Mengingat Liverpool Sebagai Kryptonite bagi David Luiz

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Mengingat Liverpool Sebagai Kryptonite bagi David Luiz

David Luiz dan Superman memiliki kelemahan; sama-sama lemah akan kryptonite. Namun, wujud dari kryptonite yang membikin Luiz dan Superman lemah itu berbeda. Superman lemah dengan kryptonite yang berwujud bongkahan batu, yang berasal dari planet yang sama dengan tempat asal Superman, planet Krypton. Sedangkan David Luiz, lemah karena wujud kryptonite yang lain; sebuah tim bernama Liverpool.

Awal musim 2016/2017, pemain timnas Brasil itu menciptakan sensasi dengan kembali memperkuat Chelsea, memutuskan untuk kembali usai meninggalkan klub asal London ini dua tahun silam untuk membela Paris Saint-Germain. Ia pun menjalani debutnya dalam pertandingan melawan Liverpool pada Sabtu (17/9/2016) dini hari.

Selayak Superman yang menjadi lemah dan tak berdaya di hadapan kryptonite berwujud bongkahan batu, Luiz pun merasakan efek yang sama dalam kryptonite yang berwujud Liverpool. Menghadapi The Reds, di Stamford Bridge, ia gagal mengantarkan The Blues mempertahankan rekor tanpa kalah musim ini. Chelsea takluk 1-2, dan ini menjadi kekalahan pertama Chelsea musim 2016/2017.

*

Perihal Liverpool yang menjadi kryptonite bagi David Luiz, ini sudah terjadi pada awal 2011 lalu. Ketika itu, di venue yang sama, digelar pertandingan antara Chelsea melawan Liverpool. Chelsea kala itu berada dalam asuhan Carlo Ancelotti. Sedangkan Liverpool ditangani oleh Kenny Dalglish.

Semua mata ketika itu menyorot kepada Fernando Torres, manusia 50 juta paun yang rela pindah dari Liverpool ke Chelsea, meski sebenarnya sudah mendapatkan tempat di hati para Kopites lewat gol dan performa yang ia tunjukkan ketika masih bermain untuk The Reds. Kontan, kepindahan tiba-tiba El Nino ini membuat para suporter Liverpool berang. Mereka pun mencemooh Torres, dan mengatakan Torres sebagai pemain mata duitan.

Tapi, selain Torres yang saat itu benar-benar menjadi pusat perhatian (juga Luis Suarez dan Andy Carroll yang baru saja diumumkan akan membela Liverpool namun tidak diturunkan), ada satu nama juga yang menciptakan debutnya bagi Chelsea usai ditransfer dari Benfica dengan harga 25 juta euro. Ia adalah David Luiz, pemain berambut keriting yang menjadikan penampilannya sedikit nyentrik. Ia sedikit tenggelam karena publik lebih melemparkan pandangannya ke Torres ketika itu.

Pertandingan kala itu berlangsung cukup keras. Torres sebagai bintang pertandingan ketika itu beberapa kali mendapatkan terjangan dari para bek Liverpool. Luiz, yang melakukan debutnya dalam pertandingan tersebut, tampak sulit untuk beradaptasi karena belum terbiasa dengan tekanan yang begitu tinggi. Beberapa kali ia gagal berkomunikasi dengan John Terry sehingga Liverpool kerap menciptakan peluang di depan gawang.

Penampilan Luiz yang begitu garang ketika di Benfica sama sekali tidak terlihat dalam pertandingan ini. Akhirnya, pertandingan menjadi milik The Reds setelah Raul Meireles mampu mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-.69 Luiz gagal mempersembahkan kemenangan dalam laga debutnya untuk The Blues.

*

Sekira lima tahun kemudian, dengan pengalaman yang sudah lebih banyak, Luiz kembali turun dalam laga melawan Liverpool di tempat yang sama, Stamford Bridge. Ia menjalani debutnya yang kedua untuk Chelsea setelah menghabiskan masa dua musim bersama Paris-Saint Germain di Prancis. Suporter pun menantikan penampilan garangnya di lini belakang dalam pertandingan tersebut.

Luiz memang tampil garang dan cukup spartan. Beberapa kali ia maju ke depan dan terlibat dalam serangan. Tapi, meski sudah tampil begitu ngotot, entah kenapa kekalahan mendera Chelsea. Jadilah kembali, hal yang sama terulang. Chelsea kalah dari Liverpool di Stamford Bridge, dengan adanya sosok David Luiz di dalamnya.

David Luiz memang garang di dalam lapangan, dan ia dikenal sebagai bek dengan kemampuan fisik yang baik (dalam pertandingan melawan Liverpool darah sampai mengucur dari hidungnya akibat benturan dengan pemain Liverpool). Tapi, kembali melawan Liverpool, ia tidak sanggup mengantarkan Chelsea meraih kemenangan, meski dalam kesempatan kali kedua ini, ia muncul dengan membawa segudang pengalaman yang lebih banyak.

Jika melihat apa yang menimpa Luiz ini, maka, tidak salah bahwa The Reds adalah jelmaan kryptonite bagi sosok David Luiz. The Reds mampu membuat Luiz, yang begitu garang, menjadi tak berdaya dan pada akhirnya, gagal mengantarkan Chelsea meraih kemenangan.

Komentar