Melawan Real Madrid Adalah Titik Sadar Impian Al-Jazira yang Menjadi Nyata

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Melawan Real Madrid Adalah Titik Sadar Impian Al-Jazira yang Menjadi Nyata

Al-Jazira merupakan salah satu kesebelasan yang tangguh di kancah sepakbola Uni Emirat Arab (UEA) dalam 15 tahun terakhir. Kesebelasan itu selalu menjadi ancama bagi dominasi Al-Ahli, Al-Ain dan lainnya pada kompetisi Arabian Gulf League.

Mereka memastikan diri menjadi menjadi kesebelasan besar setelah mendapatkan juara Arabian Gulf League pada musim 2010/2011. Sebelumnya, mereka harus puas menjadi juara dua sebanyak empat kali. Al-Jazira mendapatkan gelar lagi pada musim lalu sehingga berhak tampil pada Piala Dunia Antar Klub 2017 meskipun berstatus sebagai tuan rumah.

Kesebelasan yang berdiri 19 Maret 1974 itu langsung memberikan kejutan. Auckland City FC yang merupakan kontestan tersering di Piala Dunia Antar Klub disingkirkan Al-Jazira pada pertandingan play-off di Stadion Hazza bin Zayed saat pekan lalu, Kamis (7/12). Auckland dikalahkan Al-Jazira melalui gol satu-satunya yang dicetak Romarinho pada menit 38`.

Kejutan Al-Jazira selanjutnya yaitu ketika bisa mengalahkan Urawa Reds Diamonds. Lawannya dari Liga Jepang itu bukanlah kesebelasan sembarangan. Dua gelar Liga Champions Asia sudah didapatkan Urawa dan sempat meraih peringkat tiga Piala Dunia Antar Klub 2007.

Tapi mereka harus pasrah ditaklukan Al-Jazira dengan skor 1-0 seperti yang diterima Auckland. Ketika sebelumnya gol semata wayang itu dicetak pemain asing asal Brasil ke Auckland, kali ini Ali Ahmed Mabkhout mencatatkan namanya di dunia atas gol ke gawang Urawa pada menit 52`.

Penyerang asli UEA itu pun membawa kesebelasan dan harum negaranya ke semifinal Piala Dunia Antar Klub menghadapi Real Madrid yang digadang-gadang kandidat kuat jaura komptisi ini. "Sekarang kami tidak hanya bermain untuk Jazira, kami juga bermain untuk UEA. Kami tahu Real Madrid adalah salah satu tim terbaik di dunia dan ini adalah perhatian bagi semua pemain," ujar Mabkhout seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Madrid memang jelas jauh lebih besar daripada dua lawan Al-Jazira sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Urawa yang sudah meraih dua gelar Liga Champions lingkup benua, Madrid sudah memenangkan 10 kali lebih banyak. Begitu pun dua gelar liga domestik yang sudah didapatkan Al-Jazira sejauh ini, Madrid sendiri telah meraih jumlah itu sejak awal 1930-an.

Tapi Zinedine Zidane selaku Pelatih Madrid menegaskan bahwa kesebelasannya akan tampil maksimal menghadapi Al-Jazira nanti. "Semua orang berpikir itu akan mudah. Kami akan berangkat dan kami ingin melakukan pekerjaan dengan baik dan memenangkan piala," tegas pelatih yang musim lalu pun membawa gelar Piala Dunia Antar Klub tersebut.

Madrid sendiri datang hampir dengan kekuatan penuh. Hanya Luca Zidane dan Jesus Vallejo yang tidak dibawa karena menderita cedera. Kondisi Dani Carvajal, Karim Benzema, Sergio Ramos dan Toni Kroos pun diragukan pada laga di Stadion Zayed Sports City nanti, Kamis (14/12). Kendati demikian, mereka masih berkemungkinan dimainkan seperti Gareth Bale dan Raphael Varane yang sempat mendapatkan cedera ringan.

"Kami menonton liga Spanyol, Jerman dan Inggris. Sekarang Anda akan menghadapi seseorang seperti Cristiano Ronaldo yang telah memenangkan lima bola emas. Dan sekarang Anda berdiri di sampingnya di terowongan untuk memasuki lapangan dan bermain melawannya. Saya hanya bisa membayangkan apa artinya bagi anak laki-lai ini (para pemain Al-Jazira)," ujar Henk ten Cate selaku Pelatih Al-Jazira.

"Kami tidak perlu memotivasi pemain, terutama yang muda. Mereka bermain Play Station di bus saat kami pergi ke pertandingan tandang dan banyak dari mereka yang mendukung Madrid. Jadi mereka tahu semua pemainnya. Ini lucu karena anak laki-laki yang memainkan PlayStation di bus, besok akan menghadapi bintang sesungguhnya," sambung Ten Cate seperti dikutip dari Goal Internasional.

Peta Kekuatan Al-Jazira untuk Meredam Real Madrid

Madrid sendiri memang baru tampil habis-habisan ketika mengalahkan Sevilla dengan skor 5-0 di Stadion Santiago Bernabeu pada pekan lalu, Sabtu (9/12). Kemenangan besar itu akan menjadi tantangan hebat bagi Ali Khasesif yang menjadi pemain terbaik karena gemilang menjaga gawangnya ketika menghadapi Urawa pada pertandingan sebelumnya.

Selain itu, ngerinya serangan Madrid akan menambahkan kesan dua bek pengalaman Al-Jazira yang digalang Fares Juma dan Musallem Fayez. Dibutuhkan kolektif kedua pemain itu terutama untuk meredam Cristiano Ronaldo yang mencetak dua gol ke gawang Sevilla. Sementara di lini tengah, Al-Jazira memiliki pemain andalan berusia muda bernama Mohammed Al Attas.

Posisi aslinya adalah bek tengah, tapi ia dijadikan gelandang bertahan dalam beberapa waktu terakhir di Al-Jazira. Al Attas akan ditemani Mbark Boussoufa dan Yaqoub Al Hosani di lini tengah pada formasi 4-2-3-1 atau 4-4-1-1. Sebetulnya di lini tengah Al-Jazira ada Lassana Diarra yang merupakan mantan pemain Madrid dari 2009 sampai 2013.

Tapi Diarra tidak bisa bereuni dengan mantan kesebelasannya itu karena sedang menderita cedera sejak awal November lalu. Sisanya, Mabkhout dan Romarinho wajib merepotkan Ramos dkk di pertahanan Madrid itu sendiri. Ringkasan berikut yang dimiliki Ten Cate dari skuat Al-Jazira meskipun ia tahu jika peluang kemenangan melawan Madrid itu sangat tipis.

"Bermimpi tidak apa-apa, tapi Anda tidak boleh menjadi bodoh. Anda harus realistis. Dan jika Anda realistis, peluang untuk menang memang tidak terlalu besar. Perbedaan kualitasnya terlalu besar. Tapi tim saya akan bertarung seperti yang mereka lakukan sebelumnya, mereka akan berjuang sampai akhir yang pahit," ujarnya seperti dikutip dari Goal.

Jika melihat perbandingan kekuatan antara keduanya, lelucon tentang parkir bus a la Jose Mourinho, Manajer Manchester United, sangat wajar dilontarkannya. Tapi karena strategi itu jugalah yang membuat Al-Jazira bisa menyingkirkan Acukland dan Urawa. Ketika melawan Madrid, mungkin Cate perlu benar-benar meminjam dua bis dari Mourinho.

Sumber lain: Express, The National

Komentar