Bertambah Usia, Bertambah Besar Tantangan Mbappe

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Bertambah Usia, Bertambah Besar Tantangan Mbappe

Musim 2016/2017, Monaco berhasil mengangkat kembali trofi juara Ligue 1 yang kali terakhir mereka dapatkan pada musim 1999/2000 silam. Tidak hanya di kompetisi domestik, musim lalu Monaco juga memperlihatkan performa gemilangnya di ajang sekelas Liga Champions.

Di Liga Champions musim lalu Monaco berhasil melaju hingga babak semifinal, namun akhirnya ditaklukkan Juventus dengan agregat 1-4 (0-2 dan 1-2). Meski gagal mencapai partai final, namun itu tetaplah pencapaian mengagumkan karena kali terakhir Monaco bisa menembus babak semifinal Liga Champions adalah musim 2003/2004. Saat itu Monaco bahkan melaju hingga babak final, namun gagal juara setelah takluk dari FC Porto tiga gol tanpa balas di partai puncak.

Selain karena kepiawaian Loenardo Jardim dalam meracik strategi, faktor lain yang membuat Monaco mampu menampilkan performa impresif sepanjang musim lalu tentunya kontribusi apik dari pemain-pemain seperti Radamel Falcao, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, hingga Tiemoue Bakayoko.

Tapi dari sederet pemain yang musim lalu memberikan kontribusi besar bagi kesuksesan Monaco, sosok Kylian Mbappe yang penampilannya paling menyita perhatian. Sejak musim 2015/2016, penampilan Mbappe sebenarnya sudah mulai banyak disorot, apalagi setelah ia mampu memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Ligue 1 dan pencetak gol termuda Ligue 1. Dua rekor tersebut sebelumnya dipegang Thierry Henry dan bertahan selama lebih dari 20 tahun lamanya.

Penampilan Mbappe semakin berkembang hingga pada musim 2016/2017 ia diberi kepercayaan penuh oleh Leonardo Jardim mengisi satu tempat utama di lini depan, berduet bersama Falcao. Kepercayaan yang tak disia-siakannya, dari 44 penampilan di semua ajang, ia menorehkan 26 gol dan 14 asis. Catatan luar biasa yang bisa dicatatkan pesepakbola yang baru berusia 18 tahun.

Performa gemilang Mbappe pada musim 2016/2017 menjadikannya sebagai salah satu pemain yang paling diburu oleh banyak kesebelasan besar di bursa transfer musim panas lalu. Arsenal, Bayern Munich, Borussia Dortmund, Chelsea, Liverpool, Juventus, Manchester United, Manchester City, dan Real Madrid meminati pemain yang pada 20 Desember ini genap berusia 19 tahun.

Dari daftar kesebelasan yang meminati Mbappe, awalnya Real Madrid disebut-sebut sebagai tim yang bakal memenangi perburuan. Maklum, klub berjuluk Los Blancos itu sebelumnya telah memantau perkembangan Mbappe saat usianya masih 14 tahun. Ia juga merupakan penggemar Real Madrid dan sangat mengagumi sosok Cristiano Ronaldo. Banyak pihak memprediksi bahwa Mbappe tidak akan ragu memilih pindah ke Santiago Bernabeu agar mimpinya bermain bersama Ronaldo terwujud di musim 2017/2018.

Kenyataan berbicara lain, menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas, Mbappe justru memilih Paris Saint Germain (PSG) sebagai pelabuhan barunya mengarungi kompetisi musim 2017/2018. Mbappe diboyong ke Parc des Princes dengan status sebagai pemain pinjaman, dengan opsi pembelian pada musim berikutnya. Kabarnya PSG harus merogoh kocek hingga 180 juta euro untuk mempermanenkan status Mbappe.

Menikmati Peran Sentral Di Skuat Bertabur Bintang PSG

Pindah ke PSG, tempat utama langsung didapatkan Mbappe. Dalam laga debut bersama PSG menghadapi FC Metz, Mbappe tampil selama 90 menit dan menandai debutnya itu dengan sebiji gol yang mengantar PSG meraih kemenangan telak 5-1.

Setelah itu Mbappe terus dipercaya Emery sebagai pilihan utama di sektor sayap kanan dalam formasi dasar 4-3-3 yang kerap diandalkan pelatih asal Spanyol itu. Sejauh ini ia sudah membukukan 20 penampilan dengan torehan 11 gol dan sembilan asis.

Dari catatan di atas Mbappe memiliki kontribusi besar dalam perjalanan PSG mengarungi musim kompetisi 2017/2018. Hingga pekan ke-18 Ligue 1, PSG nyaman berada di puncak klasemen sementara dengan 47 poin hasil dari 15 menang, dua imbang, dan satu kalah.

Sementara itu, di Liga Champions PSG berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menempati posisi pertama di klasemen Grup B. Les Parisiens pun mencatatkan rekor sebagai kesebelasan paling produktif di fase grup Liga Champions dengan torehan 19 gol. Mbappe memiliki peran penting dalam pencapaian PSG tersebut. Ia tampil dalam enam pertandingan, dan mencetak empat gol dan tiga asis.

Konsistensi penampilan yang ditunjukkan Mbappe setelah pindah ke PSG membuat legenda sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona, terkesan. Sosok yang membawa timnas Argentina juara di Piala Dunia 1986 itu mengungkapkan bahwa Mbappe merupakan pesepakbola muda paling berbakat saat ini.

"Bagi saya Mbappe adalah wahyu sepakbola. Sepertinya dia lebih baik daripada banyak pemain lain saat ini," terang Maradona seperti dilansir The National.

Melihat konsistensi penampilan Mbappe sejauh ini, Maradona menganggap mantan pemain AS Bonby itu layak memenangi penghargaan sekelas Balon d`Or. Dalam daftar pemilihan pemain terbaik versi Majalah France Football tahun ini, Mbappe kalah saing dengan Cristiano Ronaldo yang memenangkan trofi tersebut untuk kali kelima. Dalam daftar pemilihan, Mbappe hanya menduduki posisi tujuh, meski begitu ia mengungguli suara Robert Lewandowski dan Edinson Cavani.

"Selalu memberikan penghargaan itu kepada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah menjadikan ajang tersebut sangat membosankan. Perlu ada orang lain yang terlibat dalam pertarungan, seperti Cavani, Mbappe, (Zlatan) Ibrahimovic yang saya pikir juga layak memenangkannya," tegasnya.

Tantangan yang Jauh Lebih Besar Menanti

Sejauh ini penampilan Mbappe bersama PSG terbilang mengesankan. Namun tantangan yang akan ia hadapi ke depannya akan jauh lebih besar. Selain dituntut mampu meningkatkan performanya, kontribusinya pun diharapkan bisa membawa kejayaan bagi PSG khususnya di kompetisi Eropa.

PSG memiliki ambisi yang besar menjuarai Liga Champions untuk kali pertama. Mendatangkan Mbappe beserta Neymar di bursa transfer musim panas lalu adalah salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Pada babak 16 besar, PSG akan berjumpa Real Madrid yang berstatus sebagai juara bertahan. Madrid bukan lawan sembarangan, Los Blancos baru saja memenangkan trofi kelima mereka tahun ini di ajang Piala Dunia Antarklub 2017.

Tantangan besar khususnya bagi Mbappe untuk menunjukkan kapasitasnya di laga sarat emosi melawan Madrid. Ketangguhan mentalnya akan sangat diuji dalam pertandingan tersebut. Apalagi dalam laga melawan Madrid ia akan berduel melawan idolanya, Cristiano Ronaldo.

"Ini akan menjadi tantangan besar dan ini bukan pertandingan mudah. Namun kami akan siap menghadapi Madrid. Jika ingin memenangi Liga Champions, Anda harus mengalahkan tim terbaik dan Real Madrid tidak diragukan lagi merupakan satu di antaranya," terang Mbappe sebagaimana dilansir dari Telefoot.

Tantangan lain yang akan dihadapi Mbappe adalah harapan publik sepakbola Prancis agar dirinya tampil apik bersama timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Dalam dua musim terakhir penampilan Mbappe di level klub cukup mengesankan. Namun di level tim nasional, Mbappe masih harus membuktikan bahwa ia layak dipanggil Didier Deschamps.

Sejak memulai debutnya bersama timnas senior pada 25 Maret menghadapi Luksemburg di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018, Mbappe membukukan 10 penampilan dengan torehan satu gol. Performa yang sebenarnya tidak buruk-buruk amat, namun performa Mbappe diharapkan meningkat saat tampil di Piala Dunia 2018, yang merupakan panggung besar.

Komentar