Atletico Madrid, Pabriknya Striker Mahal

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Atletico Madrid, Pabriknya Striker Mahal

Sesuatu akan terasa berarti ketika kita kehilangannya. Benarkah demikian?

Atletico Madrid bukanlah klub yang bergelimang harta. Selama satu tahun, mereka hanya mampu mengumpulkan laba $36 juta. Ini belum dikurangi dengan hutang pajak mereka kepada pemerintah Spanyol yang mencapai $125 juta. Selain itu, Atleti juga memiliki hutang kepada bank  sebesar $650 juta. Jumlah itu  belum termasuk biaya  pembangunan stadion baru mereka, La Peineta, yang kini masih dalam tahap pengerjaan.

Lalu, apa yang kini dilakukan Atletico agar kondisi finansialnya kembali sehat?

Jika diibaratkan, Atletico Madrid bagaikan sebuah pabrik. Tapi ia bukan sembarang pabrik, ia adalah klub yang kerap menghasilkan striker-striker mumpuni. Ketajaman para striker Atletico inilah yang kemudian menggoda banyak klub kaya raya. Ketajaman striker inilah yang kemudian difokuskan Atletico untuk mendulang uang.

Atletico memulai kebiasaan ini sejak 2007. Fernando Torres merupakan nama yang pertama. Ia dijual ke Liverpool dengan banderol 20 juta poundsterling. Dari 214 penampilannya bersama Atletico, Torres telah mencetak 82 gol. Pemain asli binaan Atletico ini memiliki rasio gol yang cukup baik di Liverpool dengan rasio 0.6 gol per pertandingan. Torres menjadi generasi pertama di era 2000-an yang hijrah dengan harga mencapai 20 juta poundsterling.

Kehilangan Torres, ternyata tidak membuat Atletico kehabisa striker. Mereka masih memiliki Diego Forlan dan Sergio Aguero sebagai juru gedor. Bersama Los Roji Blancos, Diego Forlan mencetak 74 gol dari 134 pertandingan. Sementara itu, Aguero juga tak kalah hebat. Pemain berkebangsaan Argentina ini memiliki rasio 0.4 gol per pertandingan kala berseragam merah-putih. Hal yang kemudian menjadi sangat wajar, lantaran Aguero lebih banyak mengirim umpan kepada Forlan ketimbang mencetak gol. Namun untuk urusan kecepatan, jangan tanyakan pada menantu Diego Maradona ini.

Yang paling mengejutkan tentu  musim 2011/2012, ketika Atletico menjual keduanya. Aguero pindah ke Manchester City dengan harga 45 juta euro. Sementara Forlan pindah ke Inter Milan dengan nilai transfer yang tidak disebutkan. Jika menilik jumlah golnya di Atletico, bukan tidak mungkin jika ia dihargai setara dengan Torres ketika kepindahannya ke Liverpool.

Selepas penjualan kedua pemain tersebut, Atletico dikabarkan menggunakan uang penjualan Aguero, untuk membeli Radamel Falcao dari Porto. Rasio golnya kala di Porto sangat fantastis: 0.8 gol per pertandingan!

Bersama Atletico, kemampuan Falcao tidak pernah menurun. Dari 68 pertandingan, ia berhasil mencetak 52 gol atau dengan rasio 0.7 gol per pertandingan. Uniknya, pada musim 2013/2014, Atletico kembali menjual striker jangkung itu ke Monaco. Nilai transfernya berada dikisaran 60 juta euro.

Lagi-lagi, Atletico tidak kehabisan stok striker. Mereka masih memiliki Diego Costa yang begitu menakutkan bagi pemain bertahan tim lawan. Atletico juga masih memiliki penyerang yang pernah bermain di Barcelona, David Villa.

Di akhir musim 2013/2014, banyak yang menyatakan ketertarikannya terhadap Costa. Apa mungkin ia akan mengikuti jejak para pendahulunya?

Kabar mengejutkan  datang dari David Villa, yang kontraknya  akan habis pada 30 Juni mendatang. Ia dikabarkan telah menandatangani kesepakatan untuk bermain di klub MLS, New York City FC musim depan. Kabar ini terkuak setelah radio Spanyol, Cadena COPE, melaporkan bahwa pemain Spanyol tersebut akan segera merapat ke MLS.

Akan menjadi hal yang menarik jika Villa benar-benar pergi. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa lagi yang akan mengisi lini depan Atletico musim mendatang?

Ketika seseorang yang bermakna bagi kita pergi, maka ia akan selalu terkenang dalam memori. Lantas, bagaimana dengan Atletico? Ketika mereka pergi, sang pengganti telah menanti (untuk dijual kembali).

[fva]

Komentar