Timnas Futsal Putra Indonesia Harus Berangkat ke SEA Games 2017!

Editorial

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Timnas Futsal Putra Indonesia Harus Berangkat ke SEA Games 2017!

Ada yang tidak beres dengan futsal Indonesia. Satu bulan jelang bergulirnya SEA Games 2017, mereka digoncang isu batalnya keberangkatan timnas futsal putra Indonesia ke ajang dua tahunan itu. Indonesia terancam tak mengirimkan wakil futsal ke SEA Games 2017

Meski beberapa sumber mengatakan sudah resmi batal berangkat, namun hal tersebut ditampik oleh Efraim Ferdinand, staf edukasi PSSI yang pernah menjabat sebagai Sekjen Badan Futsal Indonesia (kini Federasi Futsal Indonesia).

"Yang pertama PSSI belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang tidak berangkatnya timnas futsal ke ajang SEA Games. Berita yang muncul dari sekarang kan, belum ada press release dari PSSI-nya. Jadi press releasenya belum keluar. Isu yang selama ini muncul dari pemain dan pelatih futsal saja," ujar Efram saat pihak Panditfootball hubungi.

"Jadi, isu yang selama ini berkembang di media sosial itu bukan ucapan resmi dari Federasi Futsal Indonesia (FFI). FFI sendiri kan belum mengeluarkan statement resmi mengenai mundurnya timnas futsal. Memang betul kondisinya ada pertimbangan untuk futsal mundur, tapi, di kitanya [PSSI] sendiri belum final (keputusan mundur ini). Belum final kok udah rame," tambahnya.

Kita bisa menilai bahwa keputusan batalnya timnas futsal putra ke SEA Games belum pasti, seperti yang dikatakan Efraim. Efraim juga mengatakan hal ini masih didiskusikan dan baru ada keputusan esok hari. Karenanya tak heran segala pihak, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi, berusaha memastikan kebenaran hal ini.

Namun kita juga bisa melihat bahwa ada sesuatu di balik rencana mundurnya timnas futsal putra Indonesia ke SEA Games 2017. Sebelum berspekulasi, kita juga perlu melihat dari pihak timnas futsal sendiri. Kami sendiri mendapatkan tanggapan dari pelatih timnas futsal Indonesia, Vic Hermans.

Hermans secara gamblang mengatakan tidak mengetahui penyebab pasti rencana mundurnya timnas futsal Indonesia ke SEA Games 2017. Namun pelatih asal Belanda tersebut secara tersirat merasa kecewa dengan tidak adanya pemain yang bisa ia latih karena mayoritas para pemainnya masih berkompetisi.

"Hal itu tidak ada hubungannya dengan latihan futsal saya. Saya tidak tahu. Saya adalah pelatih. Sangat aneh bagi saya. Saya juga berpikir apa yang sebaiknya saya lakukan, apakah saya tetap di Indonesia ketika saya tidak punya pekerjaan?" tutur Hermans. "Saya di sini bukan untuk uang, saya di sini untuk bekerja, dan saya ingin menaikkan tingkat futsal [Indonesia] untuk level Asia, itu adalah pekerjaan saya."

Hal senada dengan Hermans, Efraim juga belum tahu pasti penyebab menyeruaknya rencana mundur timnas futsal ini. Ia pun baru mengetahui kabar ini dari media. Karenanya ia memastikan bahwa keputusan tersebut belum final karena berangkat atau tidaknya timnas futsal putra Indonesia ke SEA Games sepenuhnya ada di tangan PSSI, bukan FFI.

"Kalau soal itu tanya ke federasi futsal (FFI). Dari tim sendiri kalau memang keputusannya kita masih bisa, berangkat. Masalahnya tadi, keputusan untuk tidak berangkatnya itu kan datang dari FFI. Ada yang di media sosial bilang bahwa pak wakil ketua Pa Syafril (wakil ketua FFI) ngomong ke Pa Edhi (Sekjen FFI), ini belum jelas, kecuali ada pernyataan resmi dari Pa Syafril atau Pa Edhi kalau kita tidak jadi berangkat."

"Nah, keputusan untuk tidak berangkatnya sebuah cabang olahraga bukan oleh federasi futsal, melainkan oleh PSSI. Sampai dengan detik ini, pernyataan resmi dari PSSI tentang berangkat atau tidaknya timnas belum keluar. Di PSSI-nya sendiri kabar ini belum final, masih dalam pembahasan. Mudah-mudahan satu hari ini akan keluar keputusan resminya," pungkasnya.

***

Jika timnas futsal Indonesia batal berangkat ke SEA Games 2017, hal tersebut patut disayangkan. Dalam kiprahnya di SEA Games, timnas futsal Indonesia bisa dibilang merupakan harapan nyata untuk Indonesia dalam meraih prestasi. Dalam tiga penampilan terakhir timnas futsal di SEA Games, ketiganya meraih perunggu.

Hanya saja dalam perjalanannya menuju SEA Games 2017, timnas futsal putra sendiri memang minim persiapan. Para pemain timnas futsal, yang sebagian besar dari Vamos Mataram, justru malah sedang menyiapkan diri menghadapi AFC Futsal Club 2017 yang digelar di Vietnam pada 20-30 Juli mendatang. Begitu juga dua pefutsal yang bermain untuk klub Brunei Darussalam, Shah United, yang belum bisa dipanggil.

Hingga Senin, 17 Juli 2017, Hermans sempat meminta agar para pemain pilihannya bisa dikumpulkan untuk memulai pemusatan latihan. Padahal awalnya Hermans meminta semua pemainnya berkumpul pada 3 Juli 2017 di Mataram untuk pemusatan latihan. Namun setelah diundur pun para pemain pilihannya tak bisa dikumpulkan.

Tentu ada yang salah dengan situasi seperti ini. Bisa jadi penyebab rencana mundurnya timnas futsal putra ke SEA Games 2017 karena FFI yang kurang menyiapkan diri. Sejak awal, FFI memang mendapatkan mandat penuh dari PSSI yang membawahinya, untuk mengurusi segala persiapan timnas futsal ke SEA Games.

Dari sini tersirat tampak adanya pilih kasih yang dilakukan PSSI terhadap timnas futsal Indonesia dengan tim sepakbola Indonesia. PSSI memang menumpahkan segala kekuatannya pada timnas sepakbola Indonesia yang dibesut Luis Milla. Bahkan timnas sepakbola Indonesia sudah dipersiapkan sejak awal Maret lalu. Tentu kondisi ini berbeda dengan timnas futsal Indonesia yang berjalan mandiri.

Apalagi FFI juga merasa tidak mendapat dukungan dari Satlak Prima. Sejak awal, FFI mendanai sendiri segala persiapan timnas futsal Indonesia. Jika PSSI turut peduli pada sepak terjang futsal Indonesia, tentu segala kesulitan yang dialami FFI bisa teratasi.

Maka baiknya PSSI dan FFI duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini, tidak berjalan masing-masing. PSSI dan FFI harus bersinergi. Dalam menghadapi SEA Games 2017, PSSI seolah tak ingin terlibat dalam persiapan timnas futsal. Hal ini terlihat dari komentar Efraim Ferdinand yang bahkan tak mengetahui penyebab hal ini bisa terjadi, bahkan pelatih juga tak mengetahui hal tersebut. FFI yang memiliki masalah dalam hal ini pun pada akhirnya mengambil keputusan sepihak, tanpa melibatkan PSSI.

Dari pihak FFI sendiri kami sudah beberapa kali untuk dimintai keterangan. Namun hingga artikel ini ditulis belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Yang jelas, segala pihak, khususnya FFI dan PSSI, harus bisa segera menyelesaikan masalah ini. Karena bagaimanapun timnas futsal putra Indonesia harus berangkat ke SEA Games 2017 melihat potensi mereka berprestasi. Bahkan jika dibandingkan dengan timnas sepakbola, timnas futsal sebenarnya lebih berpeluang besar mendapatkan medali pada kejuaraan olahraga antar negara Asia Tenggara tersebut. Kesempatan ini tentu saja tidak boleh dilewatkan.

Karenanya, semoga masalah dalam tubuh FFI, yang entah apa itu, segera bisa selesai. Dengan begitu timnas futsal Indonesia bisa segera mendapatkan lampu hijau untuk berangkat ke SEA Games 2017. Semoga saja.

Sumber gambar iolahan: PSSI.org

Komentar