Eka Ramdani: Saya Tetap Respek kepada Persib

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Eka Ramdani: Saya Tetap Respek kepada Persib

Kehadiran empat mantan pemain Persib Bandung dalam skuat Persela Lamongan menjadi bumbu yang akan menjadikan bentrokan antara Persib melawan Persela di Stadion Gelora Bandung Lautan (GBLA), Kota Bandung, Rabu (12/7) menjadi menarik. Tercatat ada M Agung Pribadi, Aang Suparman, Eka Ramdani, dan Samsul Arif yang sebelumnya pernah berkostum Persib, dalam era yang berbeda.

Namun dari empat nama tersebut, sosok Eka Ramdani Sepertinya akan menjadi salah satu sosok yang menyita perhatian dalam laga tersebut. Eka sendiri pernah menjadi bagian penting dari skuat "Maung Bandung" sejak tahun 2005 hingga 2011, sebelum akhirnya memutuskan hengkang ke Persisam Samarinda.

Kepergian Eka ke Persisam saat itu mengejutkan banyak pihak, khususnya para Bobotoh. Sebab beberapa hari sebelum Eka hengkang, manajemen Persib sempat menyatakan bahwa Eka masih akan menjadi bagian dari skuat Persib di Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012. Namun secara mengejutkan Eka justru memilih hengkang ke Samarinda.

Keputusan Eka pada saat itu sangatlah meremukkan hati bobotoh. Sebab ia pergi saat publik sepakbola Bandung tengah mencintainya sebagai idola. Dengan keputusannya itu, banyak yang menganggap bahwa Eka adalah seorang pengkhianat. Hal tersebut juga akhirnya membuat Eka ‘dimusuhi’ oleh publik sepakbola Bandung.

Pemain asal Purwakarta itu memang tengah menjadi idola bobotoh, ia dianggap sebagai ikon tim karena merupakan pemain yang asli binaan Persib. Penampilannya yang apik di lini tengah "Maung Bandung" juga membuat bobotoh begitu mencintainya. Perannya saat itu benar-benar tak tergantikan. Bahkan Eka pun berstatus sebagai kapten tim Persib.

Jelas saja, ketika Eka pergi semua bobotoh merasakan kekecewaan yang sangat mendalam. Amarah bobotoh begitu terasa kepada Eka, berbagai hujatan dan cacian dilimpahkan kepada mantan gelandang tim nasional Indonesia itu.

Saat ditemui di salah satu hotel di Kota Bandung, Eka mengaku bahwa ia enggan terlalu berkomentar banyak soal kejadian yang sempat menghebohkan itu. Eka menganggap kalau hal tersebut adalah takdir yang harus ia jalani bagi karier sepakbola Eka, dan khususnya bagi tim Persib sendiri.

“Kalau untuk masalah itu, saya tidak mau berkomentar banyak. Biarkan orang menilai bahwa pada saat itu memang saya yang salah. Biarkan tetap seperti itu. Sebab, apapun yang saya ceritakan saya pikir tidak semua orang memerlukan penjelasan saya. Saya menganggap kejadian tersebut memang sudah menjadi takdir bagi karier saya dan juga Persib,” terang Eka.

Meski begitu, Eka mengaku bahwa ada tekanan hebat yang ia rasakan kala itu. Saat hujatan dan makian begitu deras mengalir kepadanya, ia benar-benar tertekan pada saat itu. Bahkan tekanan tidak hanya dirasakan oleh dirinya seorang, melainkan juga dirasakan oleh keluarganya.

“Beban mentalnya sangat berat sekali buat saya dan anak istri saya. Cacian dan apapun itu benar-benar menimpa saya dan keluarga. Dan itu memang sempat membuat saya tertekan,” terang Eka.

Meski begitu Eka mengaku bisa mengambil pelajaran berharga dari kejadian yang tak mengenakan itu. Dikatakan bahwa tekanan tersebut membuatnya jadi lebih dewasa, mentalnya pun semakin terasah dan baginya itu sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya sebagai pesepakbola.

“Harus diakui kalau itu adalah tekanan yang sangat berat bagi saya. Tapi dari sana saya bisa memetik pelajaran berharga dari apa yang terjadi dulu. Dari sana, saya semakin dewasa dan mental saya juga semakin kuat. Jadi, ketika saya menghadapi beban yang lebih berat saya bisa lebih kuat, karena sebelumnya saya juga pernah merasakan hal yang membuat saya begitu tertekan,” terang Eka.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, amarah bobotoh kepada Eka tampaknya sudah mulai sedikit reda bila dibandingkan dulu, saat kali pertama ia meninggalkan Persib untuk memperkuat Persisam. Kurang lebih sudah enam tahun juga kejadian tersebut berlalu, dan ada banyak kesebelasan yang sudah Eka bela setelah menanggalkan kostum biru kebanggaan "Maung Bandung".

Setelah bermain bersama Persisam selama satu musim, Eka kemudian kembali ke Bandung. Hanya saja kesebelasan yang dibelanya itu adalah Pelita Bandung Raya (PBR). Setelah satu tahun menjadi bagian dari PBR, Eka lantas berlabuh di Semen Padang, yang kemudian kariernya dilanjutkan di Mitra Kukar dan Sriwijaya FC.

Tentu saat membela tim-tim tersebut, pertemuan melawan Persib tidak bisa ia hindarkan. Sering sekali Eka bertanding melawan Persib dengan status sebagai lawan. Seperti halnya dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, Eka kembali ke Bandung dengan status sebagai lawan karena ia merupakan pemain Persela, lawan yang akan dihadapi Persib di laga ke-14 nya di Liga 1 Indonesia 2017.

“Ini kesekian kalinya saya bertanding melawan Persib, tidak mudah bagi saya karena selalu ada perasaan kagok sebenarnya. Tapi, sekarang saya bersama Persela, dan saya harus bisa memberikan yang terbaik untuk Persela dalam pertandingan nanti. Meski begitu, biar bagaimanapun saya tetap respek kepada Persib,” tukasnya.

Foto: YouTube

Komentar