Setiap Hari adalah April Mop di Sepakbola

Editorial

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Setiap Hari adalah April Mop di Sepakbola

Anda pasti tahu jika hari ini adalah tanggal 1 April. Entah bagaimana bisa menjadi terkenal, setiap tanggal pertama Bulan April ini dikenal dengan nama April Mop atau April Fools' Day.

Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, teman, tetangga, bahkan orang yang Anda benci, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu.

Di beberapa negara seperti di Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai "April Mop".

Namun, di tempat lain seperti di Kanada, Prancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat, lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. Hari itu juga banyak diperingati di internet.

Jika kemarin Anda seharian berada di depan laptop Anda dan mencoba untuk melihat berita-berita di internet atau linimasa Twitter Anda, maka sesungguhnya Anda sedang minta dikerjain.

Sementara ada orang jenis di atas, tapi (hampir) semua orang agak sedikit berhati-hati pada hari tersebut, bahkan meskipun di Indonesia yang April Mop tidak terlalu populer.

Bagi Anda yang tidak setuju dengan konsep April Mop, Anda berhak protes sepuasnya. Tapi, tahukah Anda jika kita semua sebenarnya seperti sedang berada pada April Mop setiap harinya ketika kita membaca berita-berita sepakbola? Nah, lho!

Ya, di sepakbola ini terutama jika kita sedang membaca rumor transfer, maka sama saja kita sedang minta dikerjain. Anehnya, kita mau-mau saja terus dikerjain.

Rumor transfer hampir pasti menjadi berita bohong

Misalnya, menyenangkan untuk mengetahui bahwa (katanya) Radamel Falcao ingin bergabung dengan Real Madrid. Darimana rumor tersebut? Ternyata rumor itu muncul hanya karena Falcao mem-follow akun Twitter kesebelasan Real Madrid.

Tapi kemudian ada yang lain. Rumor yang menuliskan “Menurut surat kabar di Spanyol”, atau “Menurut beberapa sumber di Italia”, dan lainnya, adalah cara lain bagi beberapa media untuk mendapatkan perhatian; atau dalam bahasa internet adalah mendapatkan traffic.

Untuk tambahan saja, sebelumnya kami pernah menggambarkan mengapa kita harus hati-hati dengan rumor transfer pemain, dan bagaimana cara mengetahui kebohongan media tersebut.

Media memang gemar “mempermainkan” pembaca mereka. Isu lama dibuka kembali, isu yang tidak ada malah diciptakan, isu yang sudah ada juga semakin dibuat ramai. Ada saja intrik-intriknya.

Terbaru, ada rumor dari Borussia Dortmund, bahwa kapten Mats Hummels akan bergabung dengan Manchester United. Namun, ketika itu tidak terjadi pada musim dingin lalu, seolah media tidak peduli.

Sudah seminggu yang panjang dengan jeda internasional yang membosankan, salah satu media Jerman, Bild, juga sepertinya tampak sama-sama bosan.

Bild memuat berita tentang bagaimana, kembali pada tahun 2012, Hummels telah diduga berjanji kepada Sir Alex Ferguson. Saat itu jika ia harus meninggalkan Jerman, satu-satunya pilihannya adalah Manchester United.

The Sun menemukan cerita dari Bild tersebut, dan membangun rumor dari situ. Sayangnya, mereka melakukannya dengan mengesampingkan beberapa informasi penting, seperti kata “mungkin saja” dan bahwa percakapan ini terjadi hampir tiga tahun yang lalu.

Tentu saja, setelah itu banyak media lain yang terpengaruh dengan berita itu, media sosial mulai ramai, dan pada akhirnya, Hummels sendiri yang harus turun tangan.

“Hanya untuk memperjelas. Dugaan 'janji' ini hanyalah sebuah rekayasa...”, seperti yang ia tulis dalam... akun Twitter-nya.

Kita sebagai pembaca memang sedang minta dibohongi terus-menerus

Sambil protes, kita pasti berharap, “Oh, ayolah. Kami ingin mendengar cerita yang lebih panjang lagi”. Kemudian kita mulai Googling berita terkait.. dan kembali, kita sendiri yang sedang minta dikerjain.

Saat ini, kita harus bersyukur bahwa April Mop tidak terjadi berbarengan dengan dibukanya bursa transfer atau, yang lebih parah, berbarengan dengan tenggat waktu (deadline) bursa trasfer. Akan seperti apa berita di media saat itu, ketika kebohongan malah diperbolehkan dan dimaklumi?

Tapi jangan salah, ternyata negara-negara di Skandinavia memiliki tenggat waktu bursa transfer yang belum lewat: Swedia pukul 22:59 pada tanggal 2 April yang pasti akan banyak jatuh “korban” dikerjain, Norwegia memiliki batas waktu sampai pukul 22:59 pada tanggal 5 April, dan Finlandia pukul 22:59 pada tanggal 6 Mei.

Jika Anda masih tergoda untuk berpikir hal semacam ini hanya terjadi di The Sun atau Bild, pikirkan lagi. Menurut survei, kedua tabloid di atas sebenarnya memiliki rating akurasi berita sebanyak 22 persen.

Apakah ini angka terburuk? Metro ternyata mendapatkan seluruh beritanya hanya 13,5 persen saja yang benar. Tapi hati-hati, bahkan esktra hati-hati lah, The Guardian saja hanya mendapatkannya berita benarnya sebanyak 35,6 persen.

Bagaimana dengan Pandit Football Indonesia? Insyabola kita tidak akan pernah menjebak para pembaca kita dengan berita-berita bohong. Tapi, ya, akui saja: setiap hari adalah April Mop di sepakbola, dan kita semua sebagai pembaca memang senang untuk terus dikibulin.

Keterangan gambar: Pada April Mop, Orlando City (MLS) mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan memasang rumput berwarna ungu di stadion mereka.

Komentar