Siraman Air Ronald Koeman yang Membangunkan Everton

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Siraman Air Ronald Koeman yang Membangunkan Everton

Everton sekarang sudah bangun kembali. Beberapa musim ke belakang, mereka sempat mengalami delusi yang cukup berkepanjangan di bawah manajer lama mereka, Roberto Martinez. Kala itu, Martinez kerap berdelusi bahwa Everton sedang melaju ke arah yang lebih baik dan para pemain mudanya mesti banyak belajar dari tiap pertandingan yang ada.

"Kami sedang berada dalam sebuah masa transformasi dari satu generasi ke generasi yang baru. Para pemain muda kami masih harus banyak belajar agar bisa berkembang menjadi pemain hebat ke depannya," ujar Martinez. Ucapan yang terus berulang ketika Everton mengalami kekalahan, yang membuat Evertonian jengah tiada tara.

Baca Juga: Bangunkan Martinez dari Delusinya

Beruntung, delusi itu hanya berlangsung sampai musim 2015/2016, alias hanya dua musim saja per 2014/2015 (musim perdana Martinez menuai kesuksesan dengan Everton yang menduduki peringkat lima klasemen Liga Primer Inggris musim 2013/2014). Musim 2016/2017, Martinez dipecat dan menyingkir ke Belgia sana. Kursi manajerialnya diserahkan kepada meneer dari Belanda, Ronald Koeman.

Keputusan Koeman yang memilih untuk menangani The Toffees pun sempat menjadi buah bibir masyarakat sepakbola Inggris ketika itu. Koeman, yang berhasil membawa Southampton duduk di peringkat enam Liga Primer Inggris musim 2015/2016, rela menanggalkan kursi manajerialnya di St. Mary Stadium demi menangani Everton yang pada musim 2015/2016 menduduki peringkat ke-11.

Banyak orang menganggap bahwa apa yang dilakukan Koeman adalah langkah mundur. Meski Koeman memiliki ambisinya sendiri, termasuk jaminan gelontoran uang belanja yang cukup banyak dari investor asal Iran, Farhad Moshiri (totalnya mencapai 100 juta paun), bagi Everton ini adalah sebuah langkah maju setelah delusi yang cukup berkepanjangan bersama Roberto Martinez.

Ibaratkan, Koeman seperti membawa satu ember penuh berisikan air, yang ia siramkan kepada semua pemain Everton. Air yang membangunkan mereka dari khayalan dan delusi, untuk kembali sadar bahwa mereka adalah salah satu klub yang bisa merepotkan kekuatan-kekuatan besar seperti duo Manchester ataupun poros London.

Baca juga: Memahami Keputusan Aneh Koeman Memilih Everton

***

Pada awal kedatangannya, Koeman memang gagal mempertahankan John Stones. Sang pemain yang merupakan sosok kunci pertahanan Everton musim 2015/2016 memilih untuk pindah ke Manchester City. Stones ingin karier sepakbolanya lebih maju. Meski mungkin sedikit kecewa, Koeman tidak menghalangi Stones, dan memilih untuk membenahi skuatnya.

Beruntung, ia masih setia ditemani oleh nama-nama pemain seperti Romelu Lukaku, Ross Barkley, Gareth Barry, Leighton Baines, Kevin Mirallas, Gerard Deulofeu, dan juga pemain-pemain lain peninggalan Martinez. Dengan uang belanja yang ada, ia menambal beberapa sektor seperti pertahanan dengan mendatangkan Ashley Williams, bintang timnas Wales, tengah dengan merekrut Yannick Bolasie dan Idrissa Gueye, serta depan dengan meminjam Enner Valencia dari West Ham.

Dengan kekuatan skuat yang lebih anyar dan merata, ia pun berusaha untuk kembali membawa Everton, minimal menjadi tim yang merepotkan tim-tim besar. Sejauh ini, hal itu berhasil ia lakukan dengan membawa The Toffees mencatatkan start yang baik dalam ajang Liga Primer Inggris musim 2016/2017, start terbaik sepanjang sejarah klub sejak 1978. Everton mencatatkan empat kali menang dan satu kali imbang dalam lima pertandingan awal Liga Primer Inggris musim 2016/2017.

Skuat Everton 2016/2017 yang mencatatkan start terbaik sepanjang sejarah Everton. Sumber: @Everton

Namun, Phil Jagielka menyebutkan bahwa bangkitnya Everton musim 2016/2017 bukan semata karena kebijakan transfer Koeman yang tepat (meski ada beberapa pemain incaran Everton yang lepas dari sasaran). Lebih jauh, ia menyasar pribadi Koeman sendiri yang membuat para pemain terdorong untuk tampil lebih baik.

Ia mengaku, Koeman memiliki pendekatan yang cukup strict dalam melatih, beda dengan Martinez yang lebih lembut. Selain itu, latar belakangnya yang pernah menjadi pemain yang cukup sukses bersama timnas Belanda semakin menambah wibawanya di hadapan para pemain Everton.

"Ya, ada rasa takut dalam tim setelah kedatangannya, apalagi dengan fakta bahwa ada pemain-pemain yang mengalami pramusim yang baik dan ada juga yang tidak," ujar Jagielka seperti dikutip ESPN FC.

"Ia adalah pelatih yang tidak takut untuk melakukan perubahan. Jika ada pengembangan taktik yang akan ia lakukan dalam pertandingan, ia tak akan segan untuk mengganti pemain. Yah, rasanya seperti kembali lagi ke sekolah, dengan seorang guru baru yang sedikit lebih galak dari guru sebelumnya,"

"Tapi, melihat apa yang sudah ia capai sebagai pemain, itu membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan dan tidak melakukan pekerjaan yang buruk. Sekarang, semuanya berjalan lancar bagi kami. Hasil-hasl fantastis yang kami dapatkan menumbuhkan kepercayaan diri kami," tutupnya.

***

Air yang disiramkan oleh Koeman kepada para pemain Everton sekarang perlahan sudah terasa efek sampingnya. Para pemain sudah terbangun dari delusi yang mencengkram mereka selama dua musim dan sekarang mereka mulai menuai hasil-hasil positif. Melihat bekal yang dimiliki Koeman, juga kemampuannya dalam meramu tim, Everton akan kembali menjadi tim merepotkan dalam ajang Liga Primer Inggris 2016/2017.

Komentar