Apakah Egy Akan Langsung Cocok di Liga Polandia?

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Apakah Egy Akan Langsung Cocok di Liga Polandia?

Euforia perekrutan Egy Maulana Vikri oleh Lechia Gdansk, salah satu kesebelasan divisi teratas Polandia, Ekstraklasa, menjadi-jadi pada hari presentasinya Minggu (11/03) sekitar pukul 13:00 waktu setempat atau 19:00 WIB. Jauh sebelum Egy diresmikan, publik Indonesia yakin Egy akan bergabung dengan kesebelasan Polandia, meski belum tahu jelas kesebelasan Polandia yang mana. Salah satu kesebelasan yang diyakini akan menjadi pelabuhan Egy awalnya adalah Legia Warsawa.

Namun setelah kami menjadi media pertama di dunia yang mengabarkan jika kesebelasan tujuan Egy bukan Legia Warsawa, melainkan Lechia Gdansk, terhitung sejak Jumat (09/03) malam, warganet Indonesia beramai-ramai menyerbu akun kesebelasan bersejarah tersebut, terutama Instagram. Padahal saat itu belum ada keterangan resmi, baik dari Lechia maupun Egy. Bahkan media-media Polandia belum ada yang mengetahui kabar ini.

"Itu fenomenal melihat apa yang terjadi di media sosial Lechia. Jumlah pengikut di Instagram dan Twitter menanjak di angka yang mencengangkan," kata pandit asal Polandia, Piotr Wisniewski dari Przeglad Sportowy, langsung kepada kami.

Pada kenyataannya, presentasi Egy berlangsung sangat meriah, terutama di media sosial. Egy pun banyak berkomentar soal kepindahannya ke Lechia ini, termasuk soal faktor masjid sampai perbandingannya dengan Lionel Messi. (Baca selengkapnya di: Egy Resmi Diperkenalkan Lechia Gdansk)

Kami banyak menghubungi beberapa pandit cabang Polandia untuk mengetahui kondisi sebenarnya di Polandia, terutama kondisi kesebelasan Lechia Gdansk. "Lechia mau banyak orang menganggap acara [presentasi Egy] ini sangat penting," kata Wisniewski.

Pertanyaan soal euforia dan urusan marketing, termasuk naiknya jumlah pengikut media sosial Lechia dan penjualan kaos Egy yang langsung diberikan nomor punggung 10 bukan satu-satunya hal yang sangat ingin kami ketahui. Ada hal yang jauh lebih penting yang mengiringi kepindahan Egy ke Polandia, yaitu: apakah Egy akan cocok di sana?

Uniknya, pertanyaan tersebut juga adalah yang ditanyakan oleh pandit-pandit Polandia kepada kami.

Menilai Kecocokan Egy dengan Lechia Gdansk

Bermain di Eropa tidak semudah kelihatannya. Apalagi kita hanya biasa melihat pemain-pemain Amerika Latin, Afrika, atau belahan Asia lainnya yang pergi ke sana. Beberapa sukses, tapi tak sedikit pula yang gagal. Bagaimanapun, sejujurnya, Egy adalah salah satu talenta terhebat yang dimiliki Indonesia. Namun, talenta bukan satu-satunya penentu kesuksesan, begitu juga kerja keras.

Faktor kesebelasan, liga, cuaca, kondisi sosial, ekonomi, dan lain sebagainya, menjadi tantangan tersendiri bagi Egy di Polandia. Hal pertama yang harus kita tahu untuk menjawab pertanyaan apakah Egy akan cocok, adalah mengetahui kondisi kesebelasan Lechia Gdansk.

"Lechia sekarang punya pelatih baru. Piotr Stokowiec adalah pelatih Lechia ketiga musim ini," kata Wisniewski kepada kami. Hal tersebut bukan menjadi pertanda yang bagus, karena sampai memiliki tiga pelatih dalam satu musim berarti kesebelasan ini sedang tidak stabil. Apalagi, Ekstraklasa musim reguler kali ini akan berakhir pada awal April nanti, sebelum dilanjutkan ke babak play-off.

Babak play-off Liga Polandia akan membagi klasemen beranggotakan 16 kesebelasan menjadi dua bagian: delapan kesebelasan teratas akan memainkan babak play-off championship, sementara delapan kesebelasan terbawah akan memainkan babak play-off degradasi.

"Musim lalu padahal Lechia di papan atas, peringkat empat. Musim ini bisa dibilang Lechia gagal," lanjut Wisniewski.

Baca juga: Lechia Gdansk dan Kekuatan Sepakbola yang Mengubah Polandia Selamanya

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, Lechia memiliki pelatih baru," Wisniewski sampai dua kali mengingatkan ketika kami bertanya bagaimana kondisi kesebelasan saat ini. "Tapi kesebelasan ini memiliki banyak pemain terkenal dan berpengalaman."

"[Milos] Krasic pernah main di Juventus, [Slawomir] Peszko dan [Rafal] Wolski anggota Timnas Polandia. Wolski sekarang cedera dan akan kembali berlatih setelah Piala Dunia. Marco dan Flavio Paixao, si kembar dari Portugal, pernah sukses di Slask Wroclaw. Dusan Kuciak pernah juara; [Ariel] Borysiuk dan [Jakub] Wawrzyniak juga."

"Jadi, Lechia benar-benar punya skuat yang sangat bagus, tapi itu di atas kertas. Di atas lapangan, mereka tidak punya banyak warna, jika kamu tahu maksudku," katanya memberikan kode jika Lechia bukan kesebelasan yang diperhitungkan musim ini.

Saat ini Lechia Gdansk berada di papan bawah dan bahkan terancam degradasi ke divisi kedua, I Liga, untuk musim depan. Jika mereka terdegradasi, maka Egy tak akan bermain di divisi teratas. Lechia pun terancam ditinggal pemain-pemain bintang mereka.

Menilai Kecocokan Egy dengan Liga Polandia

Bicara soal kesebelasan, sudah. Kemudian kami melanjutkan pembicaraan ke faktor liga. "Liga kami termasuk lemah di Eropa. Pengecualian bagi Tim Nasional Polandia. Biasanya kami dapat banyak masalah di [kompetisi] Eropa, terutama jika [di kualifikasi] sudah bertemu kesebelasan dari Eropa Tengah dan Eropa Timur," lanjut Wisniewski yang mengaku menyukai sepakbola dan geografi ini.

Sama seperti saat konferensi pers, ia juga bertanya soal tingkat kemampuan fisik Egy. Pada konferensi pers, Egy menjawabnya santai: "Karena badan saya kecil, saya juga nggak ada [rasa] takut. Nggak ada masalah untuk itu, karena semua tahu [Lionel] Messi juga [berbadan] kecil."

Wisniewski juga mencoba menghibur sambil setuju: "Ia seperti Messi, kok."

Namun sekecil-kecilnya Messi, Messi masih lebih tinggi 5 centimeter dari Egy yang bertinggi badan 165 cm. Untungnya di Liga Polandia, setidaknya saat ini, Egy tak akan menjadi pemain berbadan paling pendek. Joel Valencia dari Piast Gliwice menjadi pemain terpendek dengan 164 cm.

Sementara pemain bertinggi badan 165 cm lain ada Patryk Kun (Arka Gdynia), Aleksander Jagiello (Piast), dan Nika Kvantaliani (Termalica Bruk-Bet Nieciecza). Mereka semua adalah pemain sayap. Egy sendiri adalah gelandang serang yang juga bisa bermain sebagai penyerang dan winger.

Baca juga: Egy Maulana Menuju Gdansk, Kota Pelabuhan Primadona Para Imigran

Wajar bagi pemain sayap bertubuh kecil, pemain sayap mengandalkan kecepatan. Namun, Ekstraklasa adalah liga yang mengandalkan fisik, bukan kecepatan.

"Sangat mengandalkan fisik. Bahkan ada banyak perkelahian," lanjut Wisniewski. Ia juga menambahkan jika banyak jurnalis Polandia yang menyangsikan pemain bertubuh kecil, seperti Egy, untuk bisa sukses di Ekstraklasa. "Mereka (pemain bertubuh kecil) biasanya memiliki banyak masalah di Liga Polandia karena bek-bek di sini sangat berotot dan tinggi."

Di Ekstraklasa musim ini, setidaknya ada 56 pemain bertinggi badan 190 cm ke atas, 22 di antaranya adalah bek tengah.

Tingkat kemampuan fisik adalah salah satu faktor yang membuat pemain-pemain, terutama dari Asia, kesulitan untuk berkembang di Eropa, tak terkecuali Polandia. Jujur saja, melihat tingkat kemampuan fisik Egy saat ini, tak sedikit media yang skeptis terhadap dampak yang akan ia berikan di Lechia.

Namun, itu semua akan berubah jika Egy bisa mengembangkan tingkat kemampuan fisiknya, di antara untuk semakin berotot.

PR Besar Egy: Meningkatkan Tingkat Kemampuan Fisik

Kami juga jauh sebelum ini sempat berbicara dengan Alberto "Beto" Goncalves Da Costa, pemain Brasil yang bermain di Indonesia. Ia berkata jika pemain Brasil itu sebenarnya punya tipikal tubuh yang sama dengan pemain Indonesia. Bedanya, ketika mereka sudah dikontrak kesebelasan Eropa, biasanya mereka akan mendapatkan menu latihan dan nutrisi yang sangat menunjang tubuh mereka.

Kata Beto, ketika pemain Brasil sudah merumput di Eropa, mereka akan punya badan yang kekar dan fisik yang kuat. Jadi kesimpulannya, dengan bermain di Eropa justru Egy bisa meningkatkan tingkat kemampuan fisiknya, apalagi Egy juga dikenal sebagai sosok yang disiplin.

Baca juga: Alasan Kenapa Pemain Indonesia Kurang Kekar dan Konsekuensinya

"Memang banyak yang bilang seperti itu (sulit berkembang). Tapi saya yakin saya pasti bisa. Saya akan bekerja keras dan membuktikan bahwa saya mampu berkembang di sini. Tidak ada yang tidak mungkin, karena saya yakin mendapat dukungan dari keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia," kata Egy dalam jumpa pers.

Dari sini, kita tahu jika menu latihan dan rencana nutrisi akan menjadi kunci perkembangan Egy di Lechia. Jika menu latihan dan rencana nutrisi Lechia bisa meningkatkan tingkat kemampuan fisik Egy, maka ada kemungkinan besar ia akan sukses di Polandia, meski mungkin dalam waktu lebih dari satu tahun.

Tetapi saat kami bertanya bagaimana itu semua biasa/akan diterapkan di Lechia, Wisniewski kembali mengingatkan kami (lagi): "Itu semua tergantung pelatih baru (Piotr Stokowiec). Kita, kan, belum tahu [seperti apa tingkat kedisiplinan, menu latihan, dan rencana nutrisi yang ia miliki]. Kita lihat saja nanti."

Pada konferensi pers perkenalan Egy, sang pemain juga menyatakan jika ia ingin membuat pelatih baru Lechia terkesan dengannya. Dengan perkenalan dan efek marketing seperti yang telah terjadi di Gdansk, Stokowiec hampir pasti terkesan. Namun soal permainan, jelas beda urusan.

Setidaknya Janusz Melaniuk, Direktur Lechia Gdansk, sudah terkesan dengan Egy. "Egy sangat bertalenta dan berbakat, kami mendapat banyak informasi dari banyak orang. Kami percaya, ini langkah awal yang paling penting bagi pemain seperti Egy. Bersama dengan Egy, kami percaya akan sukses," kata Melaniuk.

Sejujurnya mendengar apa yang Melaniuk ucapkan, maksud "langkah awal yang paling penting" versinya adalah dengan efek marketing yang Egy sudah berikan dalam satu hari di Gdansk. Melaniuk bahkan berkata jika Lechia akan menampilkan situs mereka dalam bahasa Indonesia, dan malah sudah menjual jersey Egy bernomor punggung 10 di situs toko online mereka seharga sekitar Rp 971.000 jika dikonversikan ke rupiah.

Namun, kami kembali mengingatkan: itu urusan pemasaran; urusan permainan, beda cerita.

Wajar Melaniuk bahagia. Pasalnya Lechia sedang menderita krisis finansial. Wisniewski juga membenarkan jika Lechia sedang krisis. Jika marketing Egy berhasil, Lechia akan mendapatkan pundi-pundi uang yang tidak sedikit, yang bisa menyelamatkan mereka dari krisis.

Meski demikian, melihat kebiasaan orang Indonesia dalam kontribusi secara finansial kepada kesebelasan (bahkan kesebelasan dalam negeri), sejujurnya efek Egy secara finansial tak akan berpengaruh sebegitu besarnya jika Lechia hanya mengandalkan penjualan kaus.

Perjalanan Masih Sangat Panjang

Dari pembicaraan menarik kami bersama Piotr Wisniewski dari Przeglad Sportowy di atas, bisa disimpulkan jika Egy butuh latihan, perbaikan nutrisi, dan kerja keras untuk bisa sukses di Polandia dan Eropa. Salah satu hal yang akan berpengaruh, melihat tipikal permainan di Ekstraklasa, adalah tingkat kemampuan fisiknya. Ia harus meningkatkan tingkat kemampuan fisiknya.

Lechia baru menunjuk pelatih anyar. Kita belum tahu bagaimana tingkat kedisiplinan, menu latihan, dan rencana nutrisi yang akan ia berikan untuk Egy. Lagipula peningkatan fisik itu tidak terjadi dalam waktu singkat. Jadi, masyarakat Indonesia diharapkan bisa mendoakan yang terbaik untuk Egy dan selalu mendukungnya.

Proses perkembangan Egy Maulana Vikri ternyata masih sangat panjang. Perkenalannya di Lechia Gdansk hanya awal sebuah mimpi besar. Mimpi besar yang bisa mengikat lebih dari 250 juta penduduk Indonesia.

Bantuan teks tambahan: Maciej Nierzwicki (lechia.net)

Fotografer pada gambar fitur: Tomasz Rulski (lechia.net)


Pembicaraan ini kami lakukan sepenuhnya lewat aplikasi WhatsApp. Ada hal yang menarik dari sini, karena kami baru tahu jika mayoritas masyarakat Polandia tak menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi sehari-hari, tak seperti kita di Indonesia. Mereka menggunakan Facebook Messenger. Walau demikian, Piotr Wisniewski tetap meladeni kami menggunakan WhatsApp. Ia berkata jika WhatsApp ternyata bagus juga. Kami sangat mengapresisasi bantuanmu, Wisniewski!

Komentar