Perayaan Gol yang Unik dari Para Penggawa Bali United

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Perayaan Gol yang Unik dari Para Penggawa Bali United

Tujuan utama dalam sepakbola adalah mencetak gol, karena kemenangan sebuah kesebelasan akan ditentukan dengan keunggulan jumlah gol yang berhasil mereka ciptakan ke gawang lawan. Sehingga tak perlu heran bila setelah terjadinya gol akan ada perayaan kecil di lapangan yang dilakukan oleh sang pencetak gol itu sendiri, dan atau bersama rekan-rekan setimnya.

Perayaan itu dapat didefinisikan sebagai ungkapan emosional dari seorang pesepakbola. Namun perayaan tidak hanya dilakukan setelah proses gol terjadi, dalam beberapa momentum tertentu para pemain juga kerap melakukan perayaan. Seperti misalnya saat mereka merayakan kemenangan atas lawan, atau saat gelar juara berhasil diraih.

Perayaan dalam sepakbola bersifat ikonik, pesepakbola rata-rata punya gaya atau lebih tepatnya ciri khas. Raul Gonzales misalnya, ketika pemain asal Spanyol itu berhasil mencetak gol, pasti ia akan berlari ke pinggir lapangan sambil mencium cincin pernikahannya.

Atau, Vincenzo Montella yang identik dengan perayaan gol ‘pesawat terbang’. Setiap kali ia berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, ia pasti akan berlari sambil merentangkan tangannya hingga menyerupai sayap pesawat terbang.

Satu keunikan lain dari perayaan yang dilakukan pesepakbola adalah, pesan yang coba disampaikan secara tersirat dari luapan emosional kegembiraan mereka di lapangan. Beberapa perayaan yang dilakukan pesepakbola menyiratkan pesan yang coba mereka sampaikan.

Dalam ilmu Psikologi Komunikasi, pesan yang coba disampaikan pesepakbola melalui perayaan gol yang dilakukannya, disebut pesan kinesik, atau pesan nonverbal yang dilakukan dengan gerakan tubuh yang bisa dimaknai. Pesan kinesik terdiri dari tiga komponen yaitu: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.

Pesan tersirat yang coba disampaikan oleh pesepakbola, umumnya mengundang orang-orang yang melihatnya untuk mengetahui maksud dan motivasi yang coba disampaikan. Tak jarang hal tersebut pun menjadi buah bibir di kalangan para pecinta sepakbola.

Perayaan gol yang menyiratkan makna atau pesan tertentu yang coba disampaikan oleh pesepakbola juga sering terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah perayaan gol yang dilakukan tiga pemain Bali United, Ngurah Nanak, Yabes Roni, dan Miftahul Hamdi di pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia 2017 yang mempertemukan Bali United dengan Perseru Serui di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada 4 Juli lalu.

Saat Irfan Bachdim berhasil mencetak gol ketiga Bali United, untuk memperlebar marjin keunggulan menjadi 3-1, Nanak, Yabes, dan Mifthul melakukan perayaan unik di pinggir lapangan. Dengan posisi berbaris berdampingan,Nanak yang beragama Hindu berdiri sambil menangkupkan tangannya ke atas dahi. Sementara Yabes yang beragama Kristen berlutut sambil mencium kedua tangannya, sedangkan Miftahul melakukan gerakan bersujud.

Perayaan tersebut berhasil diabadikan dalam sebuah foto yang kemudian viral, khususnya di media sosial. Respon positif banyak diberikan, karena perayaan tersebut memiliki makna yang sangat indah, yaitu keberagaman yang menjadi ciri dari bangsa Indonesia yang multikultural baik itu dari aspek suku, budaya, bahasa, hingga agama.

Perayaan Amsterdam Flag

perayaan keberagaman yang diperlihatkan Nanak, Yabes, dan Miftahul Hamdi nyatanya bukan satu-satunya perayaan unik yang mengundang perhatian publik. Baru-baru ini, perayaan dari tiga pemain klub berjulukan Serdadu Tridatu yang memiliki darah Belanda, Irfan Bachdim, Sylvano Comvalius, dan Nick Van Der Velden pun mampu mengundang atensi publik.

Dalam pertandingan ke-12 mereka di Liga 1 Indonesia 2017 melawan Persiba Balikpapan, Rabu (5/7) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, ketiga pemain tersebut melakukan perayaan dengan menyilangkan kedua tangannya. Irfan Bachdim mengungkapkan bahwa perayaan tersebut menyiratkan lambang bendera kota Amsterdam atau sering disebut "Amsterdam Flag".

Bachdim mengungkapkan bahwa perayaan gol tersebut memang sudah direncanakan sebelumnya. Terkait maksud dari perayaan tersebut, Irfan mengungkapkan bahwa itu untuk mengingatkan mereka pada tempat kelahirannya, yaitu Amsterdam.

"perayaan itu menggambarkan lambang bendera Amsterdam tempat kami bertiga dilahirkan. Kami sudah rencanakan perayaan itu karena kami punya firasat kalau kami bertiga akan mencetak gol. Namun sayangnya firasat itu tidak menjadi kenyataan karena saya gagal mencetak gol," ujar Irfan Bachdim seperti dikutip dari halaman resmi Bali United.

Foto: Offisial Bali United dan Jawa Pos

Komentar