Pitch Invasion Sepakbola Indonesia, dari Hendri Mulyadi hingga Bobotoh

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Pitch Invasion Sepakbola Indonesia, dari Hendri Mulyadi hingga Bobotoh

Pitch invasion atau masuknya penonton ke dalam lapangan mewarnai jalannya pertandingan di pekan ke-9 Liga 1 Indonesia 2017. Umumnya pitch invasion dilakukan sebagai bentuk protes dari para penggemar karena performa timnya yang dianggap kurang memuaskan.

Ada dua pitch invasion yang terjadi di dua laga berbeda, salah satunya bahkan memaksa pertandingan harus dihentikan sementara. Kejadian tersebut terjadi saat Bhayangakara FC menjamu Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/6) lalu.

Saat itu pertandingan harus dihentikan karena beberapa pendukung Persib merangsek masuk ke lapangan pada menit 83. Hal tersebut dipicu karena tim kebanggaannya tertinggal 0-2 dari Bhayangkara. Insiden ini terjadi setelah Ilham Udin Armaiyn mencetak gol kedua Bhayangkara.

Beberapa suporter berhasil masuk ke lapangan dan langsung melakukan protes langsung kepada para pemain Persib yang dianggap tak bermain dengan hati. Situasi tersebut memaksa wasit Yeni Krisdianto menghentikan pertandingan selama kurang lebih 10 menit. Selain itu pertandingan juga diwarnai dengan hujan botol, para pemain Persib sampai turun langsung menenangkan Bobotoh.

Kejadian yang terjadi di Bekasi kemudian kembali terulang satu hari kemudian di Gresik. Pada Senin (5/6) di Stadion Petrokimia, ribuan pendukung Persegres Gresik United memenuhi lapangan setelah timnya takluk dari Persela Lamongan 0-2.

Para suporter kecewa kepada pelatih Hanafi saat itu, yang gagal mengangkat performa tim. Berbeda dengan yang terjadi di Bekasi, para suporter Persegres merangsek masuk ke dalam Stadion saat pertandingan sudah selesai, sehingga tidak mengganggu jalannya pertandingan.

Pitch invasion bukan hal baru dalam sepakbola, khususnya di Indonesia. Ada beberapa kejadian masuknya penonton ke lapangan hingga membuat pertandingan dihentikan. Paling sering karena kapasitas stadion yang tak mampu menampung animo seluruh supporter yang ingin masuk menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion.

Namun tidak sedikit pula pertandingan yang terganggu karena penonton masuk ke lapangan sebagai ungkapan protes atas ketidakpuasan mereka kepada tim kebanggaannya itu. Selain dua kejadian tersebut, beberapa kejadian pitch invasion juga pernah mewarnai jalannya laga di Liga Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2016, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC harus terhenti pada menit 81. Penyebabnya dikarenakan kericuhan yang terjadi antara suporter Persija dengan aparat kepolisian. Pada saat itu ratusan suporter yang tertahan di luar berusaha masuk ke dalam lapangan dengan mencoba menjebol pintu tribun timur Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Aparat pun mencegah mereka, hingga terjadilah kekisruhan.

Saat itu Sriwijaya FC tengah unggul 1-0. Gol Laskar Wong Kito dicetak oleh Hilton Moreira pada menit ke-65 melalui tendangan bebas. Beberapa penonton juga terlihat masuk ke dalam lapangan saat itu. Miris bagi Persija karena pertandingan terakhir mereka di GBK ditandai dengan peristiwa yang kurang menyenangkan.

Pertandingan sebelumnya juga sempat terhenti pada awal babak kedua, akibat flare yang dinyalakan oleh suporter hingga langit stadion dipenuhi pekatnya asap flare dan bom asp yang dinyalakan.

Satu pitch invasion aling fenomenal terjadi pada tahun 2010 lalu, tepatnya pada 6 Januari 2010 di Stadion GBK. Tim Nasional Indonesia saat itu tengah berlaga di ajang Pra-Piala Asia 2011. Indonesia kala itu menghadapi Oman. Bertanding di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati setiap sudut tribun GBK, Indonesia justru kalah dengan skor 1-2 dari Oman.

Saat Indonesia tengah berjuang untuk mengejar ketertinggalan, pada pertengahan babak kedua salah seorang penggemar Indonesia masuk ke dalam lapangan. Setelah lolos dari kawalan aparat keamanan itu berlari hingga tengah lapangan. Dengan heroik ia mengambil bola dari kaki pemain Oman.

Sambil bertelanjang kaki, pria bernama Hendri Mulyadi itu langsung menggiring bola tersebut dan berhasil membawa bola sampai depan gawang Oman yang kala itu dikawal oleh Ali Al-Habsi, yang merupakan mantan kiper Wigan Athletic. Ketika berhadapan dengan Ali, satu tendangan dilepaskannya, namun terlalu lemah hingga Ali berhasil mendapatnya.

Setelah menendang bola, ia berlari ke sisi lapangan, di sana beberapa petugas sudah menunggu untuk menangkapnya, aparat berhasil mengamankan dan membawanya keluar dari lapangan. Setelahnya nama Hendri kemudian viral, banyak yang memuji aksinya. Hendri berujar saat itu ia melakukan hal tersebut karena kesal dengan performa timnas yang tak menampakkan perbaikan.

Foto: ITV

Komentar