Carabao Cup dan Sponsor-sponsor Piala Liga Inggris Lainnya

Cerita

by Sandy Firdaus Pilihan

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Carabao Cup dan Sponsor-sponsor Piala Liga Inggris Lainnya

Sejak mulai dihelat pada musim 1960/1961, sudah cukup banyak brand yang mensponsori ajang EFL Cup, atau lazim kita sebut sebagai Piala Liga Inggris ini. Dari beragam sponsor tersebut, ada yang bertahan lama, dan ada juga yang bertahan hanya semusim saja.

Piala Liga Inggris adalah sebuah turnamen yang mempertemukan klub-klub yang berlaga di divisi empat teratas kompetisi sepakbola Inggris (Liga Primer, Championship, League One, dan League Two). Bedanya dengan Piala FA, Piala Liga ini tidak menyertakan klub-klub semiprofesional dan non-liga (Anda ingat Sutton United?). Semua yang ikut dalam ajang Piala Liga ini adalah klub profesional yang berlaga di kompetisi profesional juga.

Sebagai salah satu kompetisi sepakbola di Inggris, kehadiran EFL Cup atau Piala Liga Inggris ini tentu menarik perhatian dari brand, yang ingin menjadi bagian sekaligus mendukung terselenggaranya Piala Liga Inggris ini. Untuk musim 2017/2018, Piala Liga Inggris menggandeng Carabao sebagai sponsor resmi untuk Piala Liga Inggris 2017/2018. Perjanjian kontrak pun sudah ditandatangani pihak Carabao dan EFL sampai 2020 mendatang.

Sebelum Carabao, ada beberapa brand yang juga pernah menjadi sponsor dari Piala Liga Inggris ini. The Telegraph pun mengelompokkan brand-brand tersebut, mulai dari yang tidak terkenal sampai brand yang paling dikenang oleh para suporter sepakbola, khususnya di Inggris, umumnya di seluruh dunia.

Worthington Brewery (Worthington Cup, 1998/1999 - 2002/2003)

Worthington Brewery, salah satu perusahaan brand bir di Inggris pernah menjadi sponsor EFL Cup sejak musim 1998/1999 sampai 2002/2003. Namun sepanjang Worthington menjadi sponsor dari Piala Liga Inggris, jarang orang mengingat tentang ini. Ini tak lepas dari situasi EFL Cup saat itu yang masih dianggap sebagai kompetisi kelas dua.

Kontrak sebesar 23 juta paun yang mengikat Worthington dan EFL Cup sampai 2002/2003 (seharusnya sampai 2003/2004 namun Worthington memutuskan mundur semusim lebih cepat) pun dihiasi dengan finalis-finalis yang merupakan klub medioker. Leicester City (bukan Leicester yang sekarang), Birmingham City, Blackburn Rovers, bahkan Tranmere Rovers pernah mencicipi partai final dari Worthington Cup ini.

Salah satu laga final seru hanya tersaji di akhir masa sponsorship Worthington, yaitu musim 2002/2003 kala Liverpool berjumpa Manchester United di Stadion Millennium. Saking tidak pentingnya Worthington Cup ini, orang-orang Inggris kala itu kerap memelesetkan Worthington Cup menjadi "Worthless Cup".

Littlewoods (Littlewoods Challenge Cup, 1986/1987 - 1989/1990)

Littlewoods, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang mail-order catalogue (semacam online shop di masa sekarang) dan juga bergerak di bidang betting, pernah menjadi sponsor dari EFL Cup ini. Untuk menambah bumbu keseruan, mereka bahkan menyematkan nama Challenge Cup di dalamnya, menjadi Littlewoods Challenge Cup.

Salah satu hal yang diingat kala Littlewoods menjadi sponsor dari EFL Cup ini adalah desain trofi yang mereka rancang sendiri. Rancangan trofi yang mereka buat ini bersifat handle-less, namun menjadi ciri khas dari masa-masa Littlewoods kala mereka menjadi sponsor EFL Cup.

Rumbelows (Rumbelows Cup, 1990/1991 - 1991/1992)

Meski hanya dalam waktu yang terbilang sebentar, Rumbelows tetap menorehkan sejarah sebagai perusahaan yang pernah menjadi sponsor EFL Cup alias Piala Liga Inggris. Musim 1990/1991 dan musim 1991/1992 menjadi musim ketika Piala Liga Inggris bernama Rumbelows Cup, sebelum akhirnya Rumbelows mengalami kebangkrutan pada 1992.

Dalam sejarahnya, ada satu hal yang cukup dikenang kala Rumbelows menjadi sponsor dari Piala Liga Inggris. Itu terjadi pada 1992 silam. Kala itu Rumbelows mengadakan Rumbelows Sprint Challenge, sebuah lomba untuk mencari pesepakbola tercepat di Inggris. Lomba ini dimenangkan oleh pemain Swansea City, John Williams.

Williams pun berhak atas hadiah 10.000 paun saat itu, berkat rekor 11,49 detik yang ia torehkan. Uang itulah ternyata yang menjadi awal kebangkrutan dari Rumbelows.

Capital One (Capital One Cup, 2012/2013 - 2015/2016)

Capital One, perusahaan besar yang juga punya basis di Amerika Serikat ini pernah menjadi sponsor Piala Liga Inggris dalam waktu yang cukup lama. Terhitung selama tiga tahun, nama Piala Liga Inggris juga dikenal sebagai nama Capital One Cup. Meski begitu, Capital One ini juga bukanlah nama yang cukup dikenal. Nama Capital One Cup sendiri dianggap oleh The Telegraph sedikit sulit diucapkan oleh para manajer.

Meski begitu, ketika Piala Liga Inggris bernama Capital One Cup, cukup banyak partai final menarik yang terjadi, salah satunya adalah antara Swansea City melawan Bradford City, Liverpool melawan Manchester City, serta Chelsea menghadapi Tottenham Hotspur.

Coca-Cola (Coca-Cola Cup, 1992/1993 - 1997/1998)

Coca-Cola, perusahaan yang bergerak di bidang minuman ringan juga pernah menjadi sponsor dari Piala Liga Inggris. Nama Coca-Cola Cup menghiasi gelaran Piala Liga Inggris mulai musim 1992/1993 sampai musim 1997/1998, atau selama lima tahun lamanya.

Ada hal menarik yang terjadi saat Coca-Cola masih menjadi sponsor dari Piala Liga Inggris. Selama masa lima tahun Coca-Cola menjadi sponsor Piala Liga Inggris, hanya dua kesebelasan ber jersey merah lah yang menjuarai Piala Liga Inggris, yaitu Arsenal dan Liverpool. Sisanya, ada nama Aston Villa, Leicester City, dan Chelsea, klub-klub tidak ber jersey merah yang menjuarai Piala Liga. Hal ini pun sedikit bertolak belakang dengan logo Coca-Cola yang banyak dihiasi warna merah.

Molson Coors (Carling Cup, 2003/2004 - 2011/2012)

Di antara nama semua sponsor Piala Liga Inggris, nama Carling Cup mungkin adalah satu nama yang cukup mengena di hati para suporter. Tak heran, nama ini bertahan cukup lama, hampir delapan tahun lamanya sehingga membekas di benak para suporter.

Molson Coors, perusahaan yang menjadi sponsor ini, menandatangani kontrak dengan pihak EFL Cup sebesar 5 juta per musim. Beberapa partai final menarik pun terjadi di masa Carling Cup ini, seperti ketika Arsenal dikalahkan Birmingham, serta ribut-ribut antara para pemain Chelsea dan Arsenal pada 2007 silam.

Milk Marketing Board (Milk Cup, 1981/1982 - 1985/1986)

Sponsor pertama dari Piala Liga Inggris yang juga bertahan cukup lama, yakni selama empat tahun. Milk Marketing Board, perusahaan yang bergerak di bidang minuman jenis susu ini, Mereka menjadi pionir perusahaan yang mau mendanai kompetisi yang kala itu masih menjadi kompetisi kelas dua, dengan dana sebesar 250.000 paun per tahunnya.

Ada yang menarik juga dari Milk Cup ini. Dalam tiga gelaran Milk Cup, Liverpool berhasil menjadi juara selama tiga musim berturut-turut. Hal inilah yang membuat Ian Rush menjadi role model dari iklan susu Milk Marketing Board yang melibatkan seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi pemain hebat.

***

Nama-nama di atas adalah nama-nama perusahaan yang pernah menjadi sponsor dari EFL Cup atau Piala Liga Inggris. Mereka memiliki kisah dan ceritanya masing-masing, yang membuat mereka menjadi dikenang sebagai perusahaan yang pernah mensponsori Piala Liga. Sekarang, mulai 2017/2018, Carabao akan memulai perjalanannya sebagai sponsor EFL Cup. Akankah mereka dikenang seperti Molson Coors, si pemilik nama Carling, atau terlupakan seperti Worthington?

Komentar