10 Pemain U-22 Indonesia yang Akan Bersinar di ISL 2017

Cerita

by Randy Aprialdi 75619

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

10 Pemain U-22 Indonesia yang Akan Bersinar di ISL 2017

Sepakbola Indonesia akan kembali menggeliat pada 2017 ini. Kompetisi resmi bertajuk Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama (DU dan Liga Nusantara (Linus) akan digelar mulai Maret 2017 hingga akhir tahun 2017. Namun yang cukup menarik perhatian adalah adanya beberapa aturan baru, khususnya di ISL.

Selain pemain di atas usia 35 tahun akan dibatasi, pemain muda akan diberdayakan. Muncul wacana bahwa setiap kesebelasan ISL wajib memiliki pemain U-23 setidaknya lima pemain. Tiga di antaranya pun wajib dimainkan sejak menit pertama. Aturan ini diberlakukan untuk memberikan banyak kesempatan bermain pada pemain-pemain usia muda.

Tampaknya memberdayakan pemain U-23 ini dilihat dari prospek menjanjikan dari beberapa pemain U-23 dan persiapan menuju Sea Games 2017 dan Asian Games 2018. Dua kejuaraan tersebut hanya diperbolehkan menggunakan pemain U-22. Karenanya, beberapa pemain jebolan U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013 lalu akan cukup banyak menghiasi kompetisi Indonesia tahun ini.

Bukan tidak mungkin jika beberapa dari mereka bisa menjadi pemain andalan Indonesia untuk Sea Games 2017 di Malaysia. Maka dari itulah Pandit Football Indonesia memperkirakan siapa saja pemain di bawah usia 22 tahun yang akan bersinar pada ISL 2017. Berikut daftarnya:

Hansamu Yama

Hansamu Yama sempat dihujat banyak orang karena dianggap sebagai penyebab cederanya Irfan Bachdim jelang Piala AFF 2016. Tapi hujatan orang banyak mereda ketika bek berusia 21 tahun ini tampil gemilang ketika menjadi bek tengah Indonesia pada kompetisi tersebut. Penampilan gemilang Hansamu ditunjukkan ketika diberi kesempatan bermain di semifinal leg pertama menghadapi Vietnam.

Lontaran pujian dimulai ketika Hansamu membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Golnya itu membantu Indonesia memenangkan laga kandang di Pakansari dengan skor 2-1. Penampilannya menjaga pertahanan pun sangat baik. Kinerjanya di lapangan membuat Indonesia hanya kebobolan satu gol saja. Gol Vietnam itu pun terjadi melalui eksekusi penalti.

Penampilannya itu membuat Hansamu menjadi andalan Indonesia sampai babak final. Jangan lupakan juga golnya ke gawang Thailand pada final leg pertama yang membuat Indonesia sempat memiliki harapan menjuarai Piala AFF 2016. Sebelumnya, ia dipersiapkan sebagai opsi di bangku cadangan oleh Alfred Riedl, pelatih Indonesia. Penampilannya dipuji oleh Fox Sports yang menganggapnya temuan besar di dalam sepakbola Indonesia. Hansamu pun masuk ke dalam kandidat pemain muda terbaik Piala AFF 2016.

Peluangnya di Barito akan lebih besar karena Jacksen F. Thiago gemar mengandalkan pemain muda. Sebab persaingannya di lini belakang Barito saat ini merupakan pemain di atas 30 tahun, yaitu Ambrizal dan Muhammad Roby. Meski Barito masih mencari tambahan pemain di sektor bek tengah, aturan pemain U-23 wajib starter tampaknya akan memudahkannya menghuni lini belakang Barito.

Kemampuan utama Hansamu adalah kuat ketika duel udara. Maka dari itulah ia mampu mencetak dua gol selama memperkuat Indonesia melalui bola udara. Hanya saja kekurangan Hansamu adalah sering terburu-buru merebut bola dari lawannya. Hal itulah yang membuatnya mendapatkan tujuh kartu kuning dari 17 penampilannya di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2017.

Rudolf Yanto Basna

ISL 2017 akan menjadi pertaruhan bagi Rudolf Yanto Basna. Persepsi itu karena musim depan akan menjawab keraguan masyarakat Indonesia karena menganggap penampilannya kurang memuaskan ketika memperkuat Indonesia di Piala AFF 2016. Tapi yang jelas Basna memiliki potensi besar dalam dirinya sendiri sebagai salah satu bek tengah terbaik di Indonesia.

Tentu timnas Indonesia, khususnya Alfred Riedl, memiliki alasan memanggil Basna ke dalam skuat Piala AFF 2016. Sama seperti Hansamu, bek berusia 21 tahun ini adalah salah satu bek tengah modern yang dimiliki Indonesia saat ini. Seorang pemain bertahan yang bisa membangun serangan dari lini belakang. Hal itu bisa dilihat dari akurasi operannya yang mencapai rataan 85% selama ISC A 2016.

Basna juga bisa bermain sebagai full-back kanan. Dan hal itu sudah pernah dicoba beberapa kali ketika memperkuat Persib. Hanya saja ketika memerankan posisi itu ia kurang berkontribusi serangan kesebelasannya. Basna tidak memiliki umpan silang yang bagus. Akurasi umpan silangnya selama musim lalu pun cuma mencapai 11%.

Musim ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Basna. Ia akan membuktikan diri bahwa ia masih layak dipanggil Indonesia untuk Sea Games 2017. Basna bisa menjadi duet yang bagus bagi Hansamu yang sama-sama mencicipi Piala AFF 2016. Apalagi bek tengah muda lainnya seperti Wanda Syahputra, Sahrul Kurniawan, Ryuji Utomo hingga Wasyiat Hasbullah siap merebut posisinya di timnas. Tapi pengalaman dan kemampuannya sejauh ini cukup menjadi modal bagi Basna untuk dipanggil Indonesia untuk Sea Games 2017.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Komentar