Mengungkap Rahasia Teknik Tendangan Bebas David Luiz

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Mengungkap Rahasia Teknik Tendangan Bebas David Luiz

Mengenal sosok David Luiz, ia adalah salah satu pemain bertahan tangguh yang beredar di Liga Primer Inggris bersama Chelsea. Bisa dibilang ia cukup sulit untuk ditaklukkan lawan, selain itu ia juga punya kemampuan yang baik dalam mengalirkan bola dari lini belakang.

Meski berposisi sebagai pemain belakang, tapi Luiz juga punya kemampuan yang baik dalam hal menyerang. Pemain asal Brasil itu tergolong sebagai pemain belakang yang produktif. Saat tim yang dibelanya mendapat kesempatan mencetak gol melalui bola mati seperti tendangan penjuru, Luiz pasti naik ke hingga kotak penalti lawan. Umpan silang yang dilepaskan rekan satu timnya dari sepak pojok sering dikonversi menjadi gol melalui sundulan kepalanya.

Tidak hanya itu, Luiz juga piawai mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas. Dia sering dipercaya untuk menjadi eksekutor tendangan bebas, yang jaraknya dekat dengan gawang lawan. Hasilnya hampir selalu mengesankan, karena sering kali berbuah gol. Bahkan, beberapa gol yang diciptakan Luiz dari tendangan bebas bisa dibilang sebagai gol indah.

Contohnya, saat ia berhasil membobol gawang Kolombia di babak perempat-final Piala Dunia FIFA 2014. Saat itu Luiz mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 35 yard, yang meluncur keras menembus gawang David Ospina untuk membuat Brasil unggul 2-0. Bola tendangan Luiz sangat keras dan sulit diantisipasi. Banyak yang menyebut kalau eksekusi yang dilakukan Luiz mirip dengan Roberto Carlos.

Luiz memang bukan satu-satunya pemain bertahan yang punya kelebihan mengonversi bola tendangan bebas menjadi gol. Sebelumnya ada banyak sosok semisal Carlos, Christian Chivu, Aleksandar Kolarov, Alex, atau bahkan penjaga gawang Jose Luis Chilavert. Tapi setidaknya, hal tersebut membuat Luiz punya kemampuan lebih selain dalam urusan bertahan.

Seusai mengantar timnya lolos ke babak semi-final Piala Dunia 2014, Luiz tidak banyak berkomentar soal gol spektakuler yang berhasil ia torehkan itu. Ia bahkan cenderung kaget karena bisa melakukan sepakan seperti itu. Pemain yang pada musim lalu menggunakan nomor punggung 30 itu, hanya menyebut kalau dirinya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan, menendang bola pada titik yang tepat agar penjaga gawang lawan kesulitan mengantisipasi tendangannya.

"Saya pikir itu soal genetik, saya dilahirkan dengan kaki seperti ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saya hanya menendang bola ke titik yang tepat. Itu membuat kiper lawan kesulitan dan saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan," katanya seperti dilansir dari Daily Mail pada 2014 lalu.

Setiap pemain, pasti memiliki teknik dan kekhasan-nya masing-masing dalam melakukan eksekusi tendangan bebas. Gylfi Sigurdson misalnya yang ayunan kaki kanannya tak seperti penendang biasanya saat menyentuh bola. Bola sepakan gelandang asal Islandia ini kemudian meluncur deras dan melengkung. Begitu pula dengan Luiz yang menggunakan pendekatan baru dalam seni tendangan bebas dengan menendang bola dengan cara yang sedikit unik.

Kepada Sky Sports, Luiz mengungkapkan bahwa teknik yang ia lakukan tersebut sangat memengaruhi pada arah dan kecepatan menukik bola. Terlihat, setiap kali Luiz melakukan eksekusi tendangan bebas, bola sepakannya itu selalu mengarah lurus dengan kecepatan tinggi. Luiz mengakui bahwa ia memang memiliki teknik tendangan bebas yang berbeda dengan pemain lainnya.

“Saya tidak seperti orang lain yang menendang dengan cara berbelok (curve). Bola yang saya lepaskan arahnya selalu lurus. Bola yang saya tendang, kau tahu, seperti orang yang sedang bermain ping-pong (tenis meja). Saya menyentuh bagian bawah bola, sehingga bola meluncur ke atas dengan kecepatan penuh,” katanya.

Luiz melanjutkan, sama dengan pemain lainnya ia juga melakukan pengukuran jarak saat melakukan ancang-ancang untuk menemukan posisi yang pas untuk menempatkan bola. Mantan penggawa Paris Saint-Germain (PSG) itu juga mengakui bahwa kecenderungannya saat sudah menemukan sisi yang tepat untuk mengarahkan bola, maka ia akan berdiri sejajar dengan arah tuju bola.

“Sebelum menendang, saya mengambil jarak terlebih dahulu. Saya juga mengukur jarak terlebih dahulu antara posisi tendangan bebas dengan gawang. Jika jaraknya pas, maka saya akan mencoba untuk menendang bola ini ke gawang,” terangnya.

“Biasanya saya berada di sisi yang sama dengan arah bola yang saya inginkan. Hal tersebut mungkin membuat banyak orang akan mudah menebak arah bola yang saya lepaskan. Saya juga menyadari bahwa beberapa kiper mengenal saya, jadi saya bisa mengubah [penampilan saya]," sambungnya.

Pemain berusia 30 tahun itu melanjutkan bahwa tujuannya mengangkat lutut saat akan menyentuh bola. Selain itu, hal tersebut juga tentunya harus disokong pula dengan ancang-ancang yang pas agar bola mengarah ke tujuan yang diinginkannya.

“Tekniknya begini. Ketika saya menendang, saat akan menyentuh bola saya mengangkat lutut saya ke atas sedikit. Saya juga harus mengambil ancang-ancang yang pas, agar bola mengarah ke tujuan yang saya inginkan. Saat menyentuh bola, saya berusaha untuk menyentuh bagian samping bola supaya putaran bola menjadi seperti ketika kita memukul bola ping-pong,”

http://www.skysports.com/watch/video/10980661/luizs-free-kick-masterclass

Foto: weaintgotnohistory.sbnation.com

Video: Youtube, Sky Sport

Komentar