On This Day 1981, Si Angkuh Zlatan Terlahir ke Bumi

On This Day

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

On This Day 1981, Si Angkuh Zlatan Terlahir ke Bumi

Zlatan tidak dikenal sebagai pemain yang loyal pada satu klub. Ia bukanlah Paolo Maldini yang mencurahkan hidupnya di AC Milan. Bukan pula Ryan Giggs yang saat masa pensiunnya pun masih berada di Old Trafford sebagai asisten pelatih. Namun, hanya pada dua hal yang membuatnya loyal: kesuksesan dan keangkuhan.

Tepat pada hari ini, 33 tahun yang lalu, Zlatan lahir ke dunia. Pria yang dianugerahi gol terbaik FIFA Puskas Award 2013 tersebut menjadi salah satu penyerang paling tajam saat ini. Rasio golnya mencapai 0,57 gol per pertandingan. Hitung-hitungan matematisnya ia mencetak satu gol dalam dua pertandingan.

Namun, bukan itu yang akan paling dikenang dari seorang Zlatan. Tatapan matanya yang angkuh kerap terekam kamera. Setidaknya, bulan lalu saja ada dua klip yang memperlihatkan tatapan tersebut.



 

Meskipun demikian, toh publik masih menyukainya. Kebanyakan, tidak menganggap apa yang dilakukan Zlatan tersebut sebagai hal yang serius.

Selain dikenal dengan keangkuhannya, Zlatan juga identik dengan kesuksesan. Hampir semua tim yang ia bela, pasti menghadirkan gelar.

Nama Zlatan mulai dikenal kala ia membela Ajax Amsterdam. Didatangkan dari Malmo dengan nilai 8,7 juta euro, Zlatan awalnya sudah digoda Arsene Wenger untuk bergabung dengan Arsenal. Bersama Ajax, ia mempersembahkan dua gelar Eredivisie dan Piala KNVB.

Pada 31 Agustus 2004, ia dijual ke Juventus dengan nilai 16 juta euro. Penjualan ini terbilang kontroversial karena sang pemain dianggap mencederai rekannya sendiri di Ajax, Rafael van Der Vaart saat laga Swedia menghadapi Belanda. Keberuntungan memayungi Zlatan. Pos kosong David Trezeguet berhasil diembannya dengan baik.

Bersama Juve, ia berhasil meraih dua gelar Serie A, yang pada kemudian hari dilimpahkan pada Inter karena kasus Calciopolli. Kariernya di Juve berakhir dengan kepindahan ke tim rival, Inter Milan. Pasalnya, Si Nyonya Tua di-degradasikan secara paksa karena kasus Calciopolli tersebut.

Pindah ke Inter dengan nilai transfer 24,8 juta euro adalah bagai mimpi yang jadi kenyataan. Kepada media, ia mengungkapkan bahwa Inter adalah tim yang ia dukung dari kecil. Semangat tersebut nyatanya benar-benar membuahkan prestasi. Ia membawa inter tiga kali juara Serie-A secara beruntung pada 2006/2007, 2007/2008, dan 2008/2009. Pada musim 2008/2009 pun ia menjadi top skor dengan 25 gol.

Ia lantas pindah ke Barcelona dengan nilai transfer 46 juta pounds plus Samuel Etoo. Di Barca, debutnya bisa dibilang memuaskan. Total, ia bermain 45 kali dan mencetak 21 gol. Namun, karena hubungannya dengan Pep Guardiola tidak begitu baik, ia pun dipinjamkan ke AC Milan, dengan opsi pembelian 24 juta euro. Di akhir musimnya dengan Milan pada 2011/2012, ia menjadi top skor Serie A dengan 28 gol.

Pada musim 2012/2013 ia direkrut PSG dengan nilai transfer 20 juta euro. Nilai yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan kepindahannya ke Barcelona. Namun, PSG dengan cerdik membeli hak ekonomi sang pemain yang ditaksir mencapai 180 juta euro.

Bermain di Liga Prancis, Zlatan benar-benar buas. Dari 94 penampilan, ia mencetak 83 gol, atau 0,88 gol per pertandingan!

Benar, hidup Zlatan tak pernah lepas dari kontroversi. Rekan setimnya di PSG, Lucas Moura, menyebut Zlatan adalah pribadi yang arogan di atas lapangan. Ia selalu menghina rekan-rekannya saat meminta bola.

Namun, keangkuhannya itu seringkali tertutupi lewat gol-gol spektakuler yang ia ciptakan. Tendangan salto, hingga tendangan voli menggunakan sisi kaki menjadi ciri khasnya.

Selamat bertambah usia, Zlatan! Semoga selera humormu tak lekang oleh waktu.



Sumber gambar: NBCprosoccertalk.com

Komentar