Pendobrak Kapitalisme Siaran Pertandingan Itu Terancam Ditutup

Cerita

by Abrar Firdiansyah 29576

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pendobrak Kapitalisme Siaran Pertandingan Itu Terancam Ditutup

Berita mengejutkan muncul di Spanyol, Jumat (28/10) dini hari WIB. Pemilik sekaligus pendiri salah satu situs streaming olahraga terpopuler dunia, Rojadirecta, Igor Seoane, ditangkap oleh kepolisian La Coruna. Wacana ditutupnya Rojadirecta pun menguap di Spanyol, negara tempat situs tersebut dilahirkan.

Dilansir Calciomercato, Seoane ditangkap setelah beberapa perusahaan penyedia layanan olahraga berbayar seperti Canal+, BTsports, dan Sky, mengadukannya karena merasa dirugikan oleh keberadaan Rojadirecta yang memberikan layanan menonton pertandingan olahraga secara cuma-cuma.

Beberapa perusahaan penyedia layanan olahraga tersebut merasa Rojadirecta dana hak siar yang mereka tanam di sebuah kompetisi. Alasan yang mereka kemukakan memang beralasan, sebab tanpa mengeluarkan dana sebesar mereka Rojadirecta diketahui memiliki keuntungan dua juta euro per tahunnya.

Ditangkapnya Seoane membuat banyak pihak ketar-ketir. Betapa tidak, keberadaan Rojadirecta dianggap sebagai salah satu penemuan terbaik di dunia olahraga. Tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, penonton dapat menyaksikan semua jenis olahraga yang disediakan oleh situs yang berdiri pada 2005 tersebut.

Sepakbola yang berkembang menjadi salah satu ladang keuntungan membuat banyak pihak mulai mengatur ulang cara mendapatkan keuntungan. Melihat data Independent, Liga Primer menjadi kompetisi sepakbola pertama yang memperhatikan sumber keuntungan baru, yakni dari penjualan hak siar.

Banyaknya pemain bintang yang hadir ke Liga Primer ditambah menurunnya pamor kompetisi Eropa lain membuat kompetisi level tertinggi di Inggris tersebut berani meninggikan nilai tontonan kompetisi sepakbola mereka.

Tak heran, dengan semakin menariknya kompetisi sepakbola yang mereka miliki, pengelola Liga Primer berani menjual liga-nya dengan harga mahal. Di musim ini, bahkan hanya Sky dan BTsports yang berani memenuhi keinginan mereka.

Meski berani jual mahal, Liga Primer juga menjamin hak eksklusif yang dimiliki oleh pemilik hak siar. Beberapa layanan yang memungkinkan memuat video, seperti Youtube dan Twitter, diajak untuk kerjasama agar tidak ada ruang bagi pengunggah video gratisan.

Seiring bertambahnya musim, nama layanan video streaming gratis seperti Rojadirecta dan sebagainya mulai muncul. Rojadirecta sendiri dibuat oleh Igor Seoane Miñán, ahli IT asal Spanyol yang kesal lantaran ia harus membayar sekian euro untuk menonton kesebelasan favoritnya, Barcelona.

Bersama dengan saudara laki-lakinya, Roi, Seoane mulai melirik layanan video streaming gratis karena ia memiliki kemampuan di bidang tersebut. Pilihannya tidak keliru, per 21 Oktober 2005, Rojadirecta resmi mengudara. Pertandingan Manchester United melawan Wigan pada 14 Desember 2005 menjadi pertandingan streaming pertama yang disiarkan oleh Rojadirecta.

Beberapa tahun mengudara, Rojadirecta langsung mendapatkan banyak perhatian. Bukan hanya di Spanyol saja, di Inggris, yang menjadi pelopor hak siar sepakbola, Rojadirecta adalah idola. Keberadaan layanan streaming video sepakbola seperti Rojadirecta bahkan membuat angka penonton sepakbola berbayar turun 19% per tahunnya.

The Guardian bahkan mengajak pembacanya untuk memilih: menonton sepakbola menggunakan layanan streaming gratis atau setuju membayar untuk menyaksikan pertandingan. Dan dari hampir 500 orang yang menjawab, mayoritas menulis: “Saya lebih memilih menonton pertandingan sepakbola lewat situs streaming gratis.”

Situs Rojadirecta yang saat ini (kiri) dan ketika awal berdiri (kanan).

Angka pengguna Rojadirecta yang meningkat rupanya juga membuat mereka dibenci oleh beberapa pihak yang telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli sebuah pertandingan. Prisa dan Canal+ menjadi layanan televisi berbayar yang pertama kali mengajukan gugatan atas apa yang dilakukan oleh Seoane dengan Rojadirecta-nya.

Malavida menyebutkan bahwa Prisa adalah pihak merasa dirugikan dengan keberadaan Rojadirecta. Mereka menjelaskan bahwa Prisa mengalami kerugian hingga 500 juta Euro per tahunnya karena Rojadirecta mencuri sinyal televisi yang mereka kirimkan ke server.

Harapan Prisa untuk mematikan Rojadirecta akhirnya tidak terkabulkan. Namun demikian, Pengadilan Tinggi Madrid menolak gugatan keduanya karena layanan streaming video gratis di Spanyol bukanlah sebuah bentuk kejahatan.

Rojadirecta diketahui beberapa kali menerima gugatan. Beberapa di antaranya dari Google, pemerintah Amerika Serikat, hingga Telefonica. Meski demikian, hampir semua gugatan berhasil ia menangkan.

Malavida mencatat di tahun 2015 lalu, Rojadirecta menjadi salah satu situs yang paling sering dikunjungi di Spanyol. Hampir 10% pengguna internet Spanyol mengakses situs ini dalam sehari dan digunakan oleh tiga juta penikmat olahraga di seluruh dunia.

Digugatnya Seoane selaku pendobrak sepakbola yang sudah begitu kapitalis memang memiliki untung-rugi. Di satu sisi, dengan wacana ditutupnya Rojadirecta akan membuat sepakbola menjadi ladang yang tidak akan habis dikeruk. Namun di sisi lain, wacana ditutupnya Rojadirecta membuat penikmat sepakbola akan berpikir mengenai satu hal: sepakbola adalah tontonan yang mahal dan tidak dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Komentar