Bidak Raja AS Roma di Papan Catur itu Adalah Radja Nainggolan

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Bidak Raja AS Roma di Papan Catur itu Adalah Radja Nainggolan

Radja Nainggolan membenci Juventus karena menganggap selalu menang dengan penalti atau tendangan bebas. Hadiah yang didapatkan Juventus itu memang membantu untuk melenggangkan jalur mereka mendapatkan scudetto katanya. Cara itu jugalah yang menghambat ambisi Nainggolan untuk meraih scudetto bersama kesebelasannya, AS Roma. Ya, memang sudah bukan rahasia lagi bahwa ia adalah gelandang box-to-box andalan Roma sejak diangkut dari Cagliari pada Januari 2014.

Kala itu ia direkrut dari Cagliari dengan harga 18 juta euro. Jika melihat kontribusinya sejauh ini, harga pasarannya sekarang berpotensi dua kali lipat dari jumlah uang tersebut. Dan harga itu yang bisa membuat Roma kembali menerobos ketidakmampuan mereka mempertahankan pemain bintangnya. Miralem Pjanic adalah contoh sempurna dalam kasus ini. Dan kemudian ia pergi dari Roma dengan harga nyaris empat kali lipat dari pembelian di Olympique Lyonnais seharga 9 juta euro. Artinya, Roma pada akhirnya tergiur dengan godaan Juventus sebesar 35 juta euro.

Dan jika mengingat Antonio Conte, ia adalah pria yang tidak pernah mengecilkan hatinya tentang nilai seorang pemain. Saat ini Conte memiliki pundi-pundi yang meluap bersama Chelsea untuk kembali memberikan tawaran potensial kepada Nainggolan. Jika pun Chelsea tidak bergerak, klub besar lain pasti mengejarnya. Tentu para pendukung Roma akan kembali dibakar karena patah hati lagi karena aset berharga kesebelasannya pergi. Tapi apakah kesebelasan berjuluk I Lupi (Si Serigala) bisa mempertahankannya?

Roma memiiliki kebiasaan berkonsolidasi untuk menjual pemain terbaiknya di setiap musim panas. Dengan adanya Monchi sebagai direktur olahraga baru, segalanya bisa memungkinkan. Mengingat ia pun melakukan penjualan-penjualan pemain terbaik Sevilla dengan harga mahal di setiap musimnya. Tapi kebenaran yang akan lebih menyedihkan adalah jika klub tersebut tidak memiliki sarana untuk mempertahankan pemain bintangnya. Sebab klub itu membutuhkan uang untuk berlaga di Eropa dan alasan itu menjadi sesuatu yang masuk akal untuk pergi.

Apalagi pada musim panas nanti bisa menjadi waktu terbaik untuk pergi. Nainggolan begitu menakjubkan dari dua musim terakhir dan saat ini usianya sudah 28 tahun. Dan jika Nainggolan benar-benar pergi, maka direktur olahraga baru nanti wajib memikirkan tim secara keseluruhan walau bagaimanapun caranya. Salah satunya adalah gelandang-gelandang baru dari akademi. Sebab perlu diketahui bahwa untuk menemukan bentuk lini tengahnya kembali, membutuhkan uang yang banyak.

Memang menjual pemain bintang tidak selalu menjadi strategi yang buruk. Hal itu bisa menjadi langkah yang baik jika berada di waktu yang tepat. Tapi bukan berarti Roma akan menjadi lebih baik jika menjual Nainggolan. Keputusan itu akan selalu menjadi hal yang sulit bagi kesebelasan arahan Luciano Spalleti tersebut.

Apalagi Roma selalu menaruh harapan di dalam perlombaan mengejar Scudetto. Keberadaan Nainggolan memastikan mereka masih kredibel untuk menyaingi Juventus. Buktinya bisa dilihat ketika Roma mengalahkan Internazionale Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada 27 Februari lalu. Penampilan Nainggolan saat itu disebut-sebut sebagai yang terbaik pada musim ini. Gelandang keturunan Indonesia itu memborong dua gol sekaligus pada kemenangan 3-1 tersebut.

Kontirbusinya sejauh ini menunjukan bahwa Roma masih memiliki pemain yang kuat. Spalletti pun sampai berandai-andai jika saja memiliki 10 Nainggolan di kesebelasannya saat ini. Nainggolan pun selalu menjadi langganan Tim Nasional Belgia. Dan beruntungnya ia selalu berkali-kali mengutarakan kebahagiannya memperkuat Roma. Nainggolan juga menegaskan bahwa karirnya tidak ingin dipersembahkan demi uang, walau Chelsea terus menggoda dan sangat menginginkannya.

"Ya saya berbicara dengannya (Conte). Mereka benar-benar tertarik dan menginginkan saya. Itu yang bisa saya katakan. Bawakan saya matahari dan saya akan datang (dengan nada bercanda). Saya sering menonton Liga Primer. Banyak rekan internasional saya bermain di sana. Saya pikir di sana adalah liga terbaik di dunia. Ketika pasar transfer dibuka, kami akan berbicara tentang itu lagi," ujar Nainggolan seperti dikutip dari ESPN FC.

Tidak hanya Chelsea, Inter yang mendapatkan suntikan dana dari investor baru pun ikut-ikutan ingin membajak Nainggolan. Maka Roma harus melakukan cara apapun untuk mempertahankannya. Jika Nainggolan tetap bertahan, tidak hanya menjadi ninja, ia akan tetap terus menjadi raja di papan catur ibu kota Italia karena Francesco Totti adalah kaisar. Walau terkadang rumput tetangga lebih hijau karena terus mencicipi berbagai macam gelar juara.

Sumber lain: Mirror

Komentar