuna juga melakukan hal serupa.

Tepat hari ini, 16 Juli pada tahun 2000 lalu, Real Madrid mengukuhkan Florentino Perez Rodriguez sebagai presiden Real Madrid ke-15. Dalam pemilihan tersebut, Florentino Perez berhasil mengalahkan presiden inkumben sebelumnya yaitu Lorenzo Sanz.

Layaknya kampanye-kampanye caleg atau pemilihan presiden di Indonesia, para kandidat presiden di pilpres Real Madrid pun sudah pasti mengeluarkan janji-janji manis atas nama kemajuan kesebelasan. Bukan hal yang mengejutkan jika seorang kandidat tak segan mengiming-imingi para pemegang hak pilih dengan janji mendatangkan pemain bintang jika ia berhasil memenangkan pemilihan.

Florentino Perez yang pernah gagal pada pemilihan presiden 1995 ternyata mempunyai strategi lain untuk memenangkan hati para socios pada periode kampanye tahun 2000 lalu. Ia dengan penuh percaya diri mendeklarasikan bahwa Luis Figo, sang superstar Barcelona yang notabene merupakan musuh bebuyutan, akan bermain untuk Real Madrid jika ia terpilih nanti.

Tentu janjinya ini seperti omong kosong bagi sebagian besar pengamat sepakbola Spanyol dan media Katalunya saat itu. Lucunya, Luis Figo justru mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan apa yang digembar-gemborkan Perez. Dalam wawancaranya bersama Harian Sport, Luis Figo menegaskan kalau ia tak cukup gila untuk menyepakati perjanjian yang dikatakan Perez tersebut.

Florentino Perez dikenal sebagai salah satu presiden yang keras kepala. Reputasinya semakin memburuk karena ia enggan membentuk tim sepakbola perempuan Real Madrid. Anda bisa baca ceritanya di: "113 Tahun Kesunyian Perempuan di Real Madrid"


Florentino Perez bergeming. Ia tetap bersikukuh akan mendatangkan bintang asal Portugal tersebut ke Santiago Bernabeu demi melancarkan misinya. Yang lebih gila, ia juga berani menjanjikan tiket tahunan gratis kepada para penggemar Real Madrid jika gagal memboyong Figo ke Bernabeu.

Keputusan gila Perez dalam kampanye tersebut bukan tanpa perhitungan. Ia benar-benar percaya diri dapat mengalahkan semua pesaingnya, termasuk Lorenzo Sanz yang memiliki modal trofi Liga Champions 1998 dan 2000 sebagai capaian saat ia memegang kemudi Madrid periode 1995 sampai 2000.

Salah satu strategi awal pergerakan "bawah tanah" Florentino Perez adalah dengan meminta sang agen, Jose Veiga untuk menyusun pra-perjanjian dengannya secara rahasia agar tak terendus media manapun.

luis-figo-florentino-perez-alfredo-di-stefano Florention Perez, Luis Figo dan Alfredo di Stefano saat perkenalan sang superstar (sumber: realmadridnews.com)


Perjanjian terselubung antara Jose Veiga dan pihak Perez, jika memang terbukti, tentu telah melanggar peraturan FIFA saat itu. FIFA secara tegas dan jelas melarang negosiasi antara klub peminat (dalam hal ini: Real Madrid) dengan pemain (dalam hal ini Figo dan Agennya) jika si pemain masih terikat kontrak.

Sewajarnya, Figo baru bisa bernegosiasi dengan kesebelasan lain enam bulan sebelum kontraknya berakhir. Dan untuk diketahui, kontrak Luis Figo saat itu baru akan berakhir pada akhir musim 2003-2004.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa salah satu klausul yang terdapat dalam perjanjian ini mengharuskan Figo dan agennya untuk membayar sebesar 5 miliar pesetas jika Figo menolak untuk menyepakati perjanjian. Jelaslah kalau perjanjian ini tidak memberikan keleluasaan bagi Figo untuk memilih.

Kabar lainnya menyebutkan bahwa image rights Luis Figo secara tidak langsung telah diserahkan kepada Real Madrid. Perez, dalam hal ini tentu memiliki peran di balik layar. Ialah yang menjual image rights milik Luis Figo kepada perusahaan Telefonica sebesar 1 miliar pesetas dan nilai tersebut akan naik 4 kali lipat pada tahun berikutnya. Bisnis ini tentu dapat diandalkan untuk menutupi pengeluaran Perez dan Real Madrid terkait kewajiban untuk menebus klausul jual Figo saat itu.

Baca juga curhatan seorang penggemar di kolom Pandit Sharing yang berjudul: Surat Terbuka Untuk Florentino Perez


Memang, kontroversi-kontroversi yang telah dipaparkan sebelumnya masih diragukan kesahihannya dan masih menjadi bahan perdebatan. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah Luis Figo berhasil dipinang oleh Real Madrid di awal rezim Perez. Hal tersebut berhasil menghebohkan ranah persepakbolaan dan tentu saja, para Barcelonistas naik pitam bahkan mengecap Figo sebagai pengkhianat.

Situasi ini diperpanas oleh pernyataan presiden Barca, Joan Gaspart yang menjelaskan bahwa uang adalah satu-satunya alasan di balik kepindahan Figo ke Madrid. Padahal, beberapa kabar justru menyebutkan bahwa presiden Barca lah yang tak mampu untuk memagari Figo dan terkesan menyepelekan kampanye gila-gila a la Perez saat itu.

Pada kenyataannya, kepemimpinan Florentino Perez memang mampu mengangkat kondisi keuangan yang menjadi warisan tak sedap di era Lorenzo Sanz. Dan bagaimana pun juga, tangan dingin Perez pula lah yang berhasil meningkatkan citra Real Madrid lewat proyek ambisius bertajuk Los Galacticos.

Ironisnya, proyek Los Galacticos yang memang berhasil mendatangkan nama-nama besar justru tak sanggup untuk selalu memberikan penghormatan kepada pelatih, pesepakbola maupun legenda yang sudah lebih dulu membesarkan nama Real Madrid lewat apa-apa yang diperjuangkannya di atas lapangan. Vicente Del Bosque, Makalele ataupun Hierro adalah segelintir nama yang disisihkan demi melanggengkan ambisinya tersebut.Padahal, tak ada yang bisa yang menyangkal kalau mereka adalah pelatih dan pemain yang berjasa bagi Real Madrid di masanya. (Baca juga: Casillas, Real Madrid, dan Rumah yang Tak Yahud-yahud Amat)

Florentino Perez akhirnya mengundurkan diri pada 27 Februari 2006 pada masa jabatannya yang pertama. Namun pada 14 Mei 2009, ia kembali maju untuk pemilihan presiden dan terpilih kembali pada 1 Juni 2009.

Kebijakannya tak banyak berubah, ia tetap membangun skuat menterang bertemakan Los Galacticos jilid 2 dengan segala gelar berikut dosa yang sampai hari ini masih menjadi perdebatan di kalangan Madridista. (Baca juga: Dosa-dosa Florentino Perez)

Sumber Tulisan: The Independent, Elpais, Espn FC, The Guardian.

Komentar