Adu Mulut Jose Mourinho dan Pep Guardiola

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Adu Mulut Jose Mourinho dan Pep Guardiola

Keberadaan sosok Jose Mourinho dan Josep Guardiola membuat derby Manchester semakin panas. Tak heran, keberadaan keduanya menjadi pemberitaan utama jelang derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City.

Meski keduanya dikenal pernah bekerja sama di Barcelona namun keduanya juga diketahui memiliki hubungan yang begitu buruk. Dalam beberapa kali pertemuan, Mourinho dan Guardiola bahkan diketahui kerap berkonfrontasi.

Kedua pelatih diketahui memiliki pandangan yang cukup idealis terhadap sepakbola. Mourinho yang kini menukangi Manchester United dikenal sebagai pelatih yang mementingkan kemenangan. Sementara Guardiola akrab disebut sebagai pelatih yang saklek terhadap taktik kesukaannya.

Bukan hanya itu, kedua pelatih dikenal kerap mengumbar pernyataan kontroversial, baik dalam lapangan maupun di luar lapangan. Berikut pernyataan kontroversial dari kedua pelatih yang kami himpun.

Jose Mourinho

“Suatu hari nanti, saya ingin Josep Guardiola memenangkan kompetisi ini dengan cara sebaik-baiknya.” – pandangan Mourino usai kesebelasannya dikalahkan oleh Guardiola di Liga Champions 2011.

“Saya tidak ingin berkata kami senang kalah di final Piala Super Spanyol karena hal itu adalah hal yang munafik. Satu hal yang saya ingin tekankan adalah kami bermain layaknya seorang pria dan tidak akan jatuh karena satu sentuhan kecil.” – ujar Mourinho usai Real Madrid dikalahkan Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2011.

“Setiap saya bermain melawan Guardiola, saya selalu mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain. Hal itu mungkin saja peraturan UEFA." – ujar Mourinho mengomentari timnya yang harus menerima satu kartu merah ketika menghadapi Barcelona.

“Itu pilihannya. Tapi bagi saya tidak pernah ada pikiran untuk mengambil cuti. Meski dia lebih muda ketimbang saya, tapi saya belum butuh istirahat.” – ungkap Mourinho saat Guardiola memutuskan untuk cuti sementara dari sepakbola.

“Saya tidak tahu apakah itu logo UNICEF atau bukti bahwa mereka adalah pemain yang bagus. Namun yang jelas mereka memiliki kekuatan dan saya tidak. Satu hal yang bisa saya lakukan adalah meninggalkan pertanyaan dan berharap suatu hari nanti pertanyaan tersebut akan dijawab.” – jelas Mourinho atas selalu diistimewakannya Barcelona dan Guardiola.

Baca juga: Mourinho yang Gemar Menabuh Genderang dengan Pelatih Lain

Josep Guardiola

“Saya mengenal Mourinho dengan baik dan saya tahu dia berusaha untuk memprovokasi saya. Namun hal tersebut tidak akan terjadi karena saya tidak akan menanggapinya.” – ujar Guardiola mengenai pernyataan kontroversial Mourinho akan dirinya.

“Saya mencoba belajar dari Mourinho soal taktik di lapangan. Sementara di sisi lain, saya mencoba untuk belajar sedikit darinya soal hal-hal di luar lapangan.” – kata Guardiola menanggapi protes Mourinho saat Barcelona bertemu Real Madrid di 2011.

“Jika itu benar, saya akan mencoba merevisi sikap saya.” – jelas Guardiola soal pertanyaan wartawan yang bilang keduanya memiliki kemiripan.

“Kita berhasil mendapatkan tiga poin dari Real Madrid. Dan saya yakin hasil tersebut akan berjalan selamanya.” – kata Guardiola usai kesebelasannya menang dari Real Madrid 5-0 November 2010.

“Jika kita kalah, kita akan tetap menjadi kesebelasan terbaik di dunia. Hal tersebut berlaku juga saat kita menang, karena saat kita menang kemenangan tersebut akan menjadi terus menerus terjadi.” – ucap Guardiola menanggapi bagaimana cara ia memotivasi timnya.

Komentar