Menanti Kejutan Al-Jazira di Piala Dunia Antarklub 2017

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Menanti Kejutan Al-Jazira di Piala Dunia Antarklub 2017

Gong persaingan Piala Dunia Antarklub 2017 akan ditabuh tepat hari ini (6/12). Tujuh kesebelasan menjadi kontestan dalam turnamen yang pada 2017 ini memasuki penyelenggaraan ke 14: Real Madrid (Juara Liga Champions Eropa), Gremio (Juara Copa Libertadores), Pachuca (juara Liga Champions CONCACAF), Wydad Casblanca (juara Liga Champions Afrika), Urawa Red Diamonds (juara Liga Champions Asia), Auckland City (juara Liga Champions Oseania), dan Al-Jazira (juara UAE Pro League) .

Piala Dunia Antarklub 2017 akan diselenggarakan selama 10 hari (6-16 Desember 2017) di Uni Emirate Arab (UEA). Ada dua stadion yang akan digunakan sebagai venue pertandingan: Zayed Sports City Stadium, dan Hazza bin Zayed Stadium yang merupakan markas dari klub Al-Ain.

Meski begitu, status tuan rumah dalam turnamen tersebut bukanlah milik Al-Ain yang memang tidak ikut serta dalam turnamen tersebut. Status tuan rumah menjadi milik klub Asal UAE lainnya, Al-Jazira. Terpilihnya Al-Jazira sebagai tuan rumah tak lepas dari keberhasilan mereka menjuarai UAE Pro League, yang merupakan kompetisi utama di negara Timur Tengah itu, musim lalu.

Bagi Al-Jazira, mentas di Piala Dunia Antarklub merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Bisa dibilang klub berjuluk Pride of Abu Dhabi itu merupakan salah satu tim debutan yang akan memanaskan persaingan di Piala Dunia Antarklub 2017.

Walau demikian, Al-Jazira bukan satu-satunya tim debutan di Piala Dunia Antarklub 2017 ini, tercatat ada dua kontestan lain seperti Gremio dan Wydad Casablanca yang juga berstatus sebagai tim debutan dalam turnamen yang kali pertama digelar pada tahun 2000 itu.

"Bermain di Piala Dunia Antarklub adalah pengalaman unik dan luar biasa, dan Al-Jazira berharap bisa menghadapi persaingan elite dengan klub-klub hebat dalam sepakbola global,” terang Henk ten Cate, Manajer Al Jazira asal Belanda, seperti dilansir dari halaman resmi klub.

Sementara itu, bek Al-Jazira, Mohammed Ayed, mengungkapkan rasa bangga karena mendapatkan kesempatan besar untuk bermain dalam turnamen yang memiliki prestise tinggi itu. Ayed mengungkapkan bahwa kebanggaan yang dirasakan oleh para penggawa Al-Jazira adalah, mereka akan mewakili negaranya di turnamen skala dunia. Para pemain siap memberikan yang terbaik untuk hasil yang positif.

"Mewakili Uni Emirat Arab di Piala Dunia Antarklub adalah impian setiap pemain UEA, kami sangat beruntung di Al-Jazira memiliki kesempatan untuk mewakili negara kami dalam turnamen berskala dunia, dan kami bertekad untuk berjuang dan memberi terbaik kami jadi kami akan mencapai tahap akhir dari kompetisi ini,” terangnya.

Persaingan yang sulit bagi Al-Jazira

Perjalanan Al-Jazira akan dimulai dari putaran play-off menghadapi Auckland City FC di Hazza bin Zayed Stadium, Kamis (7/12) 00:00 dini hari WIB. Secara kualitas, Auckland tentu bukan lawan yang mudah untuk mereka taklukkan, karena kesebelasan asal Selandia Baru itu merupakan kesebelasan yang paling sering mengikuti turnamen tersebut. Tercatat sudah sembilan kali (2006, 2009, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016) Auckland menjadi kontestan Piala Dunia Antarklub.

Dari total sembilan keikutsertaan di Piala Dunia Antarklub, prestasi terbaik Auckland adalah menempati posisi tiga pada akhir turnamen. Prestasi tersebut diraih pada tahun 2014, setelah kalah dari San Lorenzo 2-1 di babak semi-final, Auckland sukses mengalahkan Cruz Azul melalui drama adu penalti di partai perebutan tempat ketiga.

Melihat prestasi tersebut, tentu Auckland bukan lawan yang bisa dipandang remeh Al-Jazira, meski dalam lagan nanti mereka berpotensi mendapatkan dukungan penuh para pendukungnya. Apalagi kondisi tim Al-Jazira saat ini bisa dibilang pincang karena banyaknya pemain andalan yang mengalami cedera sejak awal musim.

"Kami melewati banyak momen sulit di awal musim ini karena kami beberapa pemain penting kami mengalami cedera. Tentunya ini situasi yang rumit bagi kami, tapi kami beruntung karena Al-Jazira memiliki akademi pemuda terbaik di UAE, dan saya sangat bangga dengan para pemain muda kami," tegas Ten Cate.

Melihat jalur lawan yang akan dihadapi Al-Jazira, selain Auckland, beberapa lawan tangguh sudah menanti mereka di babak perempat-final hingga semi-final. Andai bisa mengalahkan Auckland, mereka sudah ditunggu juara Liga Champions Asia, Urawa Reds. Bila Urawa berhasil diatasi, maka Al-Jazira akan langsung berhadapan dengan Real Madrid di semi-final.

Berpotensi menjadi kesebelasan kejutan

Melihat lawan-lawan yang akan dihadapi di Piala Dunia Antarklub 2017, Al-Jazira dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Artinya, mereka tidak terlalu diunggulkan untuk melaju lebih jauh di di turnamen kali ini. Apalagi ada tradisi bahwa tim tuan rumah di Piala Antarklub tidak pernah bisa juara, bahkan dalam perjalanannya cenderung meraih hasil minor.

Satu-satunya tim tuan rumah yang berhasil meraih gelar juara di Piala Dunia Antarklub adalah Corintians pada tahun 2000. Namun setelah turnamen sering diselenggarakan di kawasan Asia dan Afrika, tidak ada lagi tim tuan rumah yang berhasil meraih gelar juara di ajang tersebut.

Tapi Al-Jazira jangan dulu berkecil hati, meski kiprah tuan rumah di Piala Dunia Antarklub dalam 12 penyelenggaraan terakhir rata-rata mengecewakan, namun beberapa kesebelasan seperti Raja Cablanca (Tunisia) dan Kashima Antlers (Jepang) berhasil menggebrak. Pada tahun 2013, Raja Casablanca mampu menapak babak final namun di partai pamungkas mereka takluk dari Bayern Muenchen dua gol tanpa balas.

Musim lalu, Kashima Antlers mengulang prestasi yang sama dengan Raja Casablanca saat bertindak sebagai tuan rumah. Kashima berhasil menembus babak final, sayang lawan yang mereka hadapi di partai puncak adalah Real Madrid yang secara kualitas jauh berada di atas mereka. Namun Kashima berhasil membuat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menemui kesulitan untuk meraih kemenangan.

Kashima berhasil menahan Madrid 2-2 selama 90 menit pertandingan. Laga kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Sayangnya tim asal Jepang itu kehabisan bensin, dan dua gol tambahan berhasil disarangkan Los Blancos untuk membawa mereka meraih gelar juara dengan kemenangan 4-2 di laga final.

Intinya, meski untuk meraih gelar juara terkesan berat bagi Al-Jazira, namun untuk berbicara lebih banyak di Piala Dunia Antarklub adalah hal yang sangat memungkinkan. Keberhasilan Raja Casablanca dan Kashima Antlers bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk berbuat banyak dalam perjalanannya di turnamen tersebut.

Apalagi Al-Jazira tercatat sebagai kesebelasan yang bisa dibilang tangguh dalam ajang berformat turnamen. Sejak terbentuk pada tahun 1974, sudah delapan gelar dikoleksi Al-Jazira dari semua ajang. Dari total tersebut, enam di antaranya merupakan gelar juara di turnamen domestik dan regional seperti Piala Liga, Piala Presiden, Piala Federasi, dan Piala Teluk.

Komentar