Macan Kemayoran Kembali Mengaum

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Macan Kemayoran Kembali Mengaum

Performa Persija Jakarta sedang menanjak. Kemenangan atas Perseru Serui dalam lanjutan pertandingan Liga 1 Indonesia 2017 pada Selasa (13/6) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi membuat Persija mulai merangkak naik ke papan tengah klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017 dengan 15 poin.

Sejatinya pertandingan melawan Perseru merupakan laga tandang bagi Persija. Namun karena kondisi Stadion Manora, markas dari Perseru tidak memungkinkan digelar pertandingan pada malam hari. Maka dari itu laga tunda itu kemudian dialihkan ke Stadion Patriot yang notabene merupakan markas dari Persija.

Memainkan laga tandang rasa kandang Persija berhasil memetik kemenangan tiga gol tanpa balas. Gol Persija masing-masing disumbangkan oleh Willian Pacheco, Bruno Lopes, dan Novri Setiawan. Hasil tersebut membuat Persija mampu melewati tiga pertandingan dengan kemenangan beruntun.

Tentunya tiga kemenangan beruntun yang didapatkan Persija di kompetisi telah membuktikan bahwa mereka bisa keluar dari fase suram yang dialami pada pekan-pekan awal kompetisi. Di pekan pertama, Persija sebenarnya tampil cukup meyakinkan dengan melumat tuan rumah Persiba Balikpapan dengan skor 2-0.

Namun pada pertandingan kedua melawan Barito Putera, hasil imbang 1-1 harus mereka terima. Padahal saat itu mereka tampil di hadapan puluhan ribu The Jak Mania yang memadati Stadion Patriot. Hasil imbang dari Barito kemudian menjadi penanda buruk bagi penampilan Persija selanjutnya.

Sebab, setelahnya mereka harus menelan tiga kekalahan secara beruntun. Hasil yang tentunya kurang memuaskan bagi klub sekelas Persija. Rentetan kekalahan Persija di awali pada pekan ketiga, bertandang ke Stadion Mattoangin, Makassar, Persija digebuk 0-1 oleh tuan rumah PSM Makassar. Saat itu gol Willem Jan Pluim menjadi sosok antagonis bagi kubu Macan Kemayoran setelah golnya pada menit 82 membuat Persija pulang dengan tangan hampa.

Trend negatif mereka kemudian berlanjut saat menjamu Madura United, saat itu mereka harus kembali menelan pil pahit setelah penyerang Madura mencetak gol dari jarak jauh untuk memberikan timnya kemenangan tipis 1-0 atas Persija. Kembali Ismed Sofyan dan kawan-kawan menelan kekalahan saat jumpa Persela Lamongan di Stadion Surajaya, saat itu mereka takluk 0-1 dari tuan rumah Persela.

Berlanjut pada pekan ke-6, hasil tiga kekalahan beruntun berhasil dihentikan. Namun Persija masih tak kunjung mendapatkan kemenangan, karena di laga keenamnya itu mereka ditahan imbang Mitra Kukar 1-1. Hasil imbang kembali didapatkan saat Bambang Pamungkas dan kawan-kawan menjamu Bali United. Saat itu, Marcos Flores dan kawan-kawan sukses menahan imbang Persija dengan skor 0-0.

Trend Positif dan Meningkatnya Produktivitas gol Persija

Melawati enam pertandingan tanpa meraih kemenangan membuat Persija berada dalam posisi sulit. Hasil minor yang diraih dalam enam pertandingan awal membuat Persija akhirnya terpaku di posisi 15 klasemen, atau satu tingkat di atas zona degradasi. Rumor pemecatan Steffano Cugura Teco dari kursi pelatih Persija sempat berembus kencang. Namun manajemen masih percaya dengan kapasitas Teco untuk menukangi Persija.

Memasuki pekan ke-7, mulai terlihat grafik permainan Persija meningkat. Arema FC menjadi korban pertama Persija. Saat itu mereka sukses mengalahkan Arema dengan skor 2-0. Pesta pora tentunya menyambut kemenangan tersebut, yang menjadi tiga poin pertama setelah enam pertandingan puasa kemenangan.

Trend positif Persija kemudian berlanjut saat mereka bertandang ke Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor untuk meladeni tuan rumah PS TNI. Lagi-lagi kemenangan 2-0 berhasil mereka raih. Terakhir, saat mereka berhasil menjungkalkan Perseru tiga gol tanpa balas.

Melihat hasil dari tiga pertandingan terakhir mereka, terlihat peningkatan signifikan terjadi dari sisi produktivitas gol. Sebelumnya mereka seakan kesulitan untuk membobol gawang lawan, bahkan dari enam pertandingan sebelum masuk ke pekan ke-7, Persija hanya mampu mencetak empat gol.

Namun saat ini terlihat Persija jauh lebih produktif, dari tiga pertandingan terakhir rata-rata dua gol berhasil mereka cetak. Total dari tiga pertandingan terakhirnya, Macan Kemayoran sukses menyarangkan tujuh bola ke gawang lawan.

Bruno da Silva Lopes menjadi aktor penting dalam keberhasilan Persija meningkatkan produktivitas gol mereka di kompetisi. Dari tiga pertandingan, secara berturut-turut Lopes selalu mencetak gol. Penyerang asal Brasil itu kemudian untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak bagi Persija dengan empat gol.

"Kami punya fokus bagus di latihan dan sekarang kami bisa menang besar dari tiga kali beruntun. Lawan Serui kami punya semangat tinggi dan finishing bagus, pemain cetak gol yang bagus-bagus sekali," kata Teco seperti dikutip dari goal.com Indonesia.

Komentar