Main di Liga Europa? Tak Perlu Kecewa, Arsenal

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Main di Liga Europa? Tak Perlu Kecewa, Arsenal

Tradisi itu akhirnya terputus sudah. Setelah rutin tampil di Liga Champions dalam 20 tahun terakhir, untuk pertama kalinya di musim 2017/2018, Arsenal akan tampil di Liga Europa. Haruskah suporter Arsenal merasa bersedih akan hal ini? Tidak perlu.

Bermain dalam ajang sebesar Liga Champions adalah impian tersendiri bagi klub-klub yang berasal dari Eropa. Selain akan bersua dengan bintang-bintang besar, sisi komersil dari turnamen yang dulunya bernama European Cup ini tidak bisa dinafikkan begitu saja. Match fee yang lumayan besar, serta uang yang semakin bertambah seiring dengan lolosnya sebuah tim ke babak berikutnya di Liga Champions, adalah sebuah berkah sekaligus semangat tersendiri.

Oleh karena itu, tak heran akan ada kekecewaan yang muncul jika sebuah kesebelasan tak bisa tampil dalam ajang Liga Champions. Dalam benak, terbayang uang-uang yang hilang melayang seiring dengan gagalnya sebuah kesebelasan tampil di ajang paling prestise se-Eropa tersebut. Khusus untuk musim 2017/2018 ini, Arsenal adalah klub yang mungkin merasakan hal tersebut.

Tak kurang selama 20 tahun, The Gunners selalu menghiasi ajang Liga Champions sebagai wakil dari Inggris. Maka, dengan tidak tampilnya mereka dalam ajang Liga Champions pada musim 2017/2018, rasanya ada sesuatu yang hilang dan kurang. Tapi pada dasarnya, Arsenal tidak perlu kecewa karena gagal tampil di Liga Champions. Liga Europa pun sebenarnya menjanjikan sesuatu yang cukup menarik bagi mereka.

***

Selama ini, Liga Europa kerap dianggap sebagai kompetisi kelas dua di Eropa, mirip-mirip dengan Copa Sudamericana di Amerika Selatan sana. Namun, sejak UEFA memberlakukan sebuah kebijakan baru, Liga Europa pun naik kelas, dan menjadi kompetisi yang cukup diperhitungkan kepentingannya.

Sejak musim 2014/2015, juara Liga Europa punya peluang besar untuk ikut mentas di ajang Liga Champions musim selanjutnya. Berdasarkan aturan yang diterapkan oleh UEFA, juara Liga Europa punya kesempatan untuk mengikuti babak play-off Liga Champions untuk musim selanjutnya. Mereka bisa langsung lolos ke fase grup jika juara Liga Champions pada musim yang sama berhasil lolos ke Liga Champions musim selanjutnya lewat mekanisme kompetisi domestiknya masing-masing.

Dengan kebijakan baru ini, kompetisi Liga Europa pun menjanjikan hal yang cukup menggiurkan. Jalan inilah yang juga ditempuh oleh Manchester United pada musim 2016/2017 kemarin. Dengan menjuarai Liga Europa, mereka pun berhak untuk tampil di Liga Champions musim 2017/2018. Mereka malah langsung lolos ke fase grup (berkat Madrid yang juara Liga Champions 2016/2017 dan lolos ke Liga Champions musim 2017/2018 lewat mekanisme kompetisi domestik La Liga).

Manchester United, menempuh jalan menjadi juara Liga Europa agar bisa tampil di Liga Champions

Dengan adanya kebijakan baru seperti ini, klub-klub yang tampil di Liga Europa sebenarnya tak usah berkecil hati, karena ada sesuatu yang sudah menanti mereka di akhir kompetisi nanti. Hal yang sama juga berlaku untuk Arsenal, yang pada musim 2017/2018 ini tampil di kompetisi Liga Europa.

Mungkin sekilas tampak ada sedikit penurunan yang dialami oleh Arsenal seiring dengan tampilnya mereka di Liga Europa. Tapi jika Arsene Wenger mau melihat dari sisi yang lebih positif, ada beberapa keuntungan yang bisa didapat oleh Arsenal jika mereka mau sedikit lebih serius menanggapi Liga Europa ini, seperti halnya yang dilakukan Manchester United pada musim 2016/2017.

Pertama, Arsenal memiliki rute lain yang tidak dimiliki kesebelasan lain di Liga Primer untuk menuju Liga Champions. Penjelasan mengenai mekanisme lolosnya juara Liga Europa sudah cukup menjelaskan akan poin ini. Dengan menjadi juara Liga Europa, mereka tidak perlu bersusah-payah bertarung hanya untuk memperebutkan peringkat keempat, hal yang seakan sudah menjadi trademark mereka setiap musim.

Cukup dengan menjadi juara Liga Europa, maka minimal tiket play-off Liga Champions musim selanjutnya sudah berhasil mereka pegang. Syukur-syukur jika sang juara Liga Champions lolos ke Liga Champions musim selanjutnya lewat mekanisme kompetisi domestik negaranya. Mereka langsung bisa mencicipi fase grup Liga Champions tanpa susah-susah melewat babak play-off.`

Kedua, Arsene Wenger dapat memberikan trofi Eropa bagi Arsenal. Tak bisa dimungkiri, dibandingkan dengan Liverpool dan Manchester United, trofi Eropa yang dimiliki Arsenal tidaklah terlalu banyak. Dengan menjadi juara Liga Europa, setidaknya Wenger bisa menebus kegagalannya pada musim 2005/2006 silam ketika gagal mengantarkan The Gunners menjuarai Liga Champions usai kalah di final oleh Barcelona. Trofi Liga Europa setidaknya akan menambah koleksi trofi Arsenal.

Ketiga, Liga Europa bisa dijadikan tempat eksperimen taktik Wenger. Liga Europa adalah kompetisi yang notabene tidak diisi oleh nama-nama tenar semisal Madrid atau Bayern. Maka, ajang ini bisa dijadikan sebagai tempat coba-coba skema bagi Wenger (selain Piala Liga maupun Piala FA).

Kompetisi Eropa adalah kompetisi dengan level berbeda, dan butuh pendekatan yang lebih mendalam agar bisa menjadi juara di dalamnya. Setelah gagal di Liga Champions selama 20 tahun, setidaknya Wenger bisa menepi terlebih dahulu ke Liga Europa, belajar sekaligus mencoba-coba skema yang pas, sebelum akhirnya lebih siap untuk mengarungi kompetisi Eropa yang lebih ketat (Liga Champions). Itu pun dengan catatan mereka bisa menjuarai Liga Europa dan masuk ke Liga Champions musim selanjutnya.

Arsene bisa belajar di Liga Europa terlebih dahulu, sebelum akhirnya kelak kembali ke Liga Champions

***

Melihat segala keuntungan yang bisa didapat oleh The Gunners, kompetisi Liga Europa ini sebenarnya bisa masuk prioritas mereka untuk musim ini, selain bersaing di jalur juara Liga Primer dan mempertahankan gelar Piala FA. Lupakan gelar "Liga Malam Jum`at" yang sudah kadung tersemat di kompetisi Liga Europa, karena justru sekarang mereka punya nilai lebih yang bisa dipertimbangkan oleh kesebelasan-kesebelasan Eropa lain, bukan hanya Arsenal saja.

Lagi pula, bukankah lolos ke Liga Champions musim selanjutnya (musim 2018/2019) dengan menggondol trofi Liga Europa adalah cara yang elegan? Daripada memperebutkan posisi empat yang belum tentu didapatkan oleh The Gunners mengingat kualitas para pesaingnya di dalam negeri yang semakin meningkat.

Komentar