Rabiot Penguasa Lini Tengah PSG

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Rabiot Penguasa Lini Tengah PSG

Pengalamannya mengembara ke sejumlah akademi sewaktu muda (salah satunya Manchester City) menjadi modal besar bagi karier Adrien Rabiot. Sekarang ia menjadi sosok yang setia kepada Paris Saint-Germain (PSG) yang benar-benar memaksimalkan talenta dan pengalaman bermainnya.

Pada bursa transfer musim panas lalu, kesetiaan Rabiot terus digoda Barcelona dan Juventus. Sebelumnya, ia dikaitkan dengan Arsenal, AS Roma, dan Tottenham Hotspur. Namun ia bertahan dan PSG pun enggan melepasnya walau ditawar mahal. Meski ia sempat mengaku senang ketika ada tawaran dari kesebelasan Liga Primer Inggris.

"Ada banyak liga yang sangat bagus. Itu memperbanyak pilihan untuk pergi ke tempat lain. Tapi untuk saat ini saya senang di PSG. Saya ingin bermain di Liga Primer, tidak selalu ada klub khusus," ungkapnya seperti dikutip dari ESPN FC.

Salah satu alasan bertahannya Rabiot di PSG adalah hengkangnya dua kompetitornya di lini tengah, yaitu Blaise Matuidi dan Grzegorz Krychowiak. Perginya dua kompetitor itu membuat Rabiot menjadi penguasa di lini tengah PSG. Buktinya, seluruh pertandingan PSG di Ligue 1 musim ini (13 pertandingan) dijalaninya sebagai pemain inti.

Peran Rabiot akan semakin vital karena ESPN FC mengabarkan bahwa PSG akan melepas dua gelandang lainnya, yaitu Javier Pastore dan Hatem Ben Arfa. Tapi Rabiot akan mendapatkan saingan baru jika PSG berhasil menukar Lucas Moura dengan Joao Mario dari Internazionale Milan.

Meskipun begitu, masih ada kekhawatiran dalam diri Rabiot. Ini terkait perpanjangan kontrak dari PSG. Masa baktinya dengan PSG akan berakhir pada 2019 nanti. Hal itulah yang sempat dikeluhkan mantan pelatihnya, Laurent Blanc, ketika sedang fokus mengembangkan bakat Rabiot.

"Saya pikir dia memiliki peluang yang bagus di PSG tapi timnya tidak memperhatikan dan memanfaatkan situasi kontraknya. Saya pikir pasti ada tawaran untuknya. Dia mendapatkan tawaran bagus dari PSG, tapi ternyata tidak menarik. Sayang sekali," imbuh Blanc.

Rencana perpanjangan kontrak Rabiot baru muncul baru-baru ini. Ia diperkirakan bakal diikat sampai 2021 atau 2022, dan penandatanganan kontrak akan dilakukan sebelum bursa transfer Januari 2018.

Gelandang Paling Banyak Mengirimkan Umpan Akurat

Rabiot sendiri masih belum puas atas pencapaiannya saat ini. Ia bertekad untuk terus memperbaiki dirinya sebagai pesepakbola profesional. Terutama pada perannya yang ingin lebih sering hadir di depan gawang lawan untuk mencetak gol dan melepaskan umpan lebih banyak.

"Bagi gelandang box-to-box, penting untuk menentukan (mencetak gol atau melepaskan umpan). Saya juga bisa membuat kemajuan di dalam area permainan saya di depan gawang. Ada banyak hal, tapi saya merasa bahwa saya sedang mengalami kemajuan," ujar Rabiot.

Maklum, ia baru mencetak satu gol dan dua asis dari 13 penampilannya di Ligue 1 musim ini. Kendati demikian, sejauh ini Rabiot telah berkembang menjadi salah satu pemain tengah terbaik di Eropa. Ia adalah gelandang yang mampu mendikte tempo permainan dengan jangkauan yang luas.

Rabiot membantu kesebelasanya untuk menguasai bola secara efisien di lini tengah, untuk kemudian memberikan suplai kepada lini depan yang dihuni Edinson Cavani, Kylain Mbappe dan Neymar. Selain membantu serangan, Rabiot juga pemain yang bisa memecah serangan lawan dengan cepat di tengah.

Selain menjadi gelandang box-to-box, Rabiot juga sanggup memerankan dep-lying playmaker ketika Marco Verratti absen. Kemampuan paling istimewa miliknya yang paling menunjang dalam dua peran itu adalah operannya begitu akurat. Dari 13 pertandingan, ia menjadi pengoper terbanyak dengan 1113 kali, sekitar 85 operan per laga. Akurasinya mencapai 93% atau 1041 operan.

Statistik itu membuatnya menjadi pemain paling akurat di antara lima liga top Eropa dalam melepaskan umpan bagi rekan-rekannya. Catatannya itu mengalahkan master operan di Liga Italia yaitu Jorginho (967 umpan) dan David Silva (884 umpan) di Liga Primer Inggris.

Kemampuan menyerangnya diimbangi dengan aksi bertahannya. Ia sanggup melancarkan 2,3 tekel bersih per laga. Rataan itu menjadikannya pemain kedua terbanyak melakukan tekel bersih di PSG. Ia bahkan mengalahkan Marquinhos (1,6 tekel bersih) dan Thiago Silva (1,3 tekel bersih) yang posisinya adalah bek tengah.

Rataan tekel bersih Rabiot hanya kalah dari Dani Alves (3,7 per pertandingannya). Kemampuan Rabiot dalam mencuri bola itulah yang membuatnya bisa lebih cepat menghancurkan pola serangan lawan sebelum berhadapan dengan lini belakang kesebelasannya.

Tentu catatan menyerang dan bertahan dengan baik itu membuatnya sebagai gelandang box-to-box yang sempurna. Gaya permainannya mengingatkan kepada Emmanuel Petit sebagai gelandang elegan, kuat, dan berteknik. Bahkan legenda Prancis, Robert Pires, menganggap bahwa peran Rabiot di PSG lebih vital ketimbang Neymar.

"Neymar adalah pemain terbaik, dia tahu semua hal yang harus dilakukan dengan bola. Tapi bagi saya, pemain paling penting PSG adalah Adrien Rabiot di tengah. Dia adalah bakat yang muncul di Eropa. Sangat muda dan sangat kuat. Dia lebih dari aset bagi PSG dan untuk Prancis," katanya seperti dikutip dari Squawka.

Statistik dan pujian menjadikan Rabiot sebagai bintang lokal PSG yang berhasil bersinar di antara pembelian pemain-pemain dengan uang besar di sana. Bukan hal mustahil jika ia bisa menjadi pemain seharga 100 juta euro di masa yang akan datang. Di mana pun kesebelasan yang menjadi tempatnya berlabuh, Rabiot akan menjadi pemain inti di sana.

Gelandang berusia 22 tahun itu juga justru akan mendapatkan lebih banyak pengalaman. Di usianya sekarang pun Rabiot sudah menjalani 174 pertandingan di seluruh kompetisi bersama PSG dan menjadi pemain Tim Nasional (timnas) Prancis yang menonjol pada tahun ini.

Sebanyak 13 pertandingan yang sudah dijalaninya bersama PSG di Ligue 1 musim ini sudah menghasilkan 35 poin, dan tanpa kekalahan, sehingga PSG memuncaki klasemen sementara. Sudah cukup terbukti jika Rabiot, dengan segala pengalamannya, mulai menjadi kekuatan baru di lini tengah PSG. Perannya memang seolah terpinggirkan karena seluruh perhatian pada PSG disedot oleh Neymar.

Sumber lain: Bleacher Reports, Sport Illustrated, The Sun

Komentar