Janji Setia Wenger Kepada Arsenal

Cerita

by Abelio Pramayoga

Abelio Pramayoga

True football fans and an introvert writer. #RESPECT

Janji Setia Wenger Kepada Arsenal

Sir Alex Ferguson mencatat rekor sebagai manajer terlama yang pernah melatih sebuah klub. Ia melakukannya bersama Manchester United sejak 1986. Selama hampir 27 tahun kariernya bersama United, Fergie, sapaan akrab Ferguson, telah memenangkan banyak gelar bergengsi. Ia mengakhiri kariernya bersama United dengan gelar Liga Primer 2012/13.

Namun, manajer Arsenal, Arsene Wenger juga membuat rekor juga sebagai manajer terlama. Wenger memang cukup lama melatih Arsenal. Namun, ia baru memulainya pada 1996. Artinya, ia telah melatih Arsenal selama 21 tahun; terpaut 6 tahun dari Alex Ferguson. Tentu bukan rekor ini yang dipecahkan Wenger.

Manajer asal Prancis itu resmi tercatat sebagai manajer terlama di era Liga Primer. Ia mengalahkan rekor Fergie dengan catatan 7583 hari. Sebelumnya, Fergie mencatatkan rekor itu selama 7582 hari. Rekor Fergie terhitung sejak Agustus 1992 hingga Mei 2013. Wenger berpeluang menambah rekornya sendiri karena ia sudah menyetujui perpanjangan kontrak bersama Arsenal dua tahun lagi.

Wenger pertama kali mendarat di Inggris setelah ia melatih kesebelasan Jepang, Nagoya Grampus selama 18 bulan. Namun, sebelum itu ia sudah sukses saat masih membesut Monaco. Di musim pertamanya, ia membawa Monaco juara Liga Prancis disusul dengan Piala Prancis dua tahun kemudian.

Bersama Nagoya Grampus, ia juga mencatatkan prestasi berupa Piala Kaisar Jepang pada 1995 dan Piala Super Jepang setahun kemudian. Arsenal kemudian merekrutnya pada 1 Oktober 1996 sebagai pelatih baru menggantikan Pat Rice (caretaker) yang kemudian menjadi asistennya hingga 2012. Ia juga menjadi manajer non-Inggris pertama yang melatih tim Inggris. Kehadiran Wenger saat itu masih asing di mata penggemar Arsenal.

Ia mulai melatih pada pertandingan Liga Primer melawan Blackburn pada Oktober 1996. Meski demikian, ia gagal membawa Arsenal lolos ke Liga Champions pada musim pertamanya. Di musim keduanya, di mana ia memimpin secara penuh, Wenger langsung membayar kepercayaan penggemarnya dengan memberikan gelar Liga Primer dan Piala FA. Sejak musim tersebut, Wenger selalu konsisten membawa Arsenal lolos ke putaran fase grup Liga Champions.

Prestasi terbaik Wenger adalah ketika ia membawa Arsenal juara Liga Primer musim 2003/04. Saat itu, mereka tak terkalahkan dengan rekor 26 kemenangan dan 12 imbang. Mereka juga mencatatkan rekor 49 laga tak terkalahkan selama musim itu hingga awal musim berikutnya. Pencapaian fantastis itu membuat skuat Arsenal saat itu mendapat julukan The Invincibles. Rekor itu akhirnya terhenti saat Arsenal ditaklukkan Manchester United pada 24 Oktober 2004.

Tahun 2006, Arsenal meninggalkan Highbury untuk menempati markas baru mereka, Stadion Emirates. Wenger menyebut kepindahan mereka ke markas baru sebagai langkah penting untuk masa depan klub dan kemajuan ekonomi Arsenal sendiri. Namun, pembangunan stadion tersebut membuat Arsenal harus mengorbankan pemain seperti Robert Pires dan Sol Campbell.

Kepindahan Arsenal ke stadion baru tak terlalu berdampak positif. Meski selalu konsisten membawa Arsenal lolos ke Liga Champions, prestasi Wenger sejak 2008 mulai cenderung stagnan. Bahkan, sejak musim 2009/10, Arsenal selalu tersingkir di babak 16 besar Liga Champions meski mampu meraih hasil bagus di fase grup.

Arsenal juga kerap diidentikkan dengan angka 4, merujuk pada seringnya mereka finis di posisi keempat klasemen. Puncaknya, musim lalu ia gagal membawa Arsenal lolos Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1997.

Sejak terakhir memenangkan Liga Primer pada 2004, hujan kritik menyelimuti Wenger karena tak kunjung memberikan Arsenal gelar lagi. Butuh sembilan tahun sebelum ia mengakhiri puasa gelar Arsenal dengan Piala FA tahun 2014. Musim berikutnya, ia kembali memenangkan kompetisi tersebut keenam kalinya sejak melatih.

Musim lalu, ia meraih gelar ketujuh di Piala FA; menjadikan sebagai manajer pemenang Piala FA terbanyak di Arsenal. Kontribusi Wenger memenangkan tujuh Piala FA membuat Arsenal memecahkan rekor sebagai pemenang Piala FA terbanyak sepanjang sejarah dengan 13 gelar.

Kemenangan itu juga membuat Wenger bersedia meneken perpanjangan kontrak dua tahun bersama Arsenal, meski mendapat penolakan dari sejumlah fans yang sudah jenuh dengan kepemimpinannya.

Wenger sering menekankan permainan menyerang dan disiplin dalam menjaga pertahanan. Hanya saja, Wenger sering menggunakan taktik yang sama di setiap pertandingannya. Ia juga dinilai terlalu kaku dalam melakukan perubahan formasi yang sering menjadi faktor stagnannya performa Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Ia juga dikritik karena pemainnya sering kali tak efisien dalam menguasai bola dan sering hilang fokus di menit akhir.

Musim ini, Wenger akan kembali membesut Arsenal dengan misi kembali ke Liga Champions. Dengan sokongan Alexandre Lacazette dan Sead Kolasinac sebagai penggawa baru, Arsenal diharapkan bisa kembali menunjukkan kualitasnya sebagai tim pesaing Liga Primer. Apalagi Wenger sudah memutuskan tetap bertahan dua tahun lagi.

Meski fans Arsenal sudah jenuh kepadanya, Wenger tetap menunjukkan janji setianya kepada Arsenal. Namun, janji setianya kini harus dibayar dengan gelar bergengsi terutama Liga Primer; gelar yang sudah mereka rindukan sejak 2004.

foto: Metro

Komentar