Domenico Tedesco, Kemunculan Kedua Julian Nagelsmann

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Domenico Tedesco, Kemunculan Kedua Julian Nagelsmann

Kemunculan kedua dari seseorang yang fenomenal adalah hal yang kerap dinantikan. Hal ini pun berlaku untuk Domenico Tedesco. Ia disebut-sebut sebagai kemunculan kedua dari Julian Nagelsmann.

Sosok Julian Nagelsmann adalah sosok pelatih yang cukup memukau dalam gelaran Bundesliga 2016/2017. Setelah pada musim 2015/2016 berhasil membuat TSG 1899 Hoffenheim tetap bertahan di Bundesliga, pada musim 2016/2017 ia berhasil membawa TSG 1899 Hoffenheim mengakhiri musim di peringkat keempat. Ia membawa Hoffenheim pada ajang Liga Champions pertama mereka, walau Die Kraichgauer harus memulai Liga Champions dari babak play-off.

Atas pencapaiannya tersebut, ia pun diakui sebagai salah satu pelatih muda yang cukup berpengaruh di Bundesliga, bersama dengan Alexander Nouri dari Werder Bremen dan Manuel Baum dari FC Augsburg. Persaingan di antara pelatih muda ini pun patut untuk kembali dinantikan di musim depan, ditambah lagi dengan munculnya nama Hannes Wolf yang berhasil membawa VfB Stuttgart promosi ke Bundesliga musim 2017/2018.

Persaingan pelatih muda musim 2017/2018 pun akan menjadi semakin semarak, dengan hadirnya pelatih berusia 31 tahun bernama Domenico Tedesco. Apalagi, ia disebut-sebut sebagai kemunculan Julian Nagelsmann yang kedua.

Apa yang menjadikan pelatih kelahiran Italia ini begitu spesial?

Lulusan Sarjana Teknik Bisnis, Punya Master di Bidang Manajemen Inovasi

Sejarah Tedesco sebagai pemain tidak terlalu mentereng. Sebagai pemain, ia tercatat hanya pernah membela klub SC Aichwald dalam ajang Kreisliga (semacam liga distrik). Ia tak pernah melangkah lebih jauh dari itu.

Justru ada hal unik lain dari pria berusia 31 tahun ini. Ia adalah pemegang gelar sarjana Teknik Bisnis dan punya gelar master di bidang Manajemen Inovasi. Secara bidang keilmuan, dengan dua disiplin ilmu yang ia tekuni, ia memiliki modal yang cukup mumpuni untuk menjadi pelatih. Ia punya ilmu cara untuk memotivasi para pemainnya, sekaligus teknik untuk mengolah informasi yang ia dapat. Berkat dua ilmu ini pula, ia menjadi pribadi yang cukup teliti dalam hal-hal yang sifatnya detail.

"Ia adalah orang yang teliti. Ia punya semua informasi dari lawan-lawan yang akan kami hadapi di liga. Beberapa detail yang ia tampilkan bahkan cukup mengejutkan saya," ujar salah satu penyerang yang pernah berada di bawah asuhannya, Dimitrij Nazarov.

Meski punya dua gelar di bidang keilmuan selain sepakbola, Tedesco pun memiliki dasar ilmu kepelatihan sepakbola yang baik. Ia mempelajari hal ini dari Hennes-Weisweiler-Akademie, salah satu akademi pelatih di Jerman. Ia lulus pada 2016 silam dan mendapatkan gelar sebagai lulusan terbaik. Selain ilmu akademik, ia pun menyebut bahwa pendidikan, termasuk pendidikan karakter, adalah hal penting yang harus ia tanamkan kepada para pemainnya.

"Pendidikan adalah hal yang penting. Selain ilmu Saling menyapa satu sama lain, mengucapkan terima kasih dan juga memohon pertolongan dengan sopan, perilaku seperti itu akan membawamu ke tempat menyenangkan yang tak terduga," ujar Tedesco.

Lewat dasar-dasar ilmu inilah, Tedesco terjun ke dunia kepelatihan sepakbola. Setelah sempat menjadi pelatih VfB Stuttgart U17 serta pelatih Hoffenheim U19, ia memulai petualangannya di dunia manajerial bersama FC Erzgebirge Aue di ajang Bundesliga 2.

Catatan Impresif Bersama Aue

FC Erzgebirge Aue adalah klub pertama yang Tedesco tangani. Namun, ia menangani klub ini tidak sejak awal musim. Ia baru menangani Aue pada saat akhir-akhir liga, tepatnya pada 11 pertandingan terakhir. Ketika itu, Aue berada di papan bawah liga.

Dengan pengalaman liga profesional yang minim, ia mengambil risiko dan sebuah target dekat yang cukup berat, yaitu meloloskan Aue dari zona degradasi. Hasilnya? Pada akhir musim, ia mampu mengantarkan Aue tetap bertahan di Bundesliga 2. Dari 11 pertandingan terakhir, ia membawa Aue mencatatkan enam kali hasil menang, dua kali hasil imbang, dan tiga kali hasil kalah.

Ia pun menuai pujian. Presiden klub Aue, Helge Leonhardt, mengungkapkan bahwa Tedesco telah membuat klub ini menjadi lebih dewasa.

"Salah satu hal terbesar yang ia lakukan untuk klub? Ia telah membuat klub ini (Aue) menjadi lebih dewasa," ujar Leonhardt.

Hasil impresif pada akhir musim tersebut sukses membawa FC Erzgebirge Aue tetap bertahan di Bundesliga 2. Prestasi yang membuat nama Tedesco mencuat, sampai akhirnya Schalke 04 pun tertarik untuk merekrut dirinya.

Tantangan-Tantangan Tedesco Bersama Schalke 04

Catatan impresifnya bersama Aue membawa Tedesco kepada panggung yang lebih besar. FC Shalke 04, salah satu klub tradisional Jerman pun merekrutnya untuk menggantikan Markus Weinzierl yang mereka nilai gagal pada musim 2016/2017. Tantangan besar langsung menanti pelatih berusia 31 tahun.

Menangani Die Knappen bukanlah perkara mudah. Ada banyak tekanan, dan ada banyak ekspektasi yang akan dibebankan ke pundak Tedesco. Hal ini disuarakan oleh pelatih timnas Jerman, Joachim Löw.

"Pekerjaan di Schalke bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada banyak tekanan dan ekspektasi di sana. Saya tidak mengenal dia (Tedesco) secara personal, dan saya juga tidak tahu bagaimana caranya ia akan menangani tekanan di Schalke kelak. Namun saya lihat ia mampu menorehkan prestasi gemilang dengan membuat Aue tetap bertahan di Bundesliga 2," ujar Löw seperti dilansir situs resmi Bundesliga.

Direktur olahraga Schalke, Christian Heidel, menyebut bahwa perekrutan Tedesco ini bukanlah untuk jangka pendek semata. Walau ia juga mengakui bahwa Tedesco masih minim jam terbang di liga profesional, dengan pengalamannya mengasuh tim muda ia percaya bahwa Tedesco dapat menjadi aset jangka panjang untuk Schalke, seperti halnya Nagelsmann untuk Hoffenheim.

"Domenico Tedesco tidak memiliki banyak pengalaman di liga profesional, selain 11 pertandingan akhir Bundesliga 2, namun ia berhasil meyakinkan kami bahwa ia tidak hanya mempersiapkan Schalke untuk saat ini saja, tapi juga untuk masa depan. Seperti klub-klub lain di Bundesliga, kami pun mencoba merekrut pelatih muda yang inovatif. Seluruh board Schalke pun setuju untuk merekrutnya," ungkap Heidel.

Memang Tedesco masih minim pengalaman dalam ajang penuh tekanan seperti Bundesliga. Tapi, jika ia mampu mengatasi semua itu dan menerapkan ilmu yang sudah ia dapat, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pelatih muda sukses Bundesliga, selayaknya Julian Nagelsmann.

foto: @s04_en

Komentar