Mario Gomez Pelatih Baru Persib: Dari Asisten Pelatih Hector Cuper Hingga Pelatih Mahal

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi 26083

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Mario Gomez Pelatih Baru Persib: Dari Asisten Pelatih Hector Cuper Hingga Pelatih Mahal

Persib Bandung resmi memperkenalkan pelatih baru mereka. Untuk Liga 1 2018, skuat berjuluk Maung Bandung tersebut akan dilatih oleh pelatih asal Argentina, Roberto Carlos Mario Gomez. Mario Gomez, begitu sapaan akrabnya sebagai pelatih (sebagai pemain dikenal dengan sebutan Roberto Gomez), sebelumnya menukangi kesebelasan Malaysia Super League, Johor Darul Takzim (JDT).

Secara prestasi, Mario Gomez punya rekam jejak yang cukup mentereng. Dua musim di JDT ia sukses mengantarkan kesebelasan berjuluk Harimau Selatan tersebut menjuarai Liga Super Malaysia dua musim beruntun (2015 dan 2016), Piala FA Malaysia dan AFC Cup 2015. Perlu diketahui, ketika menjuarai AFC Cup 2015, JDT mencatatkan sejarah sebagai kesebelasan Malaysia pertama yang menjuarai kompetisi antar kesebelasan Asia tersebut (bahkan untuk berlaga di finalnya sekalipun).

Maka bisa dibilang, Mario Gomez ini merupakan pelatih berprestasi. Secara kemampuan dan pengalaman kepelatihan pun ia cukup menjanjikan bagi Persib Bandung. Berikut ini adalah 4 hal yang perlu diketahui dari pelatih yang akan menaklukkan Maung Bandung setelah sukses bersama Harimau Selatan.

Asisten Pelatih Kepercayaan Hector Cuper

Mario Gomez lahir di Mar de Plata (Argentina) pada 27 Februari 1957. Ini artinya, usia Mario Gomez saat ini adalah 60 tahun. Kariernya sebagai pemain mungkin tak begitu sukses karena setelah usia 30 tahun ia mulai tidak aktif bermain. Tapi soal kepelatihan, ia punya segudang pengalaman.

Karier Gomez di kepelatihan tak lepas dari hubungan dekatnya dengan salah satu pelatih kenamaan asal Argentina, Hector Cuper. Di awal kepelatihannya, Gomez selalu menjadi tangan kanan Cuper. Di beberapa kesebelasan yang ditukangi Cuper, Gomez selalu dipilihnya sebagai asisten pelatih. Tak heran sebenarnya karena Cuper dan Gomez merupakan rekan satu tim saat masih bermain di Ferro Carril Oeste, kesebelasan Argentina. Cuper dan Gomez menjadi bagian dari masa keemasan Ferro Carril yang berhasil meraih gelar juara liga pada 1982 dan 1984.

Cuper yang lebih tua dua tahun dari Gomez terjun ke dunia kepelatihan lebih awal dari Gomez. Pertama kali Gomez ditunjuk sebagai asisten pelatih oleh Cuper adalah ketika Cuper menangani Lanus. Bahkan ketika Cuper hijrah ke Real Mallorca dan Valencia pun Gomez masih dibawanya. Gomez yang percaya pada rekannya itu pun kembali menemani Cuper yang menjadi pelatih Internazionale Milan di Serie A pada musim 2001/2002 hingga 2002/2003.

Jalan Gomez untuk menjadi pelatih kepala sebenarnya sudah terbuka ketika Cuper hijrah dari Mallorca ke Valencia pada 1999 di mana Mallorca hendak mengangkatnya sebagai pelatih kepala. Tapi karena regulasi La Liga saat itu tak mengizinkan pelatih yang belum menjadi pelatih kepala selama dua tahun sebagai pelatih kepala, akhirnya Gomez terus menjadi pengikut setia Cuper.

Mario Gomez (kanan) saat masih menjadi asisten pelatih Hector Cuper di Inter (via: inter.it)

Baru pada 2004 Gomez menentukan jalannya sendiri. Tidak lagi bersandar pada Cuper, ia kembali ke Argentina untuk mencari pengalaman. Gymnasia La Plata, Gymansia de Jujuy, Quilmes, dan Club Atletico de Bergamo adalah kesebelasan-kesebelasan yang ia latih pada periode 2004 hingga 2007. Prestasinya adalah dengan mempromosikan Gymnasia de Jujuy ke divisi teratas Argentina.

Kariernya semakin berkembang dengan perjalanannya ke luar Amerika Selatan. Asteras Tripoli (Yunani), Deportivo Cuenca (Ekuador) dan South China (Hongkong) adalah kesebelasan-kesebelasan berikutnya yang ia latih. Sampai akhirnya ia berlabuh di Malaysia dengan menukangi JDT pada 2015.

Dikenal Sebagai Pelatih Berfilosofi Defensif

Sama seperti Cuper, Gomez dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan defensif daripada ofensif. Walau begitu, Gomez sebenarnya menerapkan strategi yang berorientasi pada kemenangan untuk meraih gelar juara. Hal ini merupakan gaya permainan yang ditularkan oleh mantan pelatihnya (dan Cuper) di Ferro Carril Oeste, yaitu Carlos Timoteo Griguol. Apalagi Gomez juga pernah menjadi asisten Griguol.

Bersambung ke halaman berikutnya

Komentar