Robbie Rogers Tak Lagi Takut

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Robbie Rogers Tak Lagi Takut

Robbie Rogers kembali pensiun. Kali ini keputusanya tampak final. Pertama, masalah cedera yang berulang kali ia hadapi sepanjang kariernya sudah begitu parah – Rogers sama sekali tidak bermain sepanjang musim 2017. Kedua, keputusan pensiun kali ini tidak disertai rasa takut, seperti saat dirinya pertama kali mengumumkan pensiun sekaligus melela (coming out).

“Aku menyadari aku gay ketika berusia 14 atau 15 tahun,” ujar Rogers dalam wawancara dengan Donald McRae (The Guardian). “Aku berpikir, ‘aku ingin bermain sepakbola. Tapi tidak ada pemain sepak bola yang gay. Aku harus bagaimana?’”

Rogers, yang merasa bahwa mengaku gay hanya akan menghambat kariernya sebagai pemain profesional karena sepakbola secara umum belum bisa menerima gay, memilih untuk menyembunyikan orientasi seksualnya. Rogers bahkan mengencani cewek-cewek untuk terlihat ‘normal’.

Karier Rogers berjalan mulus. Tumbuh di Amerika Serikat, Rogers menjalani debutnya sebagai pemain profesional di Belanda, bersama SC Heerenveen, pada 2006. Pada 2007 ia kembali ke Amerika Serikat, bergabung dengan Columbus Crew SC. Bersama Columbus, Rogers meraih gelar ganda MLS Cup dan Supporters’ Shield 2008. Di tahun yang sama ia meraih penghargaan MLS Best XI. Semua kesuksesan ini membuatnya merasa semakin harus bersembunyi.

“Kami menjuarai trofi ini (MLS Cup 2008) di LA, di depan keluargaku, sebagai kesebelasan yang luar biasa,” ujar Rogers. “Setelahnya kami ke bar dan aku berpikir, ‘harusnya aku bahagia sekarang...’ tapi aku pulang cepat dan duduk sendiri di kamarku, berpikir, ‘OK. Aku gay. Namun aku tidak bisa melela karena aku sangat mencintati sepakbola. Aku harus bagaimana?’ Semakin sukses, semakin sulit untuk meninggalkan sepakbola.”

Berikutnya untuk Rogers adalah Leeds United. Ia bergabung dengan kesebelasan Inggris tersebut pada bursa transfer musim dingin musim 2011/12. Karier Rodgers di Inggris terganggu serangkaian cedera. Pada Januari 2013, Leeds melepasnya.

Dilepas kesebelasan dan diganggu cedera, sedikit banyak, mendorong Rogers untuk melela. Hal semacam ini, kata Rogers, mustahil dilakukan jika ia masih aktif sebagai pemain Leeds, Columbus, atau kesebelasan mana pun.

“Selama 25 tahun terakhir aku selalu takut, takut menunjukkan diriku yang sebenarnya,” tulis Rogers dalam pembuka surat terbuka yang dimuat di situs pribadinya, 23 Februari 2013. “Takut bahwa penilaian dan penolakan akan menghalangiku meraih mimpi-mimpi dan cita-citaku. Takut bahwa orang-orang yang kucintai akan menjadi jauh dariku jika mereka tahu rahasiaku. Takut bahwa rahasiaku akan menjadi penghalang antara aku dan mimpi-mimpiku.”

Rogers tampak sudah siap merelakan kariernya berakhir cepat di usia 25. Ia bertemu dengan perwakilan Ralph Lauren di New York. Ia mendaftar ke London School of Fashion. Namun ia, pada akhirnya, kembali berkarier sebagai pemain sepak bola. Per 25 Mei 2013, ia bergabung dengan LA Galaxy. Debutnya dua hari berselang menjadikan Rogers pemain sepakbola pria pertama yang secara terbuka mengaku gay.

“Aku tidak akan pernah lupa rasanya kembali bermain di pertandingan pertamaku setelah kembali dari pensiun,” ujar Rogers mengenai pertandingan yang menandai kembalinya dia ke sepakbola. “Perasaan diterima dan dukungan mendorongku sebagai seorang atlet dan pribadi. Mendapat peluang untuk menjuarai MLS Cup di kampung halamanku, bersama kesebelasan kampung halamanku, sebagai pria yang secara terbuka mengaku gay adalah sesuatu yang akan selalu kukenang sepanjang hidupku.”

Bersama Galaxy, Rogers tampil dalam 89 pertandingan; termasuk dalam final MLS Cup 2014 melawan New England Revolution. Rogers dan Galaxy keluar sebagai juara berkat kemenangan 2-1. Namun cedera tak berhenti mengganggu. Dan cedera pula, pada akhirnya, yang membuat Rogers pensiun untuk kali kedua, di usia 30 tahun.

Pihak Galaxy merilis pernyataan Rogers lewat situs resmi kesebelasan pada Selasa (7/11) lalu. Dalam pernyataannya Rogers secara khusus berterima kasih kepada Bruce Arena, pelatih yang mendorongnya untuk kembali bermain walau sudah melela.

“Aku berterima kasih kepada Bruce Arena untuk dorongannya agar aku kembali ke sepakbola profesional setelah aku mengaku gay secara terbuka,” ujar Rogers. “Aku juga berterima kasih kepada semua rekanku di LA Galaxy karena telah menerimaku sejak hari pertama aku kembali ke ruang ganti di StubHub Center.”

“Aku meninggalkan sepakbola dengan penuh kebanggaan atas apa yang telah aku capai sebagai pribadi dan pemain. Aku menatap babak baru dalam hidupku,” tutupnya.

Komentar