Iran Seret Atletico Madrid ke Konflik Politik

Cerita

by redaksi

Iran Seret Atletico Madrid ke Konflik Politik

Media Iran memang selalu bertindak aneh-aneh terutama terkait foto-foto yang menurut mereka tak sejalan dengan sisi ideologis dan religius mereka. Setelah membuat pakaian model panas Fernanda Lima terlihat lebih sopan saat dia menjadi host pengundian peserta grup Piala dunia 2014 beberapa bulan lalu, kini koran Iran Jam-e Jam menghapus logo sponsor Azerbaijan pada jersey Atletcio Madrid.

Logo tersebut mestinya terpampang di dada pemain Atletico Madrid saat melawan Chelsea di semifinal Liga Champions, namun nyatanya pihak redaksi memutuskan mengeditnya dan tak mencantumkan logo nike serta logo "Azerbaijan The Land of Fire"

Hal ini menjadi perbincangan orang setelah kelompok Azerbaijan memposting sebuah foto di Facebook dengan diberi judul: "Iran tidak tahan kata Azerbaijan"

Hubungan antara Iran dan Azerbaijan memang saat ini sedang tegang-tegangnya. Azerbaijan telah menuduh Tehran mendukung gerakan separatis Armenia yang mengancam disintegrasi Azerbaijan, Di sisi lain Iran cemburu berkat kemajuan industri tambang Azerbaijan yang berkembang pesat berkat bantuan dari dunia barat.

Sebelumnya Teheran dan Baku memang sempat bersitegang setelah isu berhembus Azerbaijan bersekongkol dengan Israel untuk melakukan Teror di Iran. Hubungan kedua negara ini memang fluktuatif, kadang panas kadang pula bersahabat.

Sepakbola memang budaya luar yang paling diserap oleh masyarakat mereka. Saat mereka mencoba menutup arus globalisasi mereka tak bisa menahan derasnya arus sepakbola. Wajar saja jika tayangan piala dunia dan liga-liga eropa akan membuat rakyat lebih dekat dengan produk-produk globalisasi macam Nike, Pepsi,Mc donald dll. Saat menjadi Walikota Teheran, Mahmoud Ahmadinejad bahkan pernah melarang keberadaan billboard iklan kacamata yang dibintangi David Beckam di seluruh Teheran.

Untuk memfilter tayangan yang menampilkan kemolekan suporter wanita, biasanya Iran yang siarannya delay beberapa detik mengeditnya dengan stok gambar yang lebih sopan. Maka jangan heran, ketika menonton piala dunia 1998, kita akan menyaksikan gambar penonton yang bermantel tebal padahal di Prancis sedang musim panas. Ya begitulah Iran, segala hal apapun bisa ditutupi dan dimodifikasi.


(wam)

Komentar