Menanti Kesebelasan Jebolan Perserikatan Kembali Ramaikan Divisi Teratas Indonesia

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Menanti Kesebelasan Jebolan Perserikatan Kembali Ramaikan Divisi Teratas Indonesia

Babak penyisihan Liga 2 Indonesia 2017 hampir menapaki babak akhir. Dari delapan grup yang menampung 60 kontestan di divisi dua kompetisi sepakbola Indonesia, sebagian besar sudah merampungkan semua pertandingannya. Tercatat hanya tinggal Grup 2,3, 5, dan 8 saja yang masih menyisakan masing-masing satu pertandingan. Meski begitu untuk melihat kesebelasan mana yang lolos ke babak 16 besar sudah bisa dilihat.

Tercatat, sudah 13 kesebelasan memastikan diri tampil di babak 16 besar yang mewakili masing-masing grup. Di Grup A PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan memastikan langkah di fase 16 besar. Di Grup 2 ada Cilegon United dan Persita Tangerang, Grup 3 PSS Sleman, Grup 4 PSIS Semarang dan Persis Solo, Grup 5 Persebaya Surabaya dan Martapura FC, Grup 6 PSMP Mojokerto dan Kalteng Putra, serta Persigo Semeru dan Maruda FC dari Grup 7.

Setidaknya masih ada tiga tempat tersisa yang masih akan diperebutkan delapan kesebelasan yang berpeluang lolos dari gua grup berbeda. Kedelapan kesebelasan itu adalah Persibat Batang, PSCS Cilacap, PSGC Ciamis, dan Persibas Banyumas yang akan memperebutkan satu tempat tersisa dari Grup 3. Sementara PSBS Biak, Persiwa Wamena, dan Yahukimo FC masih saling bersaing untuk memperebutkan dua jatah dari Grup 8.

Sedikit gambaran tentang pertandingan pada babak 16 besar, setiap kontestan yang melaju ke fase tersebut nantinya akan dikelompokkan lagi ke dalam empat grup yang masing-masing berisikan empat tim. Lalu, akan diambil dua kesebelasan di peringkat teratas dari setiap grup untuk melanjutkan perjuangan di babak perempat-final, yang kemudian berlanjut ke babak semifinal, dan final.

Penentuan siapa kesebelasan yang akan promosi ke Liga 1 Indonesia akan ditentukan melalui partai semifinal nanti. Sebab hanya ada tiga kesebelasan yang akan diambil untuk menggantikan tiga klub yang terdegradasi dari Liga 1. Untuk dua tim yang lolos ke babak final, mereka bisa bernafas lega karena sudah dipastikan promosi ke Liga 1, sementara pemilihan satu kontestan lainnya akan diambil dari tim yang menduduki posisi tiga.

Kesebelasan Legendaris

Dari total 13 kesebelasan yang sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar, menarik melihat kiprah dari enam kesebelasan yang terdiri dari PSMS, Persebaya, Persis, PSIS, Persita, dan PSS Sleman di babak 16 besar nanti. Bukan bermaksud merendahkan kesebelasan lainnya, namun fakta sejarah mengatakan bahwa enam kesebelasan tersebut dianggap sebagai tim legendaris Indonesia, yang memiliki nama besar sejak era kompetisi Perserikatan dulu.

Bahkan beberapa tim juga pernah berjaya dan mengecap gelar juara di kompetisi level satu di Indonesia, yang kemudian nama mereka membumbung sebagai kesebelasan papan atas negeri ini. Ada kerinduan untuk melihat mereka kembali bermain di kompetisi level satu sepakbola Indonesia. Harapan tersebut juga pernah dilontarkan oleh Supardi Nasir. Bek sayap Persib Bandung itu berharap kalau kesebelasan-kesebelasan jebolan Perserikatan yang kini bermain di Liga 2 bisa kembali ke Liga 1 untuk membuat persaingan semakin panas.

"Pasti saya berharap bahwa tim-tim seperti PSMS, Persebaya juga, PSIS, hingga PSS bisa kembali ke kompetisi level tertinggi sepakbola Indonesia. Mereka tim Perserikatan. Jadi, kalau mereka kembali ke kompetisi utama Indonesia, saya pikir mewah juga kompetisi ini kalau ada mereka lagi," terang Supardi Nasir, beberapa waktu lalu.

Dari sederet nama yang sudah disebutkan di atas, nama PSMS dan Persebaya menjadi pusat perhatian. Kedua kesebelasan tersebut di masa lalu pernah menjadi salah satu kekuatan sepakbola Indonesia baik di era Perserikatan maupun Liga Indonesia. Mereka pun pernah berprestasi, tak sekadar numpang lewat.

PSMS pernah mengecap juara Perserikatan pada tahun 1967, 1971, 1975, 1983, dan 1985. Kemudian prestasi Ayam Kinantan dilanjutkan dengan meraih gelar runner-up pada Liga Indonesia 2007. Kehadiran PSMS Medan di kancah Liga 1 akan membuat nostalgia para pemadat sepakbola nasional, khususnya yang sudah mengikuti kompetisi ini sejak dulu.

Di Liga 1, PSMS memiliki beberapa kesebelasan yang dianggap sebagai musuh bebuyutan mereka. Salah satunya adalah Persib Bandung. Pertemuan keduanya cukup panas di masa lalu. Bahkan pertemuan PSMS dan Persib disebut juga sebagai El Clasico Indonesia.

Kemudian Persebaya, yang juga punya prestasi gemilang di kancah Perserikatan maupun Liga Indonesia. Tercatat Persebaya mengoleksi enam gelar Perserikatan dan dua Liga Indonesia. Kehadiran Bajul Ijo di Liga 1 cukup dinanti banyak pihak juga. Sama halnya dengan PSMS, kehadiran Persebaya juga akan memanaskan beberapa pertandingan di Liga 1.

Salah satu yang cukup dinantikan tentunya partai derby Jawa Timur yang mempertemukan Persebaya melawan Arema FC. Sebelum Arema menjadi kesebelasan besar seperti sekarang, Persebaya-lah yang merupakan primadona pendukung sepakbola di Jawa Timur. Namun dengan menurunnya pamor Persebaya, Arema kini mengambil alih popularitasnya dan menjadi kesebelasan terbaik Jawa Timur.

Selain Persebaya dan PSMS tentu masih ada pula Persis Solo. Meski prestasinya tidak semegah Persebaya maupun PSMS, Persis tetaplah kesebelasan legendaris di Indonesia. Di era 1930-an, mereka adalah raja sepakbola Indonesia. Dalam kurun waktu hingga akhir era 1940-an, Persis telah mengolesi tujuh gelar di ajang Perserikatan.

Selain itu, mereka juga salah satu klub yang pada era-nya dulu banyak mencetak pemain-pemain hebat yang menjadi tulang punggung kesebelasan. Salah satu yang paling terkenal tentunya Raden Maladi, salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Kehadiran Persis Solo juga akan menambah gairah sepakbola Jawa Tengah di Liga 1, maklum sudah beberapa tahun terakhir ini kompetisi utama Indonesia sepi dari kiprah tim asal Jawa Tengah, tentunya akan semakin semarak bila satu kesebelasan lain yakni PSIS Semarang pun bisa ambil bagian di dalamnya.

Jangan lupakan juga PSS Slemen dan Persita Tangerang yang meski prestasi mereka tak segemerlap Persebaya, PSMS, Persis, dan PSIS namun dua kesebelasan itu juga pernah menjadi tim besar di sepakbola Indonesia. Jadi tentunya akan menarik bagaimana kiprah dari kesebelasan-kesebelasan legendaris Indonesia itu di babak 16 besar nanti.

Namun jalan berliku masih akan mereka hadapi sebelum akhirnya kembali berkiprah di kompetisi level satu Indonesia. Sebab selain hanya tiga kesebelasan saja yang akan promosi ke Liga 1, gairah dan ambisi kesebelasan lain yang nantinya bertarung di babak 16 besar pun tak boleh luput dari perhatian karena potensinya mereka pun bisa menjegal ambisi enam kesebelasan tersebut.

Foto: Liga-Indonesia

Komentar