Mencoba Memahami Isi Hati Neymar

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Mencoba Memahami Isi Hati Neymar

Kepindahan Neymar Jr. ke Paris Saint-Germain akhirnya menjadi realita setelah PSG menebus klausul pelepasan kontraknya yaitu sebesar 222 juta euro atau sekitar 197 juta paun, atau sekitar 3,4 triliun rupiah. Harga ini menjadikan Neymar sebagai pemain termahal dunia yang baru, unggul jauh dengan lebih dari dua kali lipatnya dari rekor sebelumnya yang dipegang oleh Paul Pogba (105 juta euro atau 89,3 juta paun) saat ia pindah dari Juventus ke Manchester United.

Secara finansial, tidak ada alasan untuk tidak menjual Neymar dengan harga fantastis seperti itu. Bahkan mereka bisa saja mencetak “trio MSN yang baru” atau bahkan membeli sebelas pemain baru dengan uang sebanyak itu jika mereka mau.

Sulit mencari pengganti Neymar

Idealnya, pengganti Neymar adalah Ousmane Dembele yang juga sempat digosipkan pindah ke Barcelona sebelumnya. Namun tidak seperti Neymar yang merupakan winger kiri, Dembele adalah winger kanan.

Barcelona seharusnya mencari pengganti Neymar dengan seorang winger kiri juga untuk memaksimalkan Lionel Messi sebagai winger kanan. Sejauh ini Barcelona memiliki Gerard Deulofeu (23 tahun) yang baru didatangkan dari Everton. Deulofeu sendiri merupakan produk asli La Masia yang berposisi sebagai winger kiri.

Jika benar pengganti Neymar adalah Deulofeu, apakah ini bukan merupakan downgrade? Kecuali jika Barcelona membeli Dembele (winger kanan), Deulofeu bermain sebagai winger kiri utama, dan Messi mau bermain di posisi di belakang penyerang Luis Suarez (posisi No. 10), maka Barcelona akan lebih merasa kehilangan Neymar daripada mereka mendapatkan uang yang banyak.

Beberapa nama lain sempat diisukan pindah, seperti Philippe Coutinho, Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, dan Eden Hazard. Kecuali Mbappe (18 tahun), baik Coutinho (25) dan Hazard (26) adalah pemain yang sejujurnya bagus, tapi sejujurnya juga tidak lebih bagus daripada Neymar (25).

Untuk kasus Mbappe, ia adalah pemain yang lebih muda yang sangat potensial. Bisa saja ia sehebat atau lebih hebat daripada Neymar nantinya. Tapi Mbappe adalah pendukung Real Madrid, entah ini akan berpengaruh atau tidak.

Sementara jika Barcelona membeli Dembele (20) yang lebih muda, ia adalah pemain yang mempunyai potensi, sama seperti Mbappe. Namun, ia adalah winger kanan. Dembele bisa saja bermain menjadi winger kiri, dan bahkan menjadikannya sebagai winger kiri untuk jangka panjang. Tapi melakukannya di musim pertama akan berisiko.

Secara strategis, Barcelona bisa membeli baik Dembele dan Mbappe untuk memastikan regenerasi penyerang mereka terus berjalan. Dengan membeli salah satu dari kedua pemain di atas terlebih dahulu (jika memang tidak membeli keduanya sekaligus), maka Barcelona sudah menyikapi kepergian Neymar dengan rencana futuristik yang baik.

Tapi tetap saja, ini semua membuat perburuan Barcelona terhadap pengganti Neymar memang tidak akan mudah. Selain pemain baru tersebut belum tentu lebih bagus daripada Neymar, ia juga belum tentu bisa menyikapi tekanan dengan baik karena harus menggantikan huruf ‘N’ pada trio MSN yang sebelumnya sudah memiliki reputasi yang sangat baik di dunia.

Kenapa Neymar ingin pindah?

Dari tadi, sebetulnya kita hanya melihat siapa pengganti Neymar. Tapi ada satu pertanyaan yang lebih esensial: Kenapa juga Neymar mau pindah? Pertanyaan ini sebelumnya sudah nyaring terdengar terutama setelah pihak Barcelona sudah mengonfirmasi jika Neymar memang benar-benar ingin pindah, meskipun tidak memberikan alasannya kenapa.

Satu hal yang umum kita dapatkan adalah Neymar pindah karena taktik dan karena ia ingin keluar dari bayang-bayang Messi. Sehebat itukah Messi sampai-sampai Neymar harus pindah untuk Neymar bisa menjadi pemain terbaik dunia? Apakah dengan begitu, bukannya itu semakin menjustifikasi jika Messi adalah pemain yang lebih hebat daripada Neymar?

Sejauh ini di Barcelona, terutama di musim 2016/2017, banyak yang berkata jika sistem permainan Luis Enrique tidak memaksimalkan Neymar sampai-sampai ada opini lanjutan yang berkata jika musim 2016/2017 adalah musim terburuk Neymar. Apakah benar begitu?

Padahal sistem Lucho (sapaan akrab Enrique) benar-benar berkonsentrasi kepada MSN, sampai-sampai ia rela membuat “kopong” lini tengahnya, yaitu menyerang selalu lewat sayap.

Neymar secara konsisten menjadi pemain yang paling banyak menyentuh bola. Itu adalah yang Neymar inginkan karena ia ingin mendapatkan bola, mendribel, dan mengkreasi segalanya, seolah ia lupa ada Messi dan Suarez.

Bukan kebetulan, musim terbaiknya adalah pada 2014/2015 ketika ia memiliki peran definitif yang terbatas. Pada musim itu, ia memang menyentuh bola lebih sedikit. Sedangkan pada musim 2016/2017, ia diberikan free role di mana ia banyak menyentuh bola tapi tidak selalu bisa menyelesaikan apa yang ia kreasikan.

Ini bukan karena Messi atau Suarez, ini karena Neymar sendiri yang sepertinya memiliki mindset untuk menjadi sistem utama pada sebuah taktik, bukan untuk menjadi bagian sistem pada sebuah taktik.

Sejauh pra-musim ini juga sepertinya Neymar cukup nyetel dengan manajer Barcelona yang baru, Ernesto Valverde, sehingga tidak ada alasan untuknya pergi terlalu cepat sebelum ia mencoba hal yang mungkin sedikit berbeda di masa Barcelona yang baru nanti.

Isu taktik Neymar, kalaupun ada, sebenarnya bisa diatasi oleh manajer atau pelatih manapun setiap musimnya.

Sementara alasan lain, Neymar sempat bersitegang dengan Nelson Semedo pada sebuah sesi latihan. Semedo adalah bek sayap kanan yang baru didatangkan dari Benfica. Jika kemudian Neymar ingin pindah hanya karena pertengkaran ini, kita bisa menyimpulkan jika Neymar terlalu cengeng untuk ukuran salah satu pemain terbaik dunia.

Selanjutnya, ada yang berkata juga jika Neymar ingin bereuni dengan teman-temannya asal Brasil karena di PSG ada empat pemain asal Brasil, yaitu Lucas Moura, Daniel Alves, Marquinhos, dan Thiago Silva. Selama ini Neymar sangat dekat dengan pemain Brasil, terutama Alves. Sementara di Barcelona saat ini (2 Agustus 2017) "hanya" ada Rafinha, Marlon Santos, dan Douglas sebagai pemain asal Brasil.

Neymar sendiri menyatakan jika ia paindah karena ingin mencari tantangan baru. "Tantangan baru" ini memang agak rancu, dan sejujurnya tidak harus ke PSG. Bisa jadi lebih diterima jika ia mencari tantangan ke "liga paling kompetitif di dunia" (baca: Liga Primer Inggris). Tapi apapun itu, semoga Neymar mendapatkan tantangan baru di PSG nantinya.

***

Membicarakan soal uang, alasan-alasan di atas cukup membuat Neymar layak dijual apalagi jika harganya sebegitu gilanya.

Tapi lagi-lagi kita harus melihat, sebenarnya tidak ada satu kesebelasan pun yang ingin menjual salah satu pemain terbaik mereka yang masih berusia 25 tahun. Usia tersebut adalah usia menuju puncak karier, tidak seperti usia 30 tahun (mengacu kepada usia Messi).

Barcelona punya pekerjaan yang sulit untuk mencari pengganti Neymar. Akan sangat lebih baik jika Barcelona bisa mencari jalan keluar dari apapun alasan Neymar ingin dijual: entah karena taktik, karena Messi, karena bertengkar dengan rekan satu kesebelasan, karena rindu teman-teman asal Brasilnya, karena mencari tantangan, atau karena malas membayar pajak.

Namun sayang, itu semua sudah terlanjur terjadi. Neymar sudah pindah dengan alasan mencari tantangan baru. Kita boleh percaya, boleh juga tidak. Hanya Neymar, Tuhan, dan agen yang bersangkutan (Wagner Ribeiro) yang tahu.


Catatan: Tulisan ini awalnya sudah naik sebelum Neymar resmi pindah ke Paris Saint-Germain. Setelah Neymar resmi pindah, tulisan ini kemudian mengalami perubahan secukupnya.

Komentar