Percaya Takhayul, Leeds United Larang Penggunaan Nomor Punggung 17

Football Culture

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Percaya Takhayul, Leeds United Larang Penggunaan Nomor Punggung 17

Ada banyak alasan kenapa klub memensiunkan nomor, biasanya nomor punggung.

Beberapa klub memensiunkan nomor punggung sebagai dedikasi kepada para fans mereka. Klub yang melakukan hal ini biasanya memensiunkan nomor punggung 12 sebagai dedikasi fans sebagai “The 12th man”.

Contoh lain adalah Manchester City yang memensiunkan nomor punggung 23 sebagai penghormatan kepada Marc-Vivien Foé yang meninggal.

Sebenarnya Leeds United tidak memiliki tradisi memensiunkan nomor punggung, meskipun mereka pernah melakukannya pada musim 2007-2008. Saat itu mereka memensiunkan nomor punggung 15 sebagai akibat dari deduksi 15 poin yang harus mereka derita sebagai hukuman dari FA.

Lalu pada musim ini (2014-2015), Leeds United telah memensiunkan nomor punggung 17, nomor yang terakhir kali dipakai oleh mantan gelandang Michael Brown yang sudah pindah ke Port Vale. Kenapa nomor 17 bisa sebegitu “berarti”-nya untuk Leeds sampai-sampai harus dipensiunkan?

Setelah Brian McDermott sebagai korban pertama, kisah selanjutnya ini kemudian memakan korban ke dua Cellino, yaitu Paddy Kenny.

PFA sedang menyelidiki kasus pemilik Leeds, Massimo Cellino, yang memerintahkan pelatih kepalanya, Dave Hockaday, untuk tidak memakai kembali jasa penjaga gawang Paddy Kenny... karena tanggal kelahirannya.

Sang pemilik asal Italia itu dilaporkan telah membuat keputusan tersebut karena dia menganggap sang kiper akan menjadi pemain pembawa sial karena ia lahir pada tanggal 17 Mei.

Ternyata! Cellino tidak menyukai nomor 17. Di mantan klubnya dulu, Cagliari Calcio, stadion tidak memiliki kursi nomor 17, nomor tersebut digantikan dengan nomor 16B. Ada-ada saja.

Leeds juga telah mendatangkan mantan kiper Reading, Stuart Taylor, dan mantan kiper Chievo dan Cagliari, Marco Silvestri. Nomor punggung 1 milik Kenny juga telah diberikan kepada Silvestri yang semakin menegaskan kiper Republik Irlandia berusia 36 tahun itu untuk pergi.

Lalu, bagaimana nasib Leeds United musim ini?

Leeds terakhir kali berlaga di Liga Premier pada tahun 2004 sebelum akhirnya mereka bangkrut dan sampai harus terdegradasi sampai ke The Football League One atau kasta ke tiga Inggris.

Cellino mengincar untuk membeli kembali stadion Elland Road pada 2014, dan mengharapkan klub untuk kembali ke Liga Premier setidaknya pada musim 2015-16. Mari kita aminkan saja, karena sejujurnya saya sudah lama rindu kehadiran The Dirty Leeds di Liga Premier Inggris.

UPDATE:

Paddy Kenny yang tidak kunjung berhasil dijual oleh Leeds sampai akhir tenggat waktu bursa transfer semalam (2 September 2014 pukul 06:00 WIB), akhirnya dilepas secara gratis oleh manajemen. Kenny telah memainkan 70 pertandingan bersama Leeds, ia kini bebas memilih tim untuk ia bela.

Ternyata sebegitunya efek angka 17 untuk Cellino.

(dex)

Komentar