Menjadi Sosok yang Dicintai Seperti Halnya Jurgen Klopp

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Menjadi Sosok yang Dicintai Seperti Halnya Jurgen Klopp

Menjadi sosok yang dicintai bukanlah perkara yang gampang. Tapi pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, mampu menjadi sosok yang dicintai ketika ia menangani sebuah klub.

Ada banyak alasan bagi orang untuk menjadi pribadi yang dicintai. Namun di zaman penuh praduga seperti sekarang ini, kejujuran ekspresi dari seseorang kadang bisa diartikan berbeda oleh orang lain, sehingga pada akhirnya sulit bagi seseorang untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh orang lain. Malah karena sebuah praduga, bisa saja muncul api-api yang pada akhirnya memantik sebuah kebencian.

Tapi Klopp adalah kasus lain. Pelatih yang pernah membela Mainz semasa aktif sebagai pemain itu adalah sosok yang hampir dicintai di setiap tim yang ia asuh. Baik itu saat menangani Dortmund maupun menangani Liverpool, Klopp tak pernah sekalipun menjadi sosok yang dibenci. Bahkan walau Anda bukan suporter Dortmund ataupun Liverpool, sulit bagi Anda untuk membenci sosok Klopp.

Karena, memang tak ada satu hal pun dari Klopp yang membuat kita membenci dirinya.

***

Ada banyak sosok pelatih di dunia sepakbola. Ada yang kalem, ada yang reaktif, atau ada juga yang serius. Tiap pelatih memiliki karakternya masing-masing, yang membuatnya dikenal di dunia sepakbola. Pun juga dengan sosok Klopp.

Klopp adalah sosok pelatih yang ekspresif. Kelewat ekspresif malah. Ia tertawa, menangis, marah, sedih, senang, kecewa, dan tersenyum ketika memimpin timnya bertanding di pinggir lapangan. Sekilas ia tampak seperti Antonio Conte, namun Klopp lebih lunak. Conte, meskipun sama-sama ekspresif, tetap bisa menunjukkan wajah serius di atas lapangan. Sedangkan Klopp, ia masih bisa tertawa kala melihat anak asuhnya melakukan tindakan konyol di atas lapangan.

Ekspresifnya Klopp ini, membuatnya menjadi orang yang kerap diliputi rasa kebahagiaan. Ia mampu mencairkan suasana sepakbola yang kadang teramat serius, lewat selera humornya yang baik. Ada masa dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan melawan Watford, ia membuat seisi ruangan konferensi pers dipenuhi gelak tawa karena lelucon yang ia keluarkan.

"Saya berkata kepada pemain setelah pertandingan, jika mereka sedang berusaha mencoba membunuh saya, maka usaha mereka itu cukup berhasil! Saya merasakan sesuatu yang tak biasa di sini,” ujar Klopp sambil memegang dadanya. Ekspresinya ini pun disambut tawa para jurnalis.

Namun, lebih dari itu, ia bisa menjadi sosok yang begitu bahagia dan dicintai adalah karena sisi kemanusiaan yang kerap ia lekatkan dalam sepakbola yang ia tekuni. Pendekatannya dalam melatih, tidak hanya sebatas profesionalisme antara pemain dan pelatih. Ia menganggap pemain sebagai teman atau guru. Karena pendekatannya ini, jarang seorang Klopp didera kabar memiliki hubungan negatif dengan para pemainnya.

“Bekerja untuknya sangat luar biasa,” ujar penyerang Liverpool asal Brasil, Roberto Firmino. “Ia memotivasi kami dengan cara berbeda setiap hari, setiap latihan, ia memberikan hal-hal baru. Terpenting ia membantu kami memunculkan motivasi dalam diri kami.”

Sosoknya yang humoris, bersahaja, bahagia, dan family man inilah yang membuatnya menjadi pribadi yang dicintai oleh orang-orang di sekitarnya. Banyak pemain-pemain yang menemukan potensi terbaiknya ketika diasuh oleh Klopp. Sebut saja sosok Mats Hummels, Robert Lewandowski, Ilkay Gündogan, Shinji Kagawa, Mario Götze, Marce Schmelzer, yang sekarang tumbuh menjadi pemain kelas dunia setelah diasuh oleh Klopp di Dortmund.

Suporter Dortmund pun mencintai sosok Klopp yang begitu humoris dan bersahaja ini. Pernah suatu masa dalam perpisahan antara Klopp dan Dortmund, Stadion Signal Iduna Park dihiasi oleh derai air mata para pendukung Dortmund yang begitu sulit melepas kepergian dari pelatih yang sukses mengantarkan Dortmund juara Bundesliga dua kali dan menjadi runner-up Liga Champions sekali. Begitu juga dengan Klopp, tampak berat baginya berpisah dengan Dortmund, tempat namanya harum sebagai pelatih.

Jika bukan karena ia dicintai dan bahagia di Dortmund, apa sebab dari keluarnya air mata para pendukung Dortmund tersebut?

***

Memutuskan untuk menjadi pelatih Liverpool, Klopp pun langsung menelurkan aura bahagia, humoris, dan bersahaja yang ia miliki di Anfield. Hal tersebut membuat Kopites, sebutan untuk para pendukung Liverpool, langsung jatuh cinta pada sosok Klopp.

Teriakannya, setiap kali ia berjingkrak-jingkrak, ekspresi wajahnya, serta ekspresi kebahagiaannya selalu terpancar di Anfield, dan hal tersebut menciptakan sebuah atmosfer yang unik. Klopp menyatukan dirinya dengan Anfield, sekaligus memberikan sebuah aura semangat dan harapan bagi para pendukung Liverpool yang tiap kali memadati Anfield ketika Liverpool bermain.

Inilah sosok Klopp. Sosok yang selalu jujur dalam berekspresi. Sosok yang yang tidak pernah berpura-pura jika ia memang marah, sedih, kecewa, senang, ataupun bahagia. Ia tak pernah menutupi itu semua, dan dengan percaya diri melepaskan apa yang ada di dalam benaknya di atas lapangan. Membagikannya bersama para pemain, suporter, dan ofisial tim.

Dan karena itulah, Klopp menjadi sosok yang begitu dicintai oleh sekitarnya. Selamat ulang tahun yang ke-50, Klopp.

Komentar