Robert Rene Alberts, Soal Penangguhan Regulasi U23, dan Pembinaan bagi Pemain Muda Indonesia

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Robert Rene Alberts, Soal Penangguhan Regulasi U23, dan Pembinaan bagi Pemain Muda Indonesia

Setiap regulasi yang ditelurkan oleh PT Liga Indonesia Baru, kerap menimbulkan pro dan kontra di kalangan klub yang berlaga dalam ajang Liga 1, salah satunya adalah regulasi U23. Sekarang, PSSI kembali membikin keanehan dengan menangguhkan regulasi U23.

Tidak lama setelah Lebaran, PSSI mengumumkan penangguhan regulasi U23 dalam ajang Liga 1 2017. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, penangguhan ini dilakukan atas keputusan bersama antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru selaku operator liga, hingga Komite Eksekutif PSSI.

"Secara tidak langsung iya (melibatkan sponsor), tapi ada pembicaraan antara PSSI melalui Komite Exco, PT LIB, dan kami keluarkan surat itu (penangguhan regulasi U23). Kalau mau ada yang berspekulasi ya, silahkan. Monggo. Tapi itu sudah diputuskan dan itu hanya hingga akhir SEA Games," ujar Joko seperti dilansir Indosport.

"Kita ingin niatnya baik, buat Timnas. Saya kira itu saja. Ada juga saya dengar begini, ada beberapa klub besar yang bilang jika klub itu harus dipaksa untuk menggunakan regulasi kemarin maka akan susah. Iya. Silakan berspekulasi," tambahnya.

Seperti yang diramalkan Jokdri dalam kutipannya di atas, penangguhan regulasi U23 ini pun langsung menimbulkan keriuhan di sepakbola Indonesia. Ada beberapa klub yang tidak setuju akan penangguhan ini, tapi ada juga beberapa klub yang setuju akan penangguhan ini. Di antara mereka yang tidak setuju, ada pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, yang mengungkapkan pandangannya soal penangguhan regulasi U23 ini.

Robert Rene Alberts Bicara Penangguhan Regulasi U23

Sejak awal digulirkan, Robert Rene Alberts sudah mengutarakan pendapatnya soal regulasi U23. Dalam wawancaranya bersama tim Pandit Football, ia menyebut kalau PSSI memang ingin fokus pada pengembangan pemain muda dan penyediaan pemain muda untuk skuat timnas, maka bukan dengan pemaksaan regulasi U23 di liga. Secara teknikal, ia menyebut jika hal ini salah.

"Pertama-tama soal regulasi [U23] terlebih dahulu, ini tidak masuk akal sama sekali dari sisi teknikal sepakbola. Jika mereka berkata ini untukk pengembangan pemain muda, itu salah, itu sangat salah. Mereka memaksa pemain untuk bermain saat mereka belum siap. Sebenarnya, itu bisa membuat mereka down. Kualitas permainan juga akan menurun. Mereka seharusnya tidak mengimplementasikan peraturan seperti itu sejak awal." ujar Alberts.

"Jika berdasarkan SEA Games, bahkan SEA Games tidak bisa masuk di akal. SEA Games hanya turnamen lokal, sekelas turnamen AFF (Asia Tenggara). Itu bukan seperti kejuaraan tingkat FIFA. Itu adalah turnamen yang sangat, sangat kecil. Jika aku ingin menyiapkan tim U23 untuk SEA Games, aku akan langsung melihat pemain U23 mana yang cukup baik. Sekarang kita lihat banyak pemain U23 yang tidak cukup baik karena mereka bermain di liga yang banyak memainkan pemain U23 yang sebenarnya tidak bagus, belum siap bermain, tapi dipaksakan bermain," tambahnya.

Memang penangguhan regulasi U23 ini, yang menurut Jokdri sudah melalui persetujuan berbagai pihak, sifatnya terkesan mendadak dan terburu-buru. Hal ini pun sempat membuat pusing Alberts. Ia mengaku bahkan sampai ditelepon oleh pihak BBC dan CNN luar negeri yang menanyakan kenapa regulasi bisa berganti di Indonesia padahal kompetisi di Indonesia sendiri sedang berjalan.

"Jadi, semua tentang regulasi U23, sejak awal musim, adalah sesuatu yang salah. Sekarang, mereka kembali mengubah aturan U23 secara tiba-tiba, tak ada lagi yang bisa aku katakan. Ini gila. Kemarin pagi, BBC dan CNN menghubungi saya, menanyakan apa yang terjadi di Indonesia dan kenapa regulasi diganti di tengah musim. Mereka juga mengatakan bahwa ini adalah hal yang gila," ungkapnya.

"Semua orang harus mulai mempertanyakan, siapa yang melakukan hal ini. Apakah pihak kesebelasan, orang-orang yang ingin hasil yang baik bagi timnya karena banyaknya pemain U23 mereka yang dipanggil, karena hal ini akan memengaruhi kualitas sepakbola Indonesia," tambahnya.

Soal Pengembangan Pemain Muda dan Pengaruh Pelatih

Indonesia adalah negara yang cukup luas. Di negara seluas ini, talenta-talenta sepakbola sebenarnya tersedia dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini pun disadari oleh Robert Rene Alberts. Namun, ia mempertanyakan dan mengharapkan bahwa para pemain muda ini diasuh dengan baik. Ia sudah sering melihat para pemain muda muncul, lalu kemudian tenggelam karena diasuh dengan tidak baik.

"Indonesia punya banyak pemain muda yang bagus. Satu harapanku, semoga pemain muda Indonesia dibimbing dan diasuh secara benar. Aku tidak ingin melihat pemain muda muncul lalu menghilang dengan cepat. Hal ini sudah banyak aku lihat di Asia Tenggara, ketika para pemain muda mendadak terkenal, dan tiba-tiba banyak orang yang minta foto dan mewawancarai mereka, mereka tidak mampu menangani popularitas yang tiba-tiba menghampiri mereka.Hal ini tidak bagus bagi perkembangan mereka di bidang sepakbola. Harus ada yang memperhatikan mereka, " ujar Alberts.

"Kesebelasan harus memiliki manajemen dan orang-orang terpercaya yang bekerja untuk perkembangan para pemain usia muda, dengan tujuan menyetor pemain muda untuk masuk ke tim inti dalam sebuah kesebelasan. Ketika mereka berhasil melakukan itu, itu akan menjadi penghargaan tersendiri, baik itu untuk si pemain ataupun bagi manajemen kesebelasan, bukan penghargaan berbentuk gaji karena jika penghargaannya berbentuk gaji, maka pemain muda itu tidak akan berkembang dengan pesat. Lingkungan juga berpengaruh terhadap perkembangan pemain muda. Pemain muda akan punya kemampuan serta perilaku yang baik karena adanya lingkungan yang mendukung" tambahnya.

Untuk pihak yang mengurus para pemain muda tersebut, ia pun menyebut peran pelatih dalam membantu pemain muda tersebut. Oleh karena itu, Alberts, ketika melatih tim suatu negeri jarang membawa staf pelatih asing bersamanya, Hal ini semata agar Alberts dapat menularkan ilmu kepada para pelatih di daerah tersebut, sehingga tahu bagaimana caranya untuk menangani pemain muda.

"Pasti [berpengaruh kepada perkembangan pemain muda]. Jika kamu lihat, sejak aku datang ke Malaysia pada 1992. Aku telah melatih kurang lebih di samping sebagai direktur teknik Malaysia, aku juga masih sebagai pelatih muda nasional untuk Korea, aku tidak pernah membawa pelatih asing bersamaku. Kamu bisa lihat, ketika pelatih asing datang, mereka akan membawa [staf] pelatih asing juga bersama mereka," ujarnya.

"Aku tidak pernah melakukannya, karena aku pikir itu sangat penting, dari pengetahuan yang aku miliki, itu berpengaruh kepada pelatih lokal. Jika aku meninggalkan suatu tempat, pelatih-pelatih lokal akan menjadi semakin kuat dan semakin baik, seperti Joko Susilo, Liestiadi, mereka bisa berdiri sendiri [sebagai pelatih]," ungkap Alberts.

Komentar